Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
28. Keajaiban


__ADS_3

Tibanya hari ibu tinggal menghitung hari, sebagian siswa sibuk latihan untuk mempertunjukan penampilan terbaik mereka diatas panggung nanti.


Tapi bagi Seina, ia malah sibuk memperhatikan Alzyland yang sama sama memperhatikannya dari sebrang meja kantin.


"Kenapa kau menatapku terus?" tanya Suara itu tiba tiba sudah ada di hadapannya.


Seina mengerjapkan matanya berkali kali, dia jadi salah tingkah dan merasa malu.


"a aku? Menatapmu? Aku rasa kamu salah faham" elaknya gugup.


Alzyland menatapnya tak percaya "massa? kufikir kamu memperhatikanku terus dari tadi "


Seina langsung menunduk, bermaksud membenarkan kacamatanya, tapi tak sadar kalau dia sudah tidak memakai kacamata karna dirusak Arkhan waktu itu.


Tentu saja ia langsung dapat kekehan Dari Alzyland saat melihat tingkah absurd Seina yang tampak mencubit cubit matanya.


"mau kacamata baru?" tanya Alzyland membuat Seina langsung menatapnya kembali.


"Apa?" tanyanya tak mengerti.


"kamu mendengar apa yang ku katakan tadi kan ...Seina" !" pangginya terdengar manis.


Mulut Seina langsung saja ternganga tak percaya. "kamu..." ucapnya ragu.


"maaf sudah melupakanmu, tapi hari ini tuhan telah menunjukan keajaibannya padaku, aku sudah sembuh, tidak perlu lagi buku catatan ataupun perkenalan ulang darimu" jelasnya terlihat senang.


Seina masih tidak percaya. "apa yang terjadi? Bagaimana bisa secepat itu?"


Alzyland hanya tersenyum simpul, "sudah ku bilang, itu keajaiban tuhan"


"coba katakan, bagaimana pertemuan pertama kita?" tanya Seina mengetesnya .


"saat kau menolongku dan memapahku ke rumah sakit, lalu saat aku hendak menyebrang jalan dan hampir tertabrak mobil" jelasnya.


Seina tersenyum senang, dia langsung saja memeluk Alzyland dengan riang, sampai mereka berputar putar seperti anak kecil yang lama tak jumpa.


Tak tau malu! Bucin kok di sekolah!,

__ADS_1


Mungkin itu cibiran orang orang yang melihat dua sejoli itu.


Namun, sepasang mata yang jauh dari mereka memperhatikan dengan kemarahan.


"maaf, a a aku terlalu senang" ujar Seina terbata bata saat dia menyadari situasi memalukan ini.


Ternyata benar kata orang, kalau seseorang sudah jatuh cinta, ia akan lupa daratan.


...~SKIP...


Perjalanan pulang kali ini amat mulus, tidak ada pengganggu, ataupun hujan, langit cerah berhiaskan senja. Membuat dua insan yang sedang kasmaran itu menghabiskan waktu berdua di tempat yang indah.


Sangat indah,


Seperti sebuah taman rahasia di balik hutan, di penuhi bunga bunga yang indah. Pohon yang berdiri kokoh dihiasi daun warna warni , rumput hijau membentang bak permadani, bersih dan sejuk, dan ada kolam ikan dengan jenis ikan yang beragam.


"sudah lama sekali aku tidak ke sini" ucap Seina kembali terkenang masa lalu.


"aku baru tau, kalau di kota kita juga ada tempat indah seperti ini" sahut Alzyland begitu kagum.


"kau tahu?, bunga bunga itu sebagian palsu!" ucap Seina sambil menunjuk ke arah bunga yang mengitari kolam.


Dia pun mendekat dan menyentuh bunga Yang terbuat dari kain itu. Ternyata benar, sebagian palsu, tapi terlihat mirip dengan yang asli.


"keren, siapa yang membuatnya?"


Dengan bangga hati Seina berkata. "kakakku!"


"wah luar biasa" puji Alzyland masih pada rasa kagumnya, lalu pandangannya beralih ke sebuah bangku di sana "coba duduk di situ!, pasti sejuk!" Seru Alzyland lalu menarik tangan Seina da duduk di sana.


Mereka kembali berbincang ria, sambil menikmati sisa cahaya jingga yang sebentar lagi akan menghilang.


"hey, kau tahu kakek yang menyelamatkan kita saat kita terjebak di kelas kosong waktu itu?" tanya Seina serius.


Alzyland mengerutkan alisnya, setelah itu mengangguk. "iya, kenapa memangnya?"


"saat aku ingin berterimakasih padanya lewat pak satpam, tapi pak satpam bilang kakek itu sudah meninggal sejak lama"

__ADS_1


Alzyland melotot kaget. "Apa?"


"iya, itu aneh kan? Apa benar kalau kakek itu hantu juga?" tanya Seina lebih kepada dirinya sendiri.


"dan laki laki brengsek itu...." mendadak Alzyland ingat Arkhan yang kurang ajar itu, dia sudah mengepalkan tangannya kuat kuat.


"Apa yang dia lakukan padamu?" tanyanya begitu menyadari sesuatu.


Seina tertunduk, tak berani menatapnya. Memberitahunya sama saja dengan membuka aib sendiri.


"dia lakukan apa?"


"dia belum sempat lakukan apapun karna lampunya mati" bohongnya.


"awas saja kalau dia berani menyentuhmu sehelai rambut saja, aku pasti akan menghajarnya" geramnya penuh dendam


"kenapa?" tanya Seina tak mengerti.


"tentu saja karna kamu itu diciptakan untukku, bagaimana laki laki lain bisa mengambilmu seenaknya seperti itu, kurang ajar bukan?" ungkapnya semakin membuat Seina tak mengerti.


"kamu tau darimana? memangnya kamu sudah berbicara dengam tuhan?"


"iya, Tuhan bilang begitu padaku, karna itu Tuhan mengembalikan ingatanku, karna agar aku bisa melindungimu dari Pria brengsek seperti dia" Ucapnya terdengar bersungguh sungguh.


Tapi justru malah membuat Seina tertawa geli. "kamu? Berbicara dengan tuhan seperti itu? Yang benar saja"


"kamu mergakukanku?" tanya Alzyland dengan raut wajah yang masih terlihat serius.


"tidak, bukan meragukanmu, hanya saja aku tidak percaya kalau tuhan menciptakanku untukmu, memangnya kamu suka padaku?" Seina berusaha meyakinkan.


"Suka? coba kau fikir sendiri, seharusnya kamu bisa menilai sikapku yang sepeeti ini padamu"


Aneh!


Dia malah memberi Seina keraguan di hatinya, tapi tak apa, dia belum begitu mengenalnya, karna Bulan Oktober masih belum berlalu. Dan untuk mengenal cinta, terkadang memang perlu waktu yang cukup lama.


...-----------...

__ADS_1


...------------------...


...------------...


__ADS_2