
...Mohon maaf ini eps kebalik, jadi silahkan baca eps 29 dulu...
Hujan perlahan turun, kini keduanya sudah tiba di rumah, Seina langsung menyiapkan segelas teh hangat untuk sang ibu.
"kamu tinggal sendirian sayang?" tanya Ibu merasa iba.
"iya, aku sendirian" jawabnya.
"ayo ikut bersama ibu, kamu akan tinggal di tempat yang layak dengan semua kebutuhan yang kamu perlukan"
Seina menggelang, dia benar benar sudah terbiasa sendirian, walau ibu sudah pulang, kenapa rasanya tidak sebahagia yang dibayangkan?, apa karna Seina belum bisa menerima kembali sosok ibu yang meninggalkannya itu?
"12 tahun ku jalani hidup sendirian, aku jadi merasa canggung, Bahkan aku tidak mengenali ibuku sendiri" jelasnya merasa bodoh.
"kau sudah besar sekarang, sudah seharusnya kau mengerti" Ibu mulai bercerita.
__ADS_1
"Maafkan ibu, Ibu meninggalkanmu bukan karna sengaja malam itu, saat ibu mengatakan akan membelikan minuman untuk kalian, Ibu terpaksa harus mencuri makanan karna tidak punya uang, ibu ingat kalian lapar, kalian belum makan sejak pagi, tapi sayang, ibu ketahuan mencuri dan langsung di bawa ke kantor polisi oleh massa, ibu di introgasi polisi, tapi tiba tiba, seorang pria datang menolong ibu dan tidak membiarkan ibu di penjara, dan sejak saat itu ibu bergegas untuk menemui kalian, tapi kalian sudah tidak ada di sana" Ibu menghentikan sejenak ceritanya untuk melihat reaksi Seina yang memperhatikannya dengan air mata terbendung.
"lalu, pria itu mengajak ibu pulang ke rumahnya, dia menikahi ibu, memberikan ibu kehidupan yang layak, Tapi setiap kali Ibu hendak makan, setiap kali ibu hendak tidur, Ibu selalu menangis karna teringat kalian, seharusnya kalian merasakan kebahagiaan seperti Ibu juga, lama ibu mencari kalian, dan akhirnya Tuhan mempertemukan kita lagi dalam sebuah kebetulan" jelasnya panjang lebar.
"Ibu..." Seina langsung berhambur memeluknya.
Ia salah sangka, ternyata ibunya tidak jahat, Ibu peduli padanya, ibu sayang padanya, dia datang dengan cintanya. Di hari ibu yang spesial ini.
...-------§***ĶÏP***-------...
Bahkan ini terlalu pagi untuk memulai hari.
"tinggalkan semua barangmu, ayo pulang bersama ibu sayang" ucapnya lembut.
Seina terdiam, menatap rumah kecil tak layaknya yang memiliki begitu banyak kenangan bersama sang kakak.
"tidak bu, Aku tidak akan meninggalkan rumah ini, Kakak sangat bekerja keras untuk membelinya"
__ADS_1
"tapi Seina, ibu tidak bisa meninggalkan pekerjaan ibu dan suami ibu di sana, kamu harus ikut"
Seina tetap menggelang, lalu ia menggenggam kedua tangan ibu. "Jangan biarkan pekerjaan ibu tertunda karna aku, kalau memang ibu sudah menemukan kebahagiaan, maka nikmatilah, aku tidak akan pergi, aku akan tetap disini, ibu bisa mengunjungiku kapan pun ibu mau"
Ibu begitu terpana mendengarnya, Seina kecil yang begitu cengeng dan rapuh, sekarang dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa.
"Ibu janji, ibu akan menemuimu lagi setelah membereskan semuanya, dan kita bisa bercerita lebih banyak lagi nanti" senyumnya memberi harapan besar pada Seina.
"Tapi bu, jangan lupa datang ke sekolahku lusa, semua orang tua siswa di undang untuk melihat penampilan kami di atas panggung nanti"
Ibu mengulum senyumnya. "ibu pasti akan datang, Ibu pergi ya nak, sampai jumpa lagi"
Cup!
Ibu langsung saja pergi setelah memberi kecupan singkat di dahinya, dia seperti sedang buru buru, dan pertemuan mereka seolah terdesak oleh waktu.
__ADS_1
Entahlah, Masih ada tanda tanya besar di hati Seina tentang kembalinya sang ibu, tapi seperti yang dia katalan, ibu akan kembali dan mereka akan menghabiskan waktu bersama.