
"menikah? Denganmu?" tanya Seina dengan nada tak enak di dengar.
"Aku tidak ingin kakek pikun itu mendahuluiku, jadi kita menikah sekarang" Arkhan memainkan helai rambut Seina penuh cinta.
"dasar gila" cibir Seina langsung mendapat kecupan manis dari Arkhan.
"kata terlarangmu adalah Gila, jadi berhati hatilah, setiap satu kata Gila yang keluar dari mulutmu, adalah satu ciuman!"
"aturam darimana itu?"
"dariku!"
"dasar pria gila" dengus Seina dalam hati.
CUP!
Tiba tiba satu ciuman lagi mendarat di bibirnya.
"termasuk mengatai dalam hati!" seringainya.
Seina mengerutkan alisnya, "kenapa dia bisa tahu?" batinnya.
"karna aku bisa mendengar isi hatimu"
"omong kosong, pergi sana!" usirnya.
Arkhan kembali memasang senyum mesum, dia mendekatkan bibirnya ke telinga Seina dan berbisik dengan suara seksi.
"mau merasakan punyaku?"
"Dasar sinting, Pria gila, tidak ta-mmpp" kalimatnya terpotong saat Seina mengucapkan kata terlarangnya, mulutnya langsung di bungkam oleh bibir Arkhan.
"katakan lagi!"
__ADS_1
Kalau sedang uji nyali, Seina memilih untuk melambaikan tangan tanda menyerah, dia benar benar tidak tahu bagaimana cara menghajar pria satu ini.
"jangan marah begitu, mungkin wanita lain terlihat cantik dan menggemaskan kalau marah, tapi kamu terlihat seperti monyet"
Emosinya sudah melebihi batas, Seina langsung mencakar cakar Arkhan dan menggigit tangannya sekuat tenaga, beruntung dia belum potong kuku minggu ini, kuku kukunya masih tajam dan itu sukses membuat tangan Arkhan terluka.
"aku paling benci dirimu di dunia ini!" sarkasnya
GRAP!
Hanya dengan satu tangan Arkhan menghentikan amukan gadis itu, pipinya sudah basah karna air mata, sepertinya Arkhan sangat keterlaluan, karna itu dia memeluknya sebagai tanda perpisahan.
"menangis tidak ada gunanya, mau air matamu darah sekalipun, aku tetap tidak akan berhenti, camkan itu" bisiknya begitu kejam. Dia menggigit daun telinga Seina pelan, membuat gadis itu merinding, setelah itu Arkhan pergi begitu saja.
"Dasar Gila, pria gila, benar benar gila" teriak Seina setelah merasa kehadiran Arkhan sudah jauh dan tak mendengarnya, ia lelah terus menangis, tenggorokannya benar benar sakit. Kapan kah air matanya akan habis dan membuat dia benar benar tak bisa menangis lagi.
...-------SKIP-------...
Mentari bersinar begitu cerah pagi ini, tapi tak secerah hati Seina yang masih di landa kegalauan, ya, sekarang Arkhan memang tidak bersekolah lagi, tapi dia tetap akan datang ke rumah dan mengganggunya. Tidak ada kerjaan memang.
Saat sedang melamun sambil menyusuri koridor sekolah, seseorang melewatinya begitu cepat.
"Alzyland!" teriak Seina saat menyadari kalau orang itu ternyata temannya.
Alzyland berhenti dan berbalik. "siapa?" tanyanya dingin seperti saat ia kehilangan ingatan.
Jelas Seina jadi khawatir, ia langsung berlari menghampirinya. "kamu tidak ingat padaku?"
Alzyland hanya diam dengan tatapan tajamnya.
"tapi, kau bilang kau sudah sembuh, kau ingat semuanya, apa terjadi sesuatu pada kepalamu?" tanya Seina benar benar hampir menangis.
"padahal kita baru menghabiskan waktu bersama" ucapnya lagi sambil menundukan wajahnya.
__ADS_1
Tak ada suara setelah beberapa detik, tapi detik berikutnya Alzyland tertawa geli, merasa menang karna sudah menjahili Seina dengan berpura pura tidak mengenalnya.
"Maaf, aku hanya bercanda..." ucapnya masih terkekeh geli.
Seina cemberut, antara kesal dan lega. "lain kali bercandanya jangan begitu"
"iya maaf" cengirnya sambil garuk garuk tengkuk.
"hey, apa semalam bibirmu di gigit kecoa?" tanyanya saat menyadari kalau bibir Seina sedikit membengkak.
Seina jadi gelagapan, ia langsung menutup bibirnya dengan telapak tangan. Perasaannya jadi tak karuan saat mengingat Arkhan menciumnya sampai berkali kali malam tadi.
"coba lihat!, jangan di tutup begitu!" protes Alzyland sambil melepas tangan Seina yang menutup bibirnya.
"aku harus masuk kelas" elaknya berusaha menghindar. Namun Alzyland menahannya karna merasa ada sesuatu yang aneh di diri Seina.
"biarkan aku lihat dulu!"
"kamu sudah melihatnya tadi"
"kurang dekat, aku ingin melihatnya sebentar!"
Pria itu sudah memaksa dan berhasil melepaskan tangan Seina yang menempel di mulutnya.
Alzyland langsung menarik bibir Seina dan memperhatikannya begitu dekat, setelah itu ia menatap mata Seina penuh tanda tanya, membuat bola mata cokelat gadis itu bergerak ke sana ke mari, memperjelas kalau dia menyembunyikan sesuatu, karna tatapan mata tidak pernah berbohong.
"Maaf aku harus ke kelas" ucapnya sambil menepis tangan Alzyland dan pergi meninggalkannya.
Sedangkan pria itu diam, terpaku di tempatnya, mencoba menepis fikiran buruk tentang Seina, karna tidak mungkin, gadis sepolos dia bisa bertindak sejauh itu.
......................
...****************...
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...