
Jam istirahat kali ini, Seina memutuskan untuk berdiam diri di kelas, tidak mau makan ataupun ke perpustakaan lebih tepatnya tidak ingin bertemu dengan Alzyland, dia hanya mencoret coret buku tulisnya. Asyik dengan dunianya sendiri.
tapi itu tak berlangsung lama, karna Lily dan bala tentaranya itu sudah datang dan siap membuat kericuhan.
"Kamu kan yang mengambil pakaianku saat aku sedang ganti baju setelah olahraga tadi?" tanya Lily dengan mata melotot tanda marah.
Seina yang tidak mengerti apa apa itu hanya melongo. "apa maksudmu?"
"jangan pura pura tidak tahu! kamu mengambil pakaian dalam ku dan memperlihatkan ukurannya pada semua orang kan?"
Seina semakin bingung di buatnya. "aku tidak mengerti Lily"
"omong kosong, bilang saja kalau kau mau balas dendam karna aku telah merobek pakaianmu dan membiarkanmu pulang hanya dengan pakaian dalam waktu itu"
Seina masih terdiam.
"lihat saja nanti, aku akan buat perhitungan!" ancamnya langsung saja pergi.
sungguh aneh, Seina pun memutuskan untuk keluar kelas dan mencari tahu apa yang terjadi. ternyata para siswa yang melihat Lily mentertawakannya di sertai dengan ejekan.
"kenapa kalian mentertawakan Lily?" tanya Seina sambil menghampiri mereka.
"kamu tidak tahu? dia tidak memakai pakaian dalam, saat roknya tersingkap tadi, semua orang langsung melihatnya, hahaha punyanya itu sangat lebat" mereka tertawa lagi setelah berfikir jika hal itu lucu.
itu sungguh perbuatan yang lebih buruk , Kalau saja Seina tahu siapa pelakunya, dia pasti sudah memarahi orang itu habis habisan, karna ini juga menyangkut harga diri wanita.
"pasti ini ulah para pria mesum yang suka jahil di kamar mandi wanita" dengus Seina langsung berfikir tentang Arkhan, yah, pria yang suka masuk kamar mandi wanita ataupun ruang ganti wanita dengan berbagai akal bulusnya itu. Tapi Seina langsung menepis fikiran buruknya saat menyadari kalau pria itu sudah tak bersekolah.
dia pun memutuskan untuk pergi ke ruang ganti wanita, mungkin saja ada pakaian dalam Lily yang di sembunyikan di sana.
Namun mendadak langkahnya berhenti karna di depan sana Ada Elena yang akan menuju ke arahnya.
__ADS_1
Tak mau berurusan lagi dengan gadis itu, Seina pun memutar langkahnya untuk memilih jalan lain.
"Seina!" panggil Elena sambil mengejarnya.
"Aku sedang tidak ingin bertengkar, masalahku sudah cukup" Ucap Seina merasa jengah. Dia tahu jika Elena akan membahas lagi masalah di jumpa terakhir mereka.
Tapi jauh dari dugaannya, Elena justru memeluk Seina dan berterima kasih.
"terima kasih sudah membebaskan Arkhan dari penjara"
Seina tersenyum tipis dan melepas pelukan Elena.
"Aku tidak mengerti, sebenarnya kau suka dia atau tidak?"
Elena terdiam, menatap Seina dengan mata yang berbinar.
"aku suka dia Seina, hatiku berkata seperti itu, tapi fikiranku menolak untuk menyukainya. Seperti yang kau tahu, dia pria yang haus akan naf su"
Elena menggelang tak pasti, raut wajahnya seperti sedang memikirkan sebuah alasan.
"dengar, jika pria itu mau berubah jadi lebih baik lagi, apa hatimu dan fikiranmu bisa menerimanya?" tanya Seina mencoba memberi pilihan.
"dulu Arkhan tidak seburuk itu, dia pria yang baik, sangat baik, dan karna itulah aku menyukainya, sejak kecil kami selalu bersama, bahkan dia tidak pernah menolak saat aku mengajaknya untuk bermain masak masakan, ataupun bermain boneka, dia akan selalu jadi ayah, dan aku akan jadi ibu, boneka teddy bear adalah anaknya. tapi semua itu harus berakhir saat kami menginjak kelas 1 SMP, aku-"
"tunggu dulu Elena!" potong Seina karna merasa tempat untuk bercerita saat ini tidaklah tepat, Orang orang kepo yang lewat mendadak menajamkan pendengaran mereka.
"kenapa?" tanyanya tidak peka.
"ikut denganku!" Seina menarik tangan Elena dan membawanya ke balkon. Tempat paling sepi dan aman untuk bolos setengah hari.
sepertinya bukan masalah besar kalau membolos sehari saja, jadi murid teladan memang sangat baik, tapi jika terlalu teladan mungkin kurang baik, karna sesuatu yang berlebihan itu memang kurang baik.
__ADS_1
"jadi, kenapa semuanya berakhir sejak SMP?" tanya Seina memulai pembicaraan barusan.
"Usia anak SMP sudah mulai beranjak dewasa, di situlah kita bisa merasakan adanya perasaan cinta, nafsu, dan ambisi. masalahnya, sejak kedatangan kakakku yang GAY itu, dia mulai memaksa Arkhan berhubungan dengannya tanpa sepengetahuanku"
"iwh" Seina bergidik ngeri, ternyata masih ada orang yang tidak normal seperti itu. Aneh tapi membuatnya semakin penasaran.
"karna selalu di paksa, akhirnya Arkhan menjadi terbiasa, bahkan saat kakakku kembali pergi ke luar kota untuk bekerja, Arkhan masih suka bermain solo di kamar mandi. Aku sering mendengar desahannya"
Seina langsung menutup wajahnya yang memanas, ia tak sanggup membayangkan lebih parah lagi.
"berhenti Elena, jangan di teruskan!" cegahnya benar benar tak sanggup. Dia sudah dapat menduga apa yang akan dijelaskan Elena selanjutnya.
"kau selalu saja menghentikanku di saat aku baru cerita setengahnya, aku memintamu untuk mendengarkan, bukan membayangkannya"
Tak bisa di hindari, saat kita mendengar kisah orang lain, tentu imajinasi kita bermain untuk dapat merasakan posisi orang yang bercerita. (itu menurut saya😂)
"langsung intinya saja" pinta Seina tak mau bertele tele.
"aku mulai tak tahan dengan sikapnya, aku fikir aku bisa membencinya, karna itu aku ingin menukar posisiku denganmu, tapi ternyata tidak, aku cemburu setiap kali melihat dia mendekatimu aku ingin merebut dia kembali"
Terang terangan sekali, tapi Seina suka itu. diapun menepuk pundak Elena dengan tegas.
"sejak awal aku memang tidak pernah menginginkan dia Elena, ambil dia kembali, karna aku sudah punya seseorang yang ku sukai" jelas Seina.
Kedua gadis itu tak menyadari jika Alzyland sedang menguntit mereka, seulas senyum tersirat di bibirnya saat mendengar pengakuan Seina. Meski dia tidak mengatakan siapa pria yang dia sukai itu, Tapi alzyland tahu, jika Arkhan bukan orang yang di sukainya.
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...