Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
58. hari perpisahan


__ADS_3

beberapa hari setelah ujian......


Hari ini adalah hari perpisahan, setelah melewati penatnya hari hari selama sekolah, tiba saatnya penat itu di akhiri oleh perpisahan yang cukup indah, menyenangkan, sekaligus menyedihkan, dimana suasana pagi ini begitu haru biru, tangis kebahagiaan dan kesedihan sulit di bedakan.


...Tiga tahun telah kita bersama......


...Jalani kisah yang indah......


...Bersama t'lah di lalui semua,...


...Suka duka t'lah kita rasa,...


...Bagiku, kau teman terbaikku...


...Tempatku tuk berbagi luka....


...Namun kini ku rasa aku resah...


...Karna kita akan berpisah...


...Selamat tinggal teman temanku...


...Kita berpisah untuk selamanya...


...Ingatlah pabila bertemu nanti...


...Mohon jangan lupakan aku...

__ADS_1


Seorang siswi cantik yang dikenal sebagai siswi terpopuler itu bernyanyi di atas panggung dengan suara merdunya, tampak menghayati lagu tersebut, teman temannya pun ikut naik ke atas panggung seraya menangis dan saling berpelukan.


Sedih bukan?


Tapi Bagi Seina, dia hanya berdiri di pojokan, memeperhatikan acara dengan seksama, sesekali ia tersenyum dan melambai saat ada teman teman yang menyapanya sekilas.


Tak ada yang bisa Seina ajak bicara, senasib sekali dengan teman teman toxic nya, namun mereka punya orang tua, setidaknya orang tua mereka yang mereka ajak bicara.


Ah, iri sekali dia, ingin cepat cepat mengakhiri acara perpisahan ini rasanya.


Seina hanya bisa menatap ke langit, orang yang sayang padanya sudah berada di atas sana, tak bisa Seina peluk, tak bisa Seina sentuh, hanya bisa tersenyum dengan secercah harapan yang dia punya.


Tapi tiba tiba saja, dua temannya yang baru berbaikan beberapa minggu lalu datang padanya.


"Seina!!" seru mereka berhambur ke dalam pelukannya.


"aku tahu, tidak ada kenangan indah dalam hidup kita! Tapi aku tidak tahu, kenapa aku bisa menangis" jelas Ana tak bisa nenahan air matanya.


"karna, kenangan kita baru saja akan di mulai, semoga kita menjadi sahabat selamanya"


Ah, itu manis sekali, semoga yang mereka katakan akan terbukti suatu hari nanti.


"kita sambut, Lulusan terbaik di sekolah kita tahun ini, Seina Aurelia!!!"


Tiba tiba namanya di panggil, membuat mereka bertiga yang sibuk berpelukan dan menangis tiba tiba berhenti, berubah jadi sorakan dan tepuk tangan bangga.


"Seina itu kau!" ucap Ana sambil mengguncang bahu Seina penuh rasa bangga, tapi gadis itu hanya melongo tak menyadarinya.

__ADS_1


"aku? Aku kenapa?"


"kamu lulusan terbaik tahun ini, cepat naik ke atas panggung!" Elena menarik tangannya, menuntun Seina sampai ke atas panggung besar nan meeah tersebut.


Adik adik osis yang ramah, mempersilahkannya untuk menyampaikan sepatah dua patah kata atas pencapaiannya yang luar biasa dahsyatnya itu.


"sata.., Seina Aurelia, bisa berdiri di sini tidak lain karna sebuah perjuangan, bukan hanya pepatah yang mengatakan, tapi saya sudah membuktikan, kalau usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil"


Seina nenjeda kalimatnya untuk menarik nafas terlebih dahulu, siap akan sebuah kalimat panjang yang akan dia sampaikan.


"semua itu juga berkat orang orang di sekitar saya, mendiang kakak dan ibu saya, sahabat pena saya, teman hati saya, dan paling utama adalah musuh musuh saya, tanpa mereka, mungkin saat ini saya tidak akan pernah berusaha untuk menjadi lebih baik jika tidak adanya rintangan dalam hidup, dan saya meyakini satu hal, jika di dalam kehidupan itu selalu saja ada kemungkinan"


Seina pun mengakhiri ucapannya dengan ucapan terima kasih.


PROK


Prok


Prok


Tepuk tangan kembali bergemuruh untuknya.


Pertemuan, adalah awal dari sebuah perpisahan, tak mengenal tempat ataupun waktu, tak bertanya siap ataupun tidak, dunia hanyalah sebuah permainan kehidupan.


-


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2