
Seperti yang dijanjikan, Jam istirahat kali ini Seina berniat ke perpustakaan, membawa buku dan pena, agar bisa membalas pesan Ranvir sambil menunggu kedatangan Alzyland.
Namun sepertinya, tuhan tidak membiarkan hidupnya tenang begitu saja, alih alih santai sambil menunggu kedatangan Alzyland, malah pria yang lebih gila dari dia yang datang. Ya, Si Arkhan itu.
Seina cepat cepat memblokir langkahnya bermaksud untuk menghindari pria itu sebelum dia melihatnya, tapi terlambat, Arkhan lebih dulu melihatnya dan langsung mempercepat langkahnya untuk menyusul Seina.
Dengan tergesa gesa, Seina berjalan dan tak memperhatikan langkahnya hingga dia menabrak seseorang.
Bruk!
"Alzyland?" ucapnya terkejut sekaligus lega.
"mau kemana? Aku baru saja akan menemuimu di perpustakaan"
"a ayo kita ke perpustakaan bersama" jawabnya gugup, sesekali melihat ke belakang, tempat Arkhan berdiri memandangi mereka saat ini. Tatapannya begitu serius, dan detik berikutnya ia tersenyum devil.
"Tidak perlu ada persaingan, mudah bagiku untuk menyingkirkannya" gumamnya sebelum ia pergi.
Perpustakaan memang tempat yang tenang dan damai, Apalagi jam istirahat kali ini tidak begitu banyak orang yang datang. Seina jadi bisa berkonsentrasi untuk membalas surat dari Ranvir.
"kamu menulis surat?" tanya Alzyland yang sedari tadi hanya memperhatikannya.
"iya"
"masih Zaman?"
"tentu saja, kalau tidak, mana mungkin di daerahku ada kantor pos"
"benar juga, kepada siapa kau mengirim surat itu?"
__ADS_1
Seina tersenyum dan segera melipat suratnya, lalu melirik pada Alzyland.
"sahabat pena"
"sahabat pena?"
"iya, sudah lama kami berkirim surat seperti ini, meski jarak kami cukup jauh, setidaknya kami masih bisa saling mengabari walau hanya sebulan sekali"
"rupanya kau kawan yang setia" puji Alzyland tulus. "semoga minggu depan aku tidak lupa"
"kenapa kau selalu bicara begitu? Sudah kubilang kalau kau lupa aku akan ingatkan kembali, jadi jangan khawatir" cerocosnya membuat Alzyland tahu satu lagi sifat Seina yang cerewet.
Beberapa saat kemudian Seina menyadari perbuatannya. "maaf nada bicaraku terlalu tinggi"
"tidak papa, omong-omong, apa kau tidak lappar?"
"aku? Biasanya aku bawa bekal, tapi tadi tidak sempat"
"tapi-"
"tidak ada tapi, kapan lagi aku bisa mentraktirmu, sebelum minggu depan aku lupa"
"bicara itu lagi" Seina mencibir.
"maaf" Alzyland tertawa riang, tangannya masih menggenggam erat tangan Seina, sangat halus, lebih halus dan putih dari tangan Seina.
"Heh kau!" Cegah Arkhan sudah menghadang mereka.
Mendadak Alxyland berubah jadi datar dan dingin.
__ADS_1
"kau anak baru kan? kepala.sekolah memanggilmu, cepat pergi sana!"
"yang benar?"
"kau lihat aku sedang bercanda?" suaranya naik satu oktaf.
Alzyland tak bicara lagi, dia menoleh pada Seina yang sedari tadi melipir ke sampingnya.
"antar aku, aku lupa jalannya, malas kalau bertanya terus" bisiknya kembali menarik tangan Seina.
Baru saja beberapa langkah, tangan Seina yang satunya di tarik Arkhan, dan mereka kembali berhenti.
"kamu juga! Aku ada urusan denganmu!"
"nanti saja, aku akan mengantar Dia terlebih dahulu" elaknya
"biar ku beri tahu, ruang kepala sekolah tinggal lurus saja, belok kiri dua kali, sampai"
"tapi-"
Merekaoun sampai berdebat, dan pada akhirnya Arkhan berhasil membawa Seina jauh dari Alzyland
Bersiaplah, untuk menghadapi nasib buruk lagi....
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...