
Hari hari Seina berjalan seperti biasa, Namun ada yang berbeda di musim hujan ini. Yang tadinya ia selalu merenung sedih dalam keputus asaan. Kini ada teman yang mengelilinginya.
Elena dan Ana, dua orang dengan karakter yang sama. Mereka mulai dekat sekarang. Seperti saat ini, ketiganya tengah menghisap es Jelly sambil melihat para lelaki bermain basket di jam istirahat.
"Siapa laki laki yang paling putih diantara mereka semua?" tanya Elena tak lepas pandangan dari Alzyland, yang begitu lincah dalam bermain.
"dia murid baru, teman sekelasku, namanya Al" jelas Ana mendahului Seina yang hendak bicara.
"seperti apa orangnya?" Tanya Seina ingin tahu apakah penilaian Ana akan sama dengannya atau tidak.
"aneh, dingin, pemaksa, dan yang paling aneh, dia itu sangat pelupa, bahkan dia tidak mengenali motornya sendiri, sehingga selalu menanyakannya pada orang lain"
"bagaimana bisa?" Tanya Elena.
"aku juga tidak tahu, dia itu tidak mau berteman ataupun bicara dengan siapapun"
Seina mengerutkan alisnya tajam, dia jadi penasaran tentang pria itu. seolah olah dia tidak pernah mengingat siapapun dalam dirinya.
Dugh!
tiba tiba saja sebuah bola mengenai kepalanya, Seina sedikit terjengkang dan kepalanya mulai pusing.
"kenapa tidak menghindar?" tanya Elena yang sebenarnya sudah memperingatkan Seina untuk menghindar, namun dia malah melamun.
__ADS_1
Pelaku yang tak sengaja melempar bola itu segera datang untuk mengambil bolanya dan meminta maaf, pria itu tak lain adalah Alzyland.
"maaf" uacpnya singkat.
Seina masih diam, pandangannya mulai mengabur, dan detik berikutnya ia jatuh tak sadarkan diri.
...---------SKIP--------...
Seina terbangun di Ruang UKS bersama Alzyland yang duduk memandanginya.
"Seina, kau baik baik saja?" tanyanya terdengar khawatir.
"kau mengingatku?"
Seina merengut. "Aku Seina, orang yang menolongmu saat kecelakaan itu, dan minggu lalu kita berangkat bersama di pagi dengan hujan deras dan penuh kilat, ah kau juga pernah bilang agar aku selalu menyapamu kalau kita bertemu, katamu kau selalu melupakan hal penting dan katamu juga, aku ini orang yang penting"
Kali ini Alzyland yang berfikir keras, berusaha mengingat apa yang di ucapkan Seina, tapi nihil, dia tidak ingat apapun, malah kepalanya yang berdenyut sakit saat ia berusaha mengingat sesuatu.
"aku tidak ingat"
"bagaimana jika kita mulai berteman?" Seina membuka diri terlebih dahulu padanya.
"tidak mau!"
__ADS_1
"baiklah, kalau begitu aku saja yang jadi temanmu"
"terserah" Ketusnya langsung saja pergi.
Dan sejak kejadian hari ini, hari seterusnya Seina terus bicara pada Alzyland, tentunya saat dia sedang kelihatan sendiri, karna saat dirinya sedang bersama teman temannya yang lain, atau para gadis yang juga berusaha mendekatinya, Seina tak akan ikut campur.
Dia sadar diri, mereka yang cantik saja masih Alzyland tolak, apalagi dirinya. Rasa sukanya pada pria itu hanya sebatas penasaran.
Lagipula Seina sudah dapat membedakan, jika perlakuan pria itu padanya sedikit berbeda dari gadis lain.
-
-
-
Mohon maaf untuk segala kekurangan dalam penulisan, soalnya bukan penulis pro, bukan menulis karna mengejar pendapatan, tapi karna satu hal, yaitu gabut but but, dan karna hobi aja sih😅, ada yang ikut baca syukur. Ada yang komen juga alhamdulilah.
😅
T E R I M A K A S I H...
I L O V E Y O U....
__ADS_1