Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
65. Pulang


__ADS_3

Esok paginya....


-


seperti yang nenek katakan, esok pagi Seina tidak akan melihat Ranvir lagi, Sosok itu sudah berada di balik batu nisannya sekarang, harum semerbak kepedihan dari bunga yang baru ditaburkan meresap merasuki indra penciuman Seina.


sakit, perih, dan terluka begitu dalam, Itu yang dia rasakan saat ini. Di tambah keterangan dari kepolisian, kalau Ranvir harus menjalani hukuman ini, karna dia pemakai sekaligus pengedar nar koba.


Bukan tanpa sebab, semua terjadi karna kondisi perekonomian, lingkungan pergaulannya serta paksaan teman temannya.


"nenek fikir, uang yang Ranvir berikan pada nenek itu hanya hasil dari usahanya di Toserba, nenek tidak tahu kalau Ranvir mengkonsumsi benda terlarang sehingga menjerumuskannya pada hal yang sangat buruk" jelas nenek.


"Bagaimana mulanya semua itu terjadi?" tanya Seina.


Nenek menggelang, memberi tanda kalau dia tak mampu bercerita. Seina faham, dia mengangguk dan kembali memeluk sang nenek.


"Ayo ikut pulang bersama ku Nek!"


Nenek kembali menggelang. "Nenek mau tinggal disini, siapa yang akan mengunjungi makam Ranvir dan mendoakannya?"


"Lalu, siapa yang alan menjaga nenek? Aku mohon ikut bersamaku Nek, Kakak pasti tidak akan senang kalau melihat nenek sendirian"


"Nenek ingin menghabiskan waktu di sini, jikalau sang pencipta mengambil nenek kembali, maka tempat istirahat terakhir nenek ingin di samping cucu nenek"


Baik itu Seina, dan Elena juga Ana yang mendengarkan terbawa suasana, memang mereka tidak mengerti apa yang terjadi seluruhnya. Tapi kisah nenek dan cucunya itu terdengar begitu pilu.


"Pulanglah Nak, bukankah kamu harus menjalani hidupmu disana? bersama pria yang selalu kamu ceritakan itu?"

__ADS_1


Seina tertunduk dalam, jadi nenek juga membacanya sebelum memberikan surat itu pada Ranvir.


Seina merasa bodoh, ia begitu banyak bercerita soal Alzyland dan si brengsek Arkhan, sedangkan Seina tidak menyadari kalau Ranvir di sini, merasa terkhianati.


Seharusnya Seina faham, bahwa dari pelukan Ranvir malam itu, dia memiliki perasaan yang terpendam padanya.


Ranvir mencintainya?


Kenapa Dia mengatakan itu di detik terakhir hidupnya? Membuat Seina tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.


...-------SKIP------...


Sudahlah, lupakan saja, jangan ingat apapun, jangan bahas apapun, Seina tak ingin dengar apapun atau merancang takdir kembali.


Dia hanya menunggu waktunya habis,


"Seina, makanlah sesuatu!" Elena menyodorkan sebuah roti dan menyimpannya di pangkuan Seina.


"Aku tidak lapar" ucapnya lemah. Wajah itu sudah pucat pasi.


"Makanlah sedikit saja!" Elena mengambil kembali roti di pangkuan Seina, membukakan bungkusnya dan menyuapinya.


"aku mohon, lupakan semuanya, masa depanmu masih panjang, akan ada banyak bahagia yang menunggu untuk di jemput!" bujuknya.


"benar, kamu tidak akan sendirian lagi, sekarang kita adalah temanmu, kita bisa menjadi teman hati, kita bisa berbagi luka dan kebahagiaan" tambah Ana menyemangati.


Seina yang mudah dibujuk itu segera melahap roti di tangan Elena, memakannya habis dan memaksakan senyumnya.

__ADS_1


"Terima kasih teman teman, aku senang bisa mengenal kalian"


Berpelukan lagi, menangis lagi, terluka lagi, mereka amat sangat menyesal telah menambah beban hidup Seina.


"jadi, bagaimana hubunganmu dengan Lily?" tanya Seina tiba tiba.


"aku sudah memutuskan hubungan persahabatan kita"


"kenapa?


"seperti yang kau tahu, dia bukan gadis yang baik, sangat angkuh, sombong, dan keras kepala"


Seina terkekeh, "bagaimana kau bisa jadi sahabatnya?"


"aku kesepian, setelah Arkhan tak bisa diajak bicara baik baik, aku butuh teman lain, seandainya jika kau duluan yang datang dalam hidupku, aku pasti tidak akan sejahat itu, padahal aku mengenal Lily di awal tahun ke tiga sekolah, tapi..." Elena menggantung kalimatnya. "ah Sudahlah, lupakan saja" ucapnya lagi.


"tidak masuk akal, memangnya tidak ada yang mau menemanimu di sekolah?"


Elena terkekeh. "tidak ada, dulu aku seperti Seina, jadi incaran perundungan, lalu Lily datang dan disitulah kami mulai berteman, dan baru kusadari kalau ternyata dia berteman denganku hanya untuk memanfaatkanku saja"


Ya, terserah saja, mau memberi alasan seperti apa, Yang penting sekarang, mereka tersadar dari kesalahan masing masing.


...-------SKIP------...


......................


...****************...

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2