
Biasanya orang akan malas berangkat sekolah kalau hujan, terkadang beberapa dari mereka rela datang terlambat demi menunggu hujan reda.
Tapi pagi ini, saat sekolahan masih sepi, dua insan sedang adu jotos di lapangan sekolah. Mereka saling tendang, tonjok pipi kiri, tonjok pipi kanan, terkadang saling menyeruduk, seperti melihat adegan film secara Live.
Seina yang baru saja datang langsung mengenali mereka berdua, ya, siapa lagi kalau bukan Arkhan dan Alzyland, dua sejoli dalam kategori gila yang berbeda.
"Hey hentikan!" Seina menarik tangan Arkhan, dia tau kalau biang kerusuhan itu pastilah dia.
"minggir!" bentaknya tanpa sadar mendorong Seina hingga dia terjatuh dan sikutnya terluka.
"kamu ini apa apaan sih?" teriak Alzyland tak terima.
Arkhan yang kelepasan karna kalut emosi itu kemudian membantu Seina berdiri.
"maaf"
"tidak perlu!" ketusnya sambil mendorong Arkhan dengan kasar,
"aku sudah minta maaf, apa yang salah?" tanya Arkhan masih berada dalam api kemarahan.
"kalian bukan anak kecil lagi, bersikaplah sedikit dewasa, kalian tidak akan mengambil keuntungan apapun dengan berkelahi seperti itu tadi" nasihat Seina.
"ya, bicara saja terus, kau tidak peka jika masalah ini terjadi karna dirimu!" Arkhan mulai berdalih.
"aku? Kenapa aku?" tanya Seina tak mengerti.
"karna kau membuatku tergila gila padamu" Cetusnya terang terangan, Dan langsung saja mendapat tatapan tajam dari Alzyland.
__ADS_1
ternyata yang gila juga bisa tergila gila, mungkin mereka akan memahaminya jika sama sama gila. Ya, tapi mereka semua memang gila.
"apa yang kamu katakan? Aku yang menemukan Seina duluan, jadi jangan berfikir untuk merebutnya dariku" sahut Alzyland.
"Kamu yang sedikit waras, tolong mengalah, dan kamu yang berotak kotor, tolong sucikan dulu fikiranmu"
Setelah mengucapkan itu, Seina melenggang pergi, terserah mereka mau melanjutkan perkelahian atau tidak. Seina tidak akan peduli lagi.
Diapun berjalan menyusuri koridor, dan kebetulan sekali berpapasan dengan Elena yang beberapa hari ini berusaha menghindarinya, karna kejadian waktu itu.
Mungkin , Elena berfikir kalau dia akan marah padanya, tapi tidak, Seina berlalu begitu saja tanpa meliriknya sekalipun.
Tap!
"Seina!" Elena memegang pergelangan tangannya dan membuat Seina berhenti berjalan.
"kau marah padaku?"
"menurutmu?"
"aku-" Kalimatnya tidak selesai karna sudah disambut Seina duluan.
"kau menjebakku, kau berbohong, kau tidak menyukainya, tapi kau ingin aku menggantikan posisimu!"
"tapi-"
"Tapi itu tidak sesuai harapanmu, karna nyatanya Arkhan tidak pernah memintaku melakukan apa yang selalu kau lakukan padanya"
__ADS_1
sekarang Elena memilih bungkam, memberi Seina kesempatan untuk menyelesaikan bicaranya.
"dan waktu itu, kau memintaku untuk bertukar posisi lagi, aku mengerti sekarang, itu karna kamu cemburu, Kamu tidak mau diperlakukan seperti itu oleh orang yang kamu cintai, tapi kamu juga tidak mau kalau dia menyentuh orang lain, apa benar begitu, Elena?"
Sepertinya yang dikatakan Arkhan waktu itu benar, Seina terlalu berani untuk menjadi seorang cupu, nyatanya dihadapan dia sekarang, Elena merasa terintimidasi, dia bungkam, diam seribu bahasa.
"kamu lebih jahat dari Lily!"
Elena menarik sudut bibirnya, memperlihatkan senyum yang sinis. "yah, mungkin aku jahat, ternyata aku salah menilaimu, Orang bermuka dua dibalik kepolosannya, bisa mengembat dua laki laki sampai mereka lupa daratan, wanita murahan!"
Plak!
Seina melayangkan tamparan keras di pipinya. Sontak, hal itu langsung menarik perhatian siswa yang lalu lallang, mereka berhenti sejenak hanya untuk menyaksikan keduanya.
"jaga bicaramu!"
Elena mengelus pipinya yang memerah itu, emosinya sudah memuncak. Tapi tertahan karna orang orang semakin banyak dan hampir saja melingkup. Diapun memilih untuk pergi.
Seina menatap tangan yang baru saja menampar Elena, tangan itu bergetar, tidak menyangka kalau dia akan berbuat sejahat ini, tidak, ini bukan dirinya yang sebenarnya.
"kakak, mendapat teman yang tulus itu ternyata sulit" batinnya.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...