Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
57. satu alasan


__ADS_3

perbincangan diantara keduanya sedang memuncak, berada di waktu yang paling asyik saat mengobrol, kecewanya pun semakin berat saat Seina harus mengakhiri obrolannya dengan Alzyland, kedatangan Aletha membuatnya undur diri saat itu juga.


"aku tidak bisa lama lama, aku harus pulang" pamitnya.


"Kau sudab mau pulang? Tapi kau baru saja tiba!" Alzyland merasa kecewa.tangannya refleks memegang tangan Seina.


"aku tahu, aku akan kembali lagi nanti!"


"sungguh?"


"sungguh!"


Setelah melihat adanya kesungguhan dari tatapannya , perlahan Alzyland pun melepas pegangan tangannya.


"permisi bu!" Seina membungkuk hormat pada Aletha yang tak mengacuhkannya.


Pasti dia benci sekali padanya, Seina dapat memaklumi hal itu, tapi mau bagaimana lagi? Semua sudah terjadi. Dan seandainya Seina memberitahu kalau saat ini dirinya hamil, dunia Alzyland pasti akan hancur berkeping keping. Dan Aletha juga bisa saja membunuhnya.


Fiuh! Itu pasti kacau sekali!


Hujan gemericik petang ini menghilangkan senja yang seharusnya datang, mega menghitam karna awan mendung.


"bahkan musim hujan belum berakhir kak, tapi kau sudah menghilang, aku merindukanmu" batinnya saat melihat hujan yang selalu mengingatkannya pada Ranvir.


...-------SKIP------...


akhirnya tubuh lelah Seina, berhasil sampai di rumahnya dengan selamat, bau masakan menyeruak dari arah rumahnya, tercium begitu lezat, menambah rasa lapar di perutnya.


Dengan langkah perlahan Seina masuk, menyaksikan seorang pria yang sedang menata masakan buatannya di meja makan.


Arkhan!

__ADS_1


Pria itu bisa memasak? Ah tentu saja, dia kan juga punya ibu, pasti dirinyalah yang selalu memasak untuk ibunya.


Seina terenyuh, inikah sisi lembut pria itu? Kenapa hatinya bisa meleleh? Selemah inikah hatinya? Sampai sampai dia ingin menangis.


"aku tidak akan marah, masuklah dan makan!" sahutnya saat menyadari Seina yang hanya berdiri di luar pintu. Terlihat seperti seorang anak yang takut di marahi ibunya karna pulang telat.


Cup!


Sambutan itu melayang di bibirnya sekilas, gemar sekali dia mencium bibirnya. Begitu tercandu candu.


"bicaralah sedikit, sejak tadi wajahmu cemberut begitu, mau mati ya?!" dengusnya mulai kesal karna sejak pagi tadi Seina tak mengatakan apapun


"pulanglah, jangan terlalu sering meninggalkan ibumu!" ucapnya


"kau mengusirku?" tanyanya dengan mata melotot.


"m maksudku, lebih baik kau pulang dan menjaga ibumu" Seina terbata bata, takut pria itu akan marah berlebihan seperti kemarin kemarin.


Seina melangkah mundur saat Arkhan mengambil ancang ancang untuk menerkamnya.


"t t tidak!"


"jangan berbohong!" langkahnya semakin dekat.


"a aku tidak bohong"


"kau tau apa akibatnya jika berani berbohong padaku? Katakan sejujurnya sebelum aku memaksamu!" ancamnya sukses membuqt Seina tak bisa mengelak lagi.


"iya"


"iya apa?"

__ADS_1


"aku menemuinya!"


BUGH!


Arkhan memukul tembok yang ada di samping Seina, membuat jantungnya semakin berdegup kencang.


Arkhan mencengkram kedua bahu Seina, dan melemparnya ke atas kasur, menindih tubuh gadis itu.


"apa dia pernah menyentuhmu?"


Seina menggelang cepat, Alzyland bukan orang yang mesum, kebersamaannya bersama Alzyland itu berasal dari hati, bukan nafsu, mendapat pelukan kehangatan saja sudah lebih dari cukup bagi Seina. Itulah mengapa dia menyukai pria itu.


"apa kau ingin pria itu mati?" tanyanya lagi.


"jangan..jangan melakukan hal macam macam padanya!"


"kalau begitu berhenti menemuinya, kalau aku tahu kau menemuinya lagi, dia akan hilang dari dunia ini!"


itu hanya kalau dia tahu kan? Berarti Seina harus lebih berhati hati untuk menemui Alzyland nanti. Pertanyaan tadi itu hanyalah jebakan, kenapa Seina bisa bertindak ceroboh.


"baiklah, jadi menyingkirlah dari tubuhku" Seina menendang tubuh Arkhan sampai terjengkang.


Ternyata setelah mengenal dirinya, Seina memiliki banyak perubahan, ia lebih sering bertibdak sarkasme di luar dugaan.


Dan itu membuat Arkhan senang...


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2