Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
22. Jadi, kakek itu adalah....


__ADS_3

Gemericik hujan di petang ini membuat suasana terasa mistis, sekarang sudah tidak ada siapapun di sekolah kecuali petugas sekolah yang diharuskan tinggal untuk menjaga keamanan.


Wajah Alzyland memucat, dia tidak bicara sama sekali sejak tadi.


"kita pergi! Tinggalkan saja kakek pikun ini" tanpa rasa kasihan Arkhan menarik tangan Seina.


"pergilah kalau tidak ingin membantu, ku mohon, kau tau jika ingatannya bermasalah, aku tidak akan meninggalkannya sendirian, terima kasih untuk hari ini, kehancuran dalam hidupku lengkap karna dirimu, semoga nasib sial selalu menimpa dirimu"


Akhir kalimat Yang Seina ucapkan sedikit menyentil hati kecil Arkhan, dia si pemaksa itu kini diam membeku begitu melihat kepergian Seina dengan Alzyland yang ada dalam rangkulannya.


...-------SKIP------...


Siap tak siap, Seina merasa harus bertanggung jawab mengantarkan Alzyland ke rumahnya dengan selamat. Apapun yang ibunya katakan nanti, dia harus mempersiapkan dirinya untuk ditampar dan di cap buruk.


Mereka sudah ada di depan pintu besar kediaman Alzyland, sepertinya raksasa saja bisa masuk melalui pintu sebesar ini, apa kabar dengan dalamnya? Pasti mewah.


Saat Seina sedang kebingungan mencari dimana letak bel rumahnya, pintu besar itu tiba tiba terbuka dan memperlihatkan Aletha dengan mata sembab habis menangis.


"ibu!!"


"kamu membuatku khawatir Sayang" Aletha bernafas amat lega, di peluknya putra tercintanya itu erat erat.


"aku tidak apa apa Bu, jangan khawatir, hanya terjebak di kelas saja!"


"terjebak?"


"iya, ibu tak usah fikirkan itu!"


Aletha melirik pada Seina yang wajahnya sudah menegang.

__ADS_1


Merasa diperhatikan, gadis itu langsung membungkuk. "a aku tidak bermaksud apa apa Bu, aku ke sini hanya mengantarkan Alzyland karna tadi wajahnya pucat sekali" jelasnya.


"ayo masuk dulu, kita bicarakan ini di dalam"


" ah tidak tidak" Seina langsung melambaikan dua tangannya sebagai penolakan keras. "maksudku, ini sudah hampir malam, aku harus pulang"


Aletha tersenyum tipis dan mengangguk, ternyata dia bukan tipe orang yang pemaksa, Seina terlalu berfikir buruk tentangnya.


Akhirnya setelah berpamitan, Seina segera pulang, dan betapa terkejutnya saat melihat Rumah kecilnya itu sudah rapi, genteng yang menjadi sumber masuknya air itu kini sudah diperbaiki, Ada makanan juga di atas meja.


"aku selalu tidak sempat mengucapkan terima kasih padamu bibi" gumamnya langsung saja mengira jika ibunya Ana yang melakukan ini.


Malam ini pun ia bisa tidur dengan nyenyak setelah membuat Es Jelly, Seina tidur lebih awal dengan harapan semoga keberuntungan akan menjadi miliknya besok.


"jika saja kakek itu tidak datang tadi, aku bisa mati terkutuk disana" gumam Seina merasa ngeri jika saat ini mereka masih terjebak di kelas kosong itu.


"aku harus berterima kasih padanya besok!"


Ternyata sesuai harapan, Pagi ini semua berjalan lancar, tak ada siapapun yang mengganggunya.


"Seina!" panggil Elena saat Seina hendak masuk ke.kelasnya.


"ada apa?"


"Apa kemarin kau dan Arkhan terjebak di kelas kosong itu?"


"kata siapa?"


"Arkhan yang bilang"

__ADS_1


Seina mengangguk pelan, "Aku tidak bermaksud menghianatimu, tapi dia..."


"aku tau" Elena memotong pembicaraannya.


"apa dia masih memintamu untuk memuaskannya?"


Elena menggelang, harusnya dia senang, tapi malah terlihat kecewa.


"bagus kalau begitu, Semoga cintanya bisa murni, biar aku yang menanggung semua konsekuensinya"


Elena menggigit bibir bagian baeahnya, mendadak hatinya gelisah, ada rasa bersalah dimatanya.


"sepertinya aku salah memilih korban" batinnya .


"ah iya, aku lupa sesuatu" Ucap Seina mengingat sesuatu, Ia langsung saja berlari menuju gerbang depan, dimana pak penjaga ada di sana. Ya, untuk menayakan tentang kakek kemarin.


"permisi pak, aku mau bertanya"


"ya, ada apa nona?"


"siapa kakek yang punya jadwal kebersihan hanya di hari selasa saja?"


"oh Kakek Suji non!"


"iya, aku ingin berterima kasih padanya karna kemarin beliau sudah menolongku, tolong sampaikan salamku padanya kalau selasa depan beliau masuk Pak"


Pak penjaga malah bengong. "Maaf non, tapi beliau sudah meninggal sejak lima tahun yang lalu"


"Apaaa?" Tanyanya sedikit berteriak, tidak.percaya, tidak bisa mencerna ucapan pak penjaga, saat ini ia terkejut sekaligus bdannya langsung melemas seketika.

__ADS_1


Jadi, Kakek yang menolongnya kemarin itu adalah.....


__ADS_2