Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
60. melepaskan ego!


__ADS_3

Sebelum tiba di rumah Ana, Seina meminta waktunya sebentar untuk menemui Arkhan yang tengah bekerja, walau masih aneh dan gila, pria itu terlihat begitu giat dan memiliki sedikitnya perubahan.


"hey!" sapanya teramat senang saat sang pujaan hati datang menemuinya. Tapi sedikit canggung karna ada Ana termasuk Elena.


"kapan kamu selesai bekerja?"


"petang nanti, kenapa?, kau butuh sesuatu?"


Seina tersenyum tipis. "apa kau bisa melakukan satu hal saja untukku?"


"apapun itu"


"sehari ini saja, tolong ikut bersama kami"


Sontak, ucapan Seina itu membuat Ana terkejut bukan main. Dia sama sekali tidak senang, Arkhan tidak ada dalam list undangannya.


"bersama mereka?" tanyanya dengan nada yang tak enak di dengar.


"aku tidak bisa, kenapa kau harus mengajak orang seperti dia? Aku hanya mengajakmu dan Elena saja" tolak Ana tegas.


Baik Arkhan, Ana, Ataupun Elena tidaklah setuju, mereka saling semprot satu sama lain. Dan kembali, Seina yang harus melerai mereka.


"teman teman, tolong singkirkan sebentar saja ego kalian, kita semua pernah saling mengenal, memang tidak begitu baik, tapi setidaknya kita berusaha untuk membuat akhir yang bahagia dengan kelulusan kita ini, karna di waktu yang akan datang, kita pasti akan di pisahkan dengan kesibukan masing masing"


Ucapa Seina menjadi renungan bagi mereka, dan setelah berfikir lagi, mereka akhirnya setuju.

__ADS_1


Sekarang, tinggal langkah terakhir , yaitu pergi ke rumah sakit, mengunjungi Alzyland yang kembali terbaring lemah, padahal kondisinya beberapa waktu lalu sudah membaik, Seina berbincang dengannya. Tapi hari ini, dia tidak membuka matanya sedikit pun ataupun menggerakn jemarinya.


"untuk apa kalian datang kemari?" Aletha menyambut mereka tidak ramah.


"tolong, ixinkan kami mengucapkan salam perpisahan pada Alzyland bu" Ana memohon begitu dalam.


"sebentar saja!"


Setelah dapat persetujuan, baru mereka berani mendekat, lain hal dengan Arkhan yang semakin melangkah mundur.


Karna perbuatannya, Alzyland jadi terlihat menyedihkan begitu, sepertinya ia memang sudah sangat keterlaluan, otaknya sudah di kuasai oleh nafsu.


"apa Alzyland, satu satunya milik Anda, nyonya?" tanya Arkhan setelah berfikir lama untuk memberanikan bertanya.


Miris!


mendadak Arkhan dapat sebuah bisikan kebaikan, ia berjalan menghampiri Aletha dan bersujud di kakinya.


"anda boleh memenjarakan saya, tapi hanya dengan satu syarat, yaitu, setelah ibu sayantiada!"


Angin darimana yang meruntuhkan egonya itu? Sungguh, tuhan mudah sekali membolak balikan hati manusia.


"tidak perlu, saya hanya mencoba meyakini satu hal, kalau Semua orang akan hidup sesuai pengorbanan mereka selama di dunia, dan jika kita banyak berkorban, maka balasannya adalah kebahagiaan yang tak terbatas"


Seina tertegun mendengar kalimat itu, kata yang pernah ia ucapkan pada Alzyland, yang sepertinya Aletha dengar secara diam diam sebelum ia masuk ke kamar rawatnya.

__ADS_1


"begitu juga sebaliknya, jika kita hanya bisa menghancurkan kehidupan orang lain, maka balasannya adalah sebuah penderitaan yang tak terbatas" tambahnya terdengar mengerikan.


Terasa bagai kutukan bagi Arkhan, dan dia menyesal telah berada di sini.


"kalian pulanglah! Tak perlu lama lama ada di sini!" usirnya.


"Seina kita pergi saja!" ajak Elena mulai merasa tak nyaman.


Seina membasahi bibirnya, ia bingung, dan ingin berada di samping Alzyland lebih lama lagi, tapi seperti yang Elena rasakan, ia juga merasa tak nyaman karna sikap Aletha yang terasa menusuk bagai tombak yang terbuat dari es abadi.


Sebelum pergi, Seina lebih mendekat ke ranjang Alzyland, menggenggam jemarinya yang hangat dan terus menatap wajah pucat itu.


"aku ingin menjadi jantungmu!" ucap Seina terdengar oleh semuanya. "aku bersedia!"


"kalau aku tiada, dan kalian menemukanku, aku ingin hidup di dalam tubuhnya, camkan itu baik baik!" hatinya perih, saat mengingat ucapan kakek tadi.


Kalau iya hidupnya akan berakhir, Seina juga ingin melakukan pengorbanan yabg terakhir .


-


-


-


-

__ADS_1


__ADS_2