Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
53. cinta dan benci


__ADS_3

Arkhan masih berada dalam pelukannya, Seina tak menolak atau membalas. Dia terdiam, membiarkan Arkhan melakukan apapun sesuka hatinya.


Lama lama pria itu pun mengangkat wajahnya dan kembali tersenyum. "kita harus secepatnya menikah Seina"


"aku tidak mau, begini saja, setelah anak ini lahir, kau harus memilih, aku atau kau yang akan menjaga bayi ini?" tanya Seina mulai tak berperasaan.


"kita!"


"tidak ada kita, hanya ada aku dan kau"


"itu akan menjadi kita, aku dan kau, sama dengan kita"


Seina menghela nafas berat, berusaha mengontrol emosinya, dia ingin tahu seperti apa reaksi Arkhan kalau dia berbuat lembut padanya.


"kalau begitu aku yang putuskan, setelah anak ini lahir, dia akan tinggal bersamaku, karna jika kau yang mengurusnya, dia akan menjadi kurang ajar seperti dirimu"


"jahat sekali" cibirnya tak sadar diri.


"pulanglah, dan jangan pernah kembali"


Pria itu mengangguk, dan kembali mengelus kepalanya di iringi dengan senyuman hangat, setelah itu pergi.


Aneh sekali!


Sikapnya itu sulit di tebak.


Saat keluar dari rumah Seina, Arkhan tak menyadari kalau Ana mengintipnya di samping rumah Seina.


"jadi, Seina hamil? ini sulit di percaya" batinnya.


...--------SKIP--------...

__ADS_1


pagi kembali tiba, Seina mengumpulkan semangatnya untuk menghadapi bulan akhir sekolahnya, ritual baru mulai pagi ini adalah meminum susu, walaupun Seina belum periksa ke dokter, tapi ia yakin kandungannya akan baik baik saja.


Tak ada niatan untuk membenci janin tersebut ataupun menggugurkannya, karna bagaimanapun yang di dalam tidaklah berdosa.


"baiklah, semuanya siap!" semangatnya begitu ia berhasil mengangkat termos berisi dagangannya ke atas sepeda.


"berikan itu padaku" sahut Ana tiba tiba datang untuk membantu.


"tidak perlu, aku bisa!"


"apa yang terjadi setelah aku pergi?"


Seina terdiam, tak ingin menjelaskan apapun.


"Alzyland koma di rumah sakit dan kau hamil?"


"darimana kau tahu?" tanya Seina cukup terhenyak.


"aku..."


"dan kau sedang mengandung anak pria bejat itu, Seina aku kasihan padamu, kenapa kau tidak balas dendam saja? Aku siap membantu!" Ana tidak bermaksud untuk menyulut sumbu dengan api, sungguh, dia hanya ingin membantu.


"tidak, itu tidak baik, setiap kali aku melakukan kejahatan, hatiku selalu gelisah, aku tidak bisa Ana" tolak Seina membuat Ana memalingkan wajahnya sebal.


"terserah!" ia menarik paksa dagangan Seina dan membawanya pergi.


Dia termenung, di dalam fikirannya riuh sekali, apalagi saat memikirkan kondisi Alzyland, yang saat ini masih tak sadarkan diri.


"benar, aku harus ke rumah sakit hari ini" gumamnya seraya melajukan sepeda, dia berniat menjenguk Alzyland pulang sekolah nanti.


Seperti biasa, saat melewati sebuah tempat yang hendak di bangun, Arkhan sudah berdiri dan menghentikan sepeda Seina.

__ADS_1


Kulit pria itu semakin gosong karna selalu terbakar sinar mentari, Seina yakin jika dia belum seminggu bekerja jadi tukang bangunan.


"ambilah!" ucapnya memberikan sebuah kantung berisi makanan.


Seina menggelang, itu pasti jatah sarapannya. Bagaimana dia bisa bertenaga kalau memberikan makanan itu padanya.


Tapi Arkhan malah menyimpannya di keranjang sepeda Seina, sambil tersenyum ia berkata. "kalau mau sesuatu, katakan padaku!"


Cup!


Sentuhan terakhir ia kecup dahi Seina dengan lembut, lalu pergi untuk memulai pekerjaannya.


"Arkhan!" panggil Seina turun dari sepeda. begitu Arkhan berbalik, Seina berlari dan menabrakan dirinya pada dekapan pria itu.


BRUK!


Tak ada yang Seina katakan, dia telah menelan ludah sendiri, bukan tak tahu malu, hanya saja tak ada bahu yang bisa jadi tempatnya bersandar saat ini selain bahu musuhnya itu.


Arkhan tidak sebejat yang Seina fikirkan, dia masih punya cinta yang tulus, hanya tertutup oleh sifat arogannya itu.


Lama Seina memeluknya, sampai dia puas, setelah itu melepas pelukannya dan pergi tanpa mengatakan apapun.


Senyum Arkhan terukir halus, dia tahu kalau perasaannya mulai terbalas.


"aku tidak jahat kan?..."


...OOOOOOOOOOOOOOOOO...


...OOOOOOOOOOOOOOOOO...


...OOOOOOOOOOOOOOOOO...

__ADS_1


__ADS_2