
Seina yang merasa kepergok itu langsung saja berjalan menghampiri Elena Dan menarik tangannya lalu membawanya ke tempat yang sepi.
Seina membungkukan badannya sembilan puluh derajat, dengan mata terpejam penuh penyesalan.
"Kita baru saja berteman, tapi aku sudah berani lancang, marahi aku sekarang juga Elena" pintanya begitu merendah.
mendengar nada bicaranya yang rendah itu siapa yang akan terpancing emosi? Elena malah tertegun dan bawa perasaan. Dan inilah hasilnya jika api dibalas dengan air.
"aku tidak punya alasan untuk memarahimu, tapi aku ingin kita tukar posisi lagi"
"Apa maksudnya dengan lagi?" Seina mengangkat sebelah alisnya meminta jawaban.
Elena memegang kedua pundak Seina. "aku tau semuanya, tapi jangan khawatir, akan ku pastikan kalau Arkhan tidak akan mengganggumu lagi"
Kriing!
Kring!
Kring!
Bel tanda masuk sudah berbunyi, dan harus menyudahi pembicaraan Serius mereka.
...--------SKIP--------...
Kini, Pelajaran sedang berlangsung dengan khidmat, Semua murid fokus ke depan memerhatikan guru yang sedang bicara.
__ADS_1
"anak anak, sebentar lagi hari ibu, Ibu ingin kalian menampilkan sesuatu yang akan dipersembahkan untuk ibu kalian diatas panggung nanti" jelas Bu Sella seketika membuat sebagian siswa melontarkan beberapa usulan mereka.
"Bagaimana kalau kita membuat Drama bu?"
"bagaimana kalau menyanyi saja?"
"iya bu, lebih baik kita menyanyi"
Semua tampak antusias, namun bagi Seina hari ibu bukanlah sesuatu yang spesial, dimana saat ini ia tengah berfikir buruk tentang ibunya yang meninggalkan dirinya dan Vero malam itu.
...~Flashback~...
Kelip bintang dilangit seakan mengiringi kebahagiaan Seina waktu itu, dimana ia berkunjung ke pameran dan naik bianglala bersama ibu dan Vero, ayah tidak ada karna memang beliau sudah meninggal sejak lama.
"Ibu, malam ini aku senang sekali, terimakasih sudah membawa kami bermain" girangnya sambil memeluk Ibu penuh cinta.
Mereka pun duduk di kursi di bawah pohon yang sudah dihiasi lampu berkerlap kerlip.
"kalian tunggu disini dulu, ibu akan beli minuman untuk kalian" ujar sang ibu sambil mengelus keduanya.
"Jangan lama lama bu" ucap Vero
"iya, jaga adikmu Vero, jangan buat dia menangis, jadilah kakak yang baik ya, ibu sayang kalian"
kata itu ternyata adalah kata perpisahan, karna lama mereka menunggu, sampai malam larut dan tinggal mereka berdua di sana, Ibu tidaklah kembali.
__ADS_1
"Kakak, kenapa ibu tidak kembali? Kenapa ibu meninggalkan kita?" tanya Seina sudah panik, ia menangis meronta ronta sambil memukuli Vero yang saat itu juga berlinang air mata.
"Aku tahu ini akan terjadi, aku harap kau tidak membenci ibu Seina" Ucap Vero pada Seina yang belum mengeeti apapun saat itu.
...~Flashback end~ ...
Seina tidak pernah mengira jika malam itu adalah pelukan terakhir dari sang ibu, Tak pernah sedikitpun Seina merindukannya sejak ibu pergi karna waktu itu Ada Vero bersamanya. Tapi hari ini, Bu Sella kembali mengingatkannya pada ibu yang hampir saja hilang dari ingatannya.
"Seina, ibu bertanya padamu!" tegur bu Sella mengejutkan lamunan Seina.
"ah iya bu?"
"kamu mau menampilkan apa diacara hari ibu nanti? "
Seina menghela nafas beras. "mungkin puisi"
"pilihan yang bagus, semoga kamu bisa tampil sempurna di depan ibumu"
Ya, seandainya dia bisa, Seina hanya tersenyum pahit, Apa hanya dirinya yang bernasib seperti ini?
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...