
*kejadian beberapa minggu lalu
Cekiiit!
Brak!"
Alzyland tiba di rumah, dan membanting motor begitu saja, lalu melangkah masuk dengan terburu buru.
"Ibu, ibu, ibu...." teriaknya penuh kegembiraan, ia sampai menarik kedua tangan ibunya dan berputar putar.
"apa? Kenapa? Kamu kesurupan?" Aletha merasa aneh dengan sikapnya yang lebih manis dan manja dari biasanya.
"Ibu cepat salin namanya sebelum aku lupa!" Alzyland menunjukan tangannya yang bertuliskan nama seorang gadis di sana.
Seina!
"kenapa? Dan coba jelaskan dulu bagaimana kamu bisa terluka seperti ini?" Aletha membolak balik wajah anaknya penuh khawatir.
"Ibu...dengarkan dulu, dia itu gadis yang cantik, aku bisa melihat pelangi di bola matanya, dia peri hujan, dia peri hujan yang diutus untuk menyelamatkanku" jelas Alzyland dengan perasaan yang menggebu gebu.
"sayang, ada apa denganmu? Ibu sudah bilang, jangan pernah berteman dengan siapapun, tapi kau membahas seorang gadis yang seolah olah tidak akan terlupakan seumur hidupmu"
Alzyland tertunduk sedih, tapi secepat kilat dia tersenyum dengan penuh harapan.
"aku ingin sembuh, aku tidak ingin lupa, gadis seperti dia hanya satu di dunia ini bu, bagaimana kalau ada yang mengambilnya? Aku tidak mau itu terjadi, bagaimanapun juga, takdir harus membuatku betemu dengannya lagi"
Aletha merasa terheran heran dengan sikap anaknya kali ini, Apa dia gila? Bagaimana rupa gadis itu sampai membuatnya keracunan cinta seperti ini?
"tunjukan tanganmu!" Aletha mengangkat tangan Alzyland dan menghapus nama Seina di tangannya.
"kenapa di hapus?"
__ADS_1
"ibu akan menyalinnya di buku catatan kamu!"
~End
Tapi saat itu Aletha berbohong, dia tidak menuliskan namanya, karna dalam waktu singkat, Alzyland akan melupakan segalanya, dan menganggak jika hal itu tidak pernah terjadi.
Tapi ternyata dia salah, Dengan memasukan Alzyland ke sekolah baru karna beberapa faktor, menyebabkan dia bertemu lagi dengan Seina. Mungkin takdir sedang memihak mereka berdua. Tak ada yang bisa Aletha lakukan untuk mencegahnya.
"apa kamu tahu hilang ingatan disosiatif itu apa?" tanya Aletha.
"aku tahu, waktu itu pamannya pernah menjelaskannya"
"ya, itu terjadi karna sebuah trauma, yang membuat mentalnya terguncang, menyebabkan otaknya blank, bukan waktu yang sedikit untuk bisa menyembuhkannya, Saya melakukan segala cara untuk menyembuhkannya, hingga suatu hari saya pernah merasa putus asa, karna dia selalu saja melupakan saya dan semua tentang kenangan indah yang seharusnya bisa dia ingat" Aletha menghentikan ceritanya hanya sekedar menyeka air mata yang sudah terjun bebas di pipinya.
"kamu tahu obat apa yang ampuh untuk menyembuhkannya?" Aletha kembali mengintrogasi.
Seina menggelang tidak tahu.
"psikiater bilang, Sebaiknya Alzyland membatasi pergaulannya, karna hal buruk pasti akan terjadi jika lingkungannya juga buruk, karna itu, saya tidak mengizinkan dia berteman dengan siapapun, saya tidak mengizinkan dia memegang ponsel, saya membiarkan pamannya mengawasinya di sekolah, dan melarangnya untuk berbicara dengan siapapun" Aletha mengakhiri penjelasannya dengan berterima kasih banyak pada Seina.
lagi lagi Seina salah faham, ternyata Aletha tidak buruk, dia ibu yang perhatian dan baik. Pantas kalau Alzyland sangat manja padanya, semua anak akan merasa sangat beruntung bisa memiliki ibu sebaik dirinya.
"wah sedang ngobrol serius ya?" tegur Alzyland dari ambang pintu, dia datang dengan senyum ceria seperti biasanya.
keduanya langsung berubah, mengusir pembicaraan serius tadi dengan senyuman.
"sudah pergi sana, antarkan Seina!" titah Aletha.
"ayo, kamu bisa berjalan? Merasa pusing? Mau di gendong?" ocehnya.
"tidak, terimakasih" tolak Seina langsung saja berdiri dan berpamitan.
__ADS_1
...-------SKIP------...
Di perjalanan menuju pulang, supir pribadi yang menyetir mobil, sementara Alzyland asyik mengobrol bersama Seina di belakang.
"kamu yakin tidak akan memberi tahu siapa yang melakukan ini padamu?" tanya Alzyland melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda.
"tidak, kamu sendiri? Apa kamu tidak akan memberitahu tentang kejadian pagi tadi? Lihat, wajahmu sembab begini" tuntut Seina.
"tidak juga, aku tidak akan beri tahu kalau kamu juga tidak memberi tahu"
"ayolah, ku mohon..."
Alzyland menarik nafas kasar. "masalahnya sudah jelas, seharusnya kamu tahu"
"apa?" Seina tak mengerti
"apanya yang apa?"
"apa yang harus ku tahu?"
"cari tahu saja sendiri"
Mereka malah berbelit belit, dan terus membahas topik tak berujung itu hingga sampai di rumah.
......................
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1