Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
50. tidak terkejut.


__ADS_3

Di rumah sakit....


-


Alzyland sudah di tangani dokter, namun ia masih berbaring lemah di rumah sakit. Dokter bilang, telah terjadi sesuatu pada jantungnya beberapa minggu yang lalu, jantungnya lemah, ditambah adanya pukulan yang lebih dari sekali di dadanya, membuat kondisi tubuh Alzyland memburuk. Keselamatannya saat ini hanya 0,01 persen. tidak ada cara yang lebih baik selain transplantasi Jantung.


Lagi dan lagi, pria itu melenyapkan nyawa orang lain, dengan begitu mudahnya, walau dia bukan malaikat pencabut nyawa.


Seina menghampiri tempat tidur Alzyland, banyak selang yang terhubung di tubuhnya, entah apa kegunaannya, Seina tidak tahu, yang jelas, itu pasti sangat membantunya.


"maafkan aku, kamu tidak akan mengalami semua ini kalau tidak pernah bertemu denganku" ucapnya sambil mengelus rambut lembut Alzyland.


Tak berapa lama, Aletha datang, dan langsung memeluk putranya.


"dasar keras kepala, ibu sudah bilang untuk berhenti menyukai dia" suara Aletha bergetar, tak kuat menahan tangis.


"kamu bisa bertanggung jawab sekarang? Kamu bisa membangunkan anak saya sekarang? Lakukan Seina! Lakukan" titah wanita itu mengguncang bahu Seina.


"maaf, saya tidak tahu ini akan terjadi"


"Sebelum mengenalmu Alzyland tidak pernah mengalami hal apapun, dia bahagia, tapi hadirnya dirimu dalam kehidupannya, ia selalu pulang membawa luka"


Seina membungkuk penuh penyesalan"saya siap menerima hukuman apapun, jika saya harus mengorbankan hidup saya, saya siap, memang seharusnya saya yang ada di posisi Alzyland saat ini"

__ADS_1


"tidak Seina, saya tidak akan meminta itu, sebagai seorang ibu saya akan berusaha untuk menyembuhkan anak saya"


Sakit rasanya, perih rasanya, bingung Rasanya jika Seina tak bisa melakukan apapun. Apa hidupnya sudah di kutuk? apa dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan? apa orang orang juga akan ikut menderita setelah mengenalnya? tapi kenapa ia harus dikutuk? kesalahan besar apa yang pernah dia buat di masa lalu?


...------SKIP--------...


Sayang sekali Alzyland harus mengalami koma, padahal ujian sekolah akan di mulai beberapa minggu lagi dan mereka bisa lulus bersama.


Seina resah, gundah dan gelisah, ia ketinggalan pelajaran sangat jauh, tak sempat belajar dirumah karna sibuk dengan urusan cintanya yang menyedihkan itu.


Apalagi hilangnya kabar Ranvir, entah berapa minggu, Seina terus yang entah sudah berapa kali mengirim surat, sedangkan tak ada satupun balasan darinya. Ingin sekali menemui pria itu, namun dia harus menunggu kelulusannya.


"oh si cupu itu!"


"aku tidak percaya kalau dia bisa berbuat seperti itu"


Ada yang aneh pagi ini, Seina yang tak biasa jadi pusat perhatian kini jadi bahan perbincangan hampir di setiap tempat yang ia lewati.


"kenapa? Ada apa?" terus itu yang dia gumam kan di sepanjang jalan menuju kelas.


Belum sampai tiba di kelas, tak sengaja dirinya melihat video berdurasi satu menit dari laptop seorang siswa.


Video dirinya yang tengah melakukan adegan di malam itu bersama Arkhan. rupanya Elena telah menyebarkan video itu.

__ADS_1


apa yang bisa Elena harapkan dengan menyebarkan video itu? Menghancurkan hidupnya? untuk apa? Semua itu memang sudah hancur. Untuk sekarang mungkin citra nya saja yang jadi buruk. Tanggung sekali kalau para guru mengeluarkannya di waktu sekolah berakhir.


"pembalasanku sudah terbayar!" ucap Elena tiba tiba datang entah dari mana, dia sudah berdiri di sampingnya.


Seina terkekeh, geli hati. "oke, kamu merasa puas, apa yang kamu dapatkan sekarang Elena? Kebahagiaan?"


Elena jadi bengong, karna tak ada Reaksi menyedihkan atau tertekan karna malu dari wajah Seina.


"bagaimana kau bisa setenang itu? Para guru akan mengeluarkanmu dari sekolah!"


"apa menurutmu aku harus takut? di keluarkan dari sekolah dan tidak mendapat ijazah bukan satu satunya hal yang bisa menghambat kesuksesan seseorang, tuhan tidak akan kesusahan untuk mengubah takdir seseorang"


Seolah membakar dirinya sendiri, Elena merasa terbakar, ternyata semua jauh dari dugaannya.


Seina melengos pergi setelah menyelesaikan kalimatnya, tak peduli dengan hinaan dan ejekan orang orang, karna sedari dulu juga ia memang selalu sendiri. Tak ada yang perlu dia khawatirkan. Semua tak akan berubah


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2