Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
46. ini bisa di sebut Ujian?


__ADS_3

Berapa lama air mata bisa mengalir? Air mata memang tidak akan pernah habis, tapi itu cukup menguras tenaga. Seina berharap bisa menghabiskan air matanya hari ini, tapi ia lelah, karna air mata itu sulit di hentikan.


Alzyland dan Ana yang masih ada di luar, menunggu dengan cemas.


"sudah ku bilang, sebaiknya kau pergi!"


" aku akan tetap di sini!"


Ana menghela nafas kasar, "aku akan biarkan kau menemuinya setelah keadaannya benar benar membaik, cobalah untuk mengerti!"


Pria itu mengalah dan pergi, menahan dadanya yang mulai sakit, entah kenapa dia bisa selemah itu saat di kejutkan dengan hal hal yang tak diinginkannya.


sementara Di dalam kamar, Seina menulis sebuah surat untuk Ranvir, teman hati yang bisa di percaya, sahabat pena yang selalu menjaga rahasia, tidak pernah membuatnya menangis selama ia mengenalnya, andai dia di sini sekarang, Mungkin Seina sudah menumpahkan tangis padanya.


Tapi, apakah di sana benar baik baik saja? Surat yang dia kirimkan beberapa waktu lalu masih belum terbalas, tapi Seina tak peduli, karna Ranvir pernah bilang.


Terus kirim surat padaku, dan aku akan membalasnya!


walau mata itu terus berair dan membuat penglihatannya kabur, Seina terus menulis sampai di kalimat terakhirnya.


setelah selesai, Seina kembali berbaring di ranjangnya, memeluk surat itu, dan kembali menangis di iringi dengan ocehan. Hingga akhirnya ia tertidur karna lelah.

__ADS_1


Apa ini gejala menuju gila? Apa dia akan kehilangan akalnya? Tolong, jangan sekarang! Seina masih ingin menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.


Mendengar jika di dalam sana sudah tenang, Ana yang masih menunggu di luar pun masuk, menatap Tubuh Seina yang berbaring dengan sisa air mata di sudut matanya, pakaian kusut, leher dipenuhi bercak merah, dan tangannya yang terluka, kini darah itu mengering dengan sendirinya.


Malang sekali nasibnya! Ini benar benar bukan kehidupan nyata.


Ana berjalan mendekat, mengambil kotak pertolongan pertama dan mengobati luka di tangan Seina, setelah itu menyelimuti tubuhnya dengan selimut lusuh yang ada di sana.


"Jangan terlalu mudah memberi hati pada orang lain, terkadang mereka tidak tahu bagaimana cara menjaga hatimu dengan baik" ucapnya seraya mengelus rambut Seina yang kusut, lalu ia pergi meninggalkannya.


...-------SKIP------...


Tampaknya, Ana benar benar sudah peduli pada Seina, di sekolah ia terus saja bengong, tidak fokus pada belajarnya, tidak menaanggapi obrolan temannya, terkadang telat merespon saat ia di tanya guru ataupun teman temannya. Karna yang ada di fikirannya saat ini hanyakah kondisi Seina.


"tidak ada yang baik"


"apa maksudmu? Jangan berkata seperti itu!"


"kau tidak mengerti!" Ana membentak kesal, kenapa rasanya ia sangat marah hari ini.


"kalau begitu jelaskan!" Balas Alzyland membentak juga, untung saja tak ada yang memperhatikan mereka karna semua yang ada di kelas fokus pada keseruan jam kosong mereka.

__ADS_1


Ana menatap jengah, air mukanya keruh, jelas dia tidak ingin menjelaskan apapun saat ini.


"jelaskan! Apa yang membuat Seina dalam kondisi buruk begitu? Apa dia di per kosa? Apa dia di culik? Apa di-"


Sret


Secepat kilat Ana menutup mulutnya agar dia tak mengatakan hal hal yang lebih buruk, walau dia tahu dia mengatakan itu karna sangat khawatir, dan Ana tahu, sejauh yang diperhatikan, Alzyland menyukai Seina.


"kau sungguh mencintainya?" tanya Ana tiba tiba.


"tentu saja!"


"kau masih mau menerimanya setelah kesuciannya di renggut orang lain?" tanyanya lebih dalam lagi. Jelas Alzyland juga tahu kalau Seina menangis karna dirinya sudah tak suci lagi. Tapi untuk pertanyaan itu dia terdiam cukup lama.


"kalau begitu jangan peduli lagi padanya, lupakan dia!, dia sudah cukup berurusan dengan lelaki yang tidak bertanggung jawab!" Ana mengambil keputusannya sendiri dan memilih untuk menghindari pria itu dengan ikut bergabung ke bangku anak anak yang sedang rumpi bersama.


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2