Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
21. Gelap adalah perampas .


__ADS_3

Berjam jam lamanya mereka berteriak dan meminta bantuan, tampaknya mereka juga sudah kena korban arwah jahil itu.


"semua ini salahmu!" tuduh Alzyland masih berusaha mencari jalan keluar. Namun tetap tak ada celah, semua jendela tak bisa di buka, tak ada alat apapun untuk memukul kaca jendela.


Arkhan yang di tuduh itu memasang tampang tak berdosa, ia duduk bersandar ke tembok dan menselonjorkan kakinya, lalu mengeluarkan sebatang roko dan korek dari saku celananya.


Cetrek!


Ia menyalakan korek api dan hendak menyulut Rokoknya, namun keburu di rampas Seina.


"perokok pasif lebih berbahaya!" peringatnya.


"heh itu masalahmu, kembalikan padaku kalau kau tidak mau mati" hardiknya berniat merebut kembali korek yang ada ditangan Seina, namun keburu di ambil Alzyland.


"apa? Kau mau ikut campur lagi? Dasar kakek pikun" ejeknya merendahkan.


BUGH!


Alzyland kembali melayangkan tinjunya dengan tiba tiba.


"berani sekali, kau tidak tahu siapa aku? Pukulanmu tidak ada apa apanya untukku" bohongnya, padahal terlihat jelas jika sudut bibir pria itu sudah biru keunguan.


"banyak bicara!" Alzyland hendak menyerangnya kembali, dan kali ini Arkhan meladeninya.


Nyerah deh sama anak dua ini, Seina hanya bisa menonton perkelahian mereka, ia sudah capek untuk menghentikan pertengkaran keduanya sejak tadi.


DUAAAR!

__ADS_1


Tiba tiba petir menggelegar, bertepatan dengan itu lampunya langsung matil. Dan kedua pria yang sedang adu jotos itu berhenti dengan sendirinya. Malah sekarang mereka saling memeluk satu sama lain, andaikan suasananya tidak gelap, mereka akan terlihat sangat lucu.


Hujan pun mulai turun dengan lebat, menghantam genteng diatas sana sehingga menyebabkan suara yang berisik.


"aku sesak!" Arkhan terjatuh ke lantai sambil memegangi dadanya.


Seina berhasil meraih tangan seseorang, entah milik siapa itu, tapi tangannya dingin dan bergetar.


"Al?" tanya Seina memastikan.


"monster petir!" ucap suara itu dengan gemetar. Ya, Suara Alzyland.


"Aargh!!" dia berteriak syok sambil membungkuk dan menutup telinganya.


"Al, kenapa?" tanya Seina tak bisa melihat pasti, tangannya di hempaskan begitu saja.


Grep!


Tiba tiba kedua tangannya di pegang, dua tangan yang berbeda, tapi sama sama dingin.


"aku takut!"


"aku kesulitan bernafas!"


Mereka berbicara bersamaan, Seina tidak tahu dimana posisi Arkhan dan Alzyland sekarang. Yang dia rasakan saat ini hanyalah sebuah pelukan. Pelukan hangat di kedua sisinya.


"hey tenanglah, tidak apa apa, semua akan baik baik saja" ucap Seina menenangkan, walau sebenarnya ia juga khawatir.

__ADS_1


Cetrek!


Sesaat lampu kembali menyala, Semuanya bernafas lega dan langsung mengubah posisi memalukan ini.


Setelah beberapa jam hujan akhirnya berhenti dan datanglah sang penyelamat super, seorang kakek tua yang membukakan pintu.


"Sedang apa kalian di sini?" tanya kakek penuh selidik.


"kami terjebak kek, pintunya terkunci sendiri" tutur Seina amat senang dan langsung menghampiri si kakek.


"ya, pintu ini memang selalu terkunci dengan sendirinya, dan kalian tahu kalau kelas ini berhantu, sekarang pulanglah sebelum hal buruk lainnya terjadi"


"baik kek!" jawab mereka serentak.


"oh ya, tapi aku baru melihat kakek selama sekolah di sini, kakek siapa?" tanya Seina sebelum pergi.


"kakek adalah petugas kebersihan yang bekerja setiap hari selasa!"


Semuanya ber oh ria dan langsung saja pamit.


......................


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2