
Setelah istirahat sejenak, Seina langsung pergi ke dapur, di susul oleh Alzyland yang turut membantu. Maka Seina menyuruhnya untuk menyerut kelapa, sementara ia siapkan yang lainnya.
"ini mudah, berapa banyak kau bisa mengambil keuntungan dari berjualan es ini?" tanya Alzyland fokus menyerut kelapa.
"aku? Tentu saja banyak, sekali pendapatan adalah seminggu uang jajanku"
Alzyland berdecak tak percaya. "benarkah?"
"iya, ini sangat menguntungkan"
"hebat, semoga kau jadi pengusaha yang sukses"
"semoga saja" senyum Seina penuh harap. "tapi aku tidak tahu, setelah lulus sekolah nanti, apa aku masih bisa menitipkan daganganku pada ibu kantin atau tidak" lanjutnya.
"kenapa tidak? milik orang itu tidak akan tertukar Seina, aku akan selalu ada dan mendukungmu, jadi semangatlah" senyumbya menyemangati.
Bola mata itu seolah memancarkan sinar kebahagiaan, membuat hati siapapun akan damai setelah melihatnya.
Merasa dirinya di tatap terlalu dalam, Alzyland jadi salah tingkah, wajahnya memerah seperti tomat, lalu menggaruk garuk tengkuknya yang tak gatal.
"jangan menatapku seperti itu"
"kenapa?"
"bagaimana kalau aku tidak bisa berpaling?"
"kalau begitu jangan berpaling"
Alzyland mendongak dan kembali menatap Seina, mata yang siap untuk bertatapan, mata yang mengambil alih untuk bicara.
Tatapan itu semakin dekat, tanpa jarak, deru nafas Alzyland yang berhembus ke bibirnya membuat kelopak mata Seina langsung terpejam, siap untuk menyambut bibir lembutnya.
__ADS_1
Namun bibir itu tak kunjung sampai, Seina kembali membuka kelopak matanya dan melihat wajah Alzyland yang memucat.
"Al, kenapa?" tanya Seina khawatir, bisa bisanya ia berfikir mesum tadi. Pengaruh siapa itu sebenarnya?
Bruk!
Tanpa menjawab, Alzyland langsung jatuh ke pelukannya, meringis sambil memeluk erat Seina.
"kenapa Al?"
"akhir akhir ini dadaku sering sakit mendadak"
"apa sudah di periksa?"
"tidak mau, aku tidak mau mendengar hal buruk dari dokter, dokter selalu saja membawa kabar paling buruk, aku benci itu"ocehnya.
"jangan seperti itu, Dokter adalah obat terbaik, ayo ke runah sakit bersamaku" nasihat Seina menepis fikiran buruk Alzyland.
"tidak ada obat yang lebih baik selain dirimu, peri hujan ku" bisiknya di telinga Seina.
Alzyland tidak menyahut lagi, ia masih betah berada dalam pelukannya, serasa ingin menghentikan waktu detik ini juga, tapi tak bisa, sekarang malam sudah hampir tiba, ia harus pulang sebelum membuat ibunya khawatir.
tapi sebelum itu, ia lepaskan pelukannya, beralih menggenggam tangan Seina yang mungil.
"Seina, apa kau mau jadi milikku?"
Seina yakin ia tak salah dengar, Alzyland mengungkapkan cintanya lebih dulu, dan ternyata mereka saling mencintai.
"aku? Milikmu?" tanyanya memastikan.
"aku akan sangat senang kalau kau bersedia"
__ADS_1
"tentu saja" senyum Seina tanpa keraguan.
Mereka pun saling menatap dalam, memulai hubungan baru dalam ikatan sebuah cinta.
...-------SKIP------...
Langit malam ini terlihat cerah, bulan menampakan wujudnya bersama kelip bintang.
Seina siap pergi untuk makan malam di rumah Elena, yah, setidaknya hubungan mereka beranjak membaik, Walau Seina masih merasa bersalah karna menamparnya waktu itu, tapi Elena tetap datang dan mereka saling memaafkan, begitulah fikirnya.
Cekrek!
Seina mengunci pintu sebelum pergi, namun baru saja ia hendak beranjak, Ana datang dengan tatapan yang tak suka.
"malam malam begini, mau kemana?"
Dengan polosnya Seina tersenyum, "ke rumah Elena, dia mengajakku untuk makan malam bersamanya"
"kau memaafkan dia setelah apa yang telah dia lakukan padamu? Setelah dia menjerumuskanmu dalam nafsu bejat lelaki itu?" Ana mulai memprovokasi.
"Ana, manusia bisa berubah, kami sudah saling memaafkan dan menerima kesalahan satu sama lain"
"jadi polos itu menyakitkan Seina, aku peringatkan untuk tidak pergi, kalau kau tidak ingin menyesal" ucapnya lagi.
Seina menggelang pasti, "Elena orang pertama yang lebih dulu menjabat tanganku sebelum dirimu, jadi jangan jadi penengah pertemanan kami"
Seina langsung pergi tanpa menyadari jika perkataannya itu menyinggung Ana cukup dalam.
......................
...****************...
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...