Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
67. Peduli


__ADS_3

Mentari bersinar sangat cerah pagi ini, musim panas kembali menyapa dengan kehangatannya. Mencoba memyingkirkan hati Seina yang masih mendung.


"Selamat pagi...Pemalas, aku pergi dulu!"


Cup!


Kecupan Arkhan yang menghantam dahinya membuat Seina terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.


"Dasar Gila!" umpatnya sambil melempar bantal di sampingnya ke arah Arkhan, namun pria itu keburu melesat pergi.


Untunglah, setidaknya Arkham sudah membuat dia terbangun, sehingga membuatnya tidak begitu terlambat untuk melamar pekerjaan pagi ini.


Kemarin, saat di perjalanan pulang, Seina melihat selembar kertas yang di tempel di depan kaca toko pakaian, dia berharap lowongan pekerjaan itu masih belum diambil orang.


Untuk memastikan, Seina cepat cepat datang ke sana memakai sepeda tuanya. Dan hanya perlu waktu 15 menit saja.


"Syukurlah, kertasnya masih tertempel" Seina menghembuskan nafasnya lega dan segera masuk.


"Silahkan di pilih pilih dulu kak Bajunya!" sambut hangat pegawai di sana.


"Emm...saya bukan mau beli, tapi mau melamar pekerjaan kak, itu di-"


"Oh, kamu mau lamar kerja? Beneran?" potong gadis cantik itu tambah sumringah.

__ADS_1


"I iya, tapi-"


"Akhirnya ada juga yang mau kerja di sini, silahkan duduk dulu kak, saya panggilkan pak bos nya dulu!"


Gadis itu buru buru pergi tanpa mendengarkan penjelasan Seina terlebih dahulu


Tak lama, si Gadis membawa seorang pria, terlihat masih begitu muda.


Mereka pun berbincang, dan tanpa syarat apapun pria itu langsung menerima Seina dan dia mulai bekerja hari ini juga.


Memang tak ada pekerjaan yang sempurna di hari pertama, Karna itu Seina masih perlu banyak bimbingan pegawai lainnya, dan dengan senang hati gadis itu mengajari Seina banyak hal.Sambil sedikit berkenalan.


"Akhirnya sekarang punya teman berbicara juga" ucap Shita, entah sudah berapa kali mengulangi kalimat yang sama . Ya, mungkin itu karna dia sudah terlalu bosan menjaga toko sendirian, sudah gaji kecil, pulang malam, dan hanya diberi uang makan untuk sekali saja, ditambah tidak di beri libur. Pemalas mana yang mau bekerja di tempat seperti itu?


Pukul 10 malam, Seina baru selesai dari pekerjaannya, kesan pertamanya di hari pertama, adalah melelahkan, Tubuhnya penat sekali, ingin cepat pulang dan istirahat. Namun mendadak ia merindukan seseorang.


Seseorang yang masih terbaring lemah di rumah sakit.


"Heh kau Seina!" panggil Arkhan dari sebrang jalan sana, dia berjalan tergopoh gopoh mendekatinya. "Sedang apa kau disini?"


"Aku? Tentu saja melakukan apa yang ku mau"


Arkhan menyugar rambutnya kesal. "Jangan seenaknya keluar tanpa Izin, kamu nggak bisu kan? Harusnya bilang dulu pada teman temanmu, seharian ini mereka sangat khawatir sampai melaporkan kehilanganmu pada polisi"

__ADS_1


Seina mengangkat alisnya, memasang tampang bodohnya.


Kehilangan?


Tentu dia terkejut, karna selama ini ia pulang pergi sesukanya, mau kembali atau tidak ke rumah itu, tidak ada yang peduli bukan? Ah, Seina lupa kalau sekarang dia punya orang yang peduli padanya.


"maaf, aku lupa!"


"Jaga bayimu itu, jangan bekerja yang berat berat, jangan berniat untuk menggugurkannya juga" tegasnya.


Seina mengulum senyumnya, "Iya"


"Ayo pulang!" Ajaknya kini berubah jadi pria yang manis, dia mengulurkan tangannya untuk menyambut lengan Seina.


Tap!


Kehangatan langsung menyebar lewat genggaman tangan itu, di malam yang dingin, dalam kondisi tubuh sama sama lelah, mereka berjalan gontai seraya bergandengan tangan. Menikmati panorama alam di malam yang penuh bintang ini.


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2