
Sepanjang jalan, orang orang memperhatikan mereka dengan pandangan beragam, tapi bagi yang sedang bucin, tidak ada istilah malu untuk mereka, dunia serasa milik berdua, hal sesederhana apapun, terasa sangat manis dan romantis saat menikmatinya.
Seperti kali ini, mereka membebaskan diri dengan menyanyi lagu anak anak dengan suara yang lantang.
...Twinkle, twinkle, little star...
...How I wonder what you are...
...Up above the world so high...
...Like a diamond in the sky...
...Twinkle, twinkle, little star...
...How I wonder what you are...
...When the blazing sun is gone...
...When he nothing shines upon...
...Then you show your little light...
...Twinkle, twinkle, all the night...
...Twinkle, twinkle, little star...
...How I wonder what you are...
...Good night, baby...
Translate:
...Berkelap-kelip, berkelap-kelip, bintang kecil...
...Betapa aku bertanya-tanya kamu itu apa?...
...Di atas dunia begitu tinggi...
...Seperti sebuah berlian di langit...
__ADS_1
...Saat terik matahari hilang...
...Saat dia tidak ada yang bersinar...
...Kemudian kau menunjukkan cahaya kecilmu...
...Berkedip, berkelap-kelip, sepanjang malam...
...Selamat malam sayang...
"hey kenapa kita menyanyikan lagu itu? Kita bukan sedang mau tidur!" komentar Seina.
"aku tau, tapi ini sangat menyenangkan, kayuh sepedanya lebih cepat lagi Seina!" teriak Alzyland sambil berdiri dan merentangkan tangannya, membiarkan angin menabrak tubuhnya dengan kasar.
Baginya ini sangat menyenangkan, seolah dia bisa terbang bebas di jalan tanpa hambatan ini.
"Huuuuuu!" teriak Alzyland benar benar terlihat cerah dan bahagia hari ini, walau langit sedang tak bersahabat.
"Jangan berdiri seperti itu Al, nanti kamu jatuh, cepat duduk kembali!" titah Seina.
"aku berpijakan dengan kuat kok!"
Alzyland tersenyum dan meletakan tangan besarnya di pundak Seina, setelah mengira kalau posisi Alzyland aman, Seina mulai mengayuh sepeda lebih cepat, apalagi saat melihat jalan di depan sana sedikit menurun.
"kau siap Al?" tanya Seina memberi aba aba.
"aku sangat siap!" seru Alzyland bersemangat.
Dalam hitungan ketiga mereka mulai berteriak bersama, teramat seru dan menyenangkan, Alzyland menarik ikat rambut Seina, membiarkan rambut panjangnya terurai dan berkibar tertiup angin. Aroma lavender dari rambutnya tercium terbawa angin. Dan ini akan jadi momen terindah dalam hidup mereka.
Namun tawa Alzyland harus lenyap, saat merasakan dadanya sakit secara tiba tiba, nafasnya mulai sesak terampas angin, untung saja jalanan sudah kembali datar.
"hahaha, apa kau menikmatinya?" Seina masih memasang wajah ceria, namun setelah beberapa saat tak ada jawaban dari Alzyland.
"Al?"
Tetap tak menjawab.
Seina menghentikan sepedanya, dan mendongak menatap wajah Alzyland yang tampak pucat, darah segar keluar dari hidungnya.
__ADS_1
"kau kenapa?" tanya Seina langsung turun, dia mengeluarkan tisu dari tasnya dan menyusut darah di hidung Alzyland.
"Al, katakan sesuatu!" Seina mengguncang bahunya pelan.
"nafasku, sesak!" dia memegang dadanya, raut wajahnya seperti menahan sakit yang luar biasa.
"ayo kita ke rumah sakit!" seru Seina khawatir.
Alzyland menggelang lemah. "tidak mau, sebentar lagi aku akan baik baik saja"
"tapi kamu-"
"sudah kubilang, aku akan baik baik saja, ayo lanjutkan!" senyumnya agak dipaksakan.
"kamu yakin?"
"iya, jangan khawatirkan aku"
Seina pun mengangguk walau wajahnya masih cemas, kali ini ini ia mengayuh sepeda dengan pelan, ia bisa merasakan kalau Alzyland bersandar di punggungnya. Dia pasti benar benar kesakitan, entah apa yang dialaminya.
Di sebrang jalan sana, Seina melihat ayah tirinya hendak masuk ke dalam mobil bersama seorang wanita cantik.
Seina berhenti dan memperhatikan pria itu, memastikan kalau dia benar benar ayah tirinya.
"kau sangat tidak beruntung ibu, menikah dengan pria seperti itu, pasti selama hidupmu hanya ada wanita ke 3 dalam rumah tangga kalian" batin Seina perih. Dia tidak bermaksud untuk menegur pria itu, karna Seina tahu seburuk apa dirinya sekarang.
Di rumah sakit waktu itu, dia terlihat seperti pria yang paling mencintai ibunya di dunia ini, nyatanya itu hanya sandiwara belaka dan sekarang dia senang bisa kencan bebas dengan wanita lain tanpa harus sembunyi sembunyi lagi.
Benar benar lelaki yang tidak bertanggung jawab.
"kenapa berhenti?" tanga Alzyland.
"ah bukan apa apa!" Seina pun kembali melanjutkan mengayuh sepedanya.
......................
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
__ADS_1
...----------------...