Bola Bola Hujan

Bola Bola Hujan
71. Biar aku yang menjadi langit (final episode)


__ADS_3

Walau badai sudah berlalu, namun sisa kenangan dan kesedihan masih ada. Entah sudah ke berapa kali, Alzyland berdiri di tempat yang sama.


"Seina...aku akan selalu, dan selalu mencintaimu. Terima kasih untuk semuanya..." ucapnya Lirih.


Saat ini, Pria itu sedang berdiri di tempat yang indah, tempat paling indah saat mereka pernah menghabiskan waktu bersama. Di dekat pohon pohon dengan daun yang mulai berjatuhan dan terlepas dari tangkainya. Kelopak bunga gugur dan jatuh tertiup angin. Seperti musim gugur. Suasana yang mewakili perasaan Alzyland saat ini.


Dia pun menengadahkan pandangannya ke langit. Semburat jingga diatas sana tampak indah, Seulas senyum terukir di bibirnya.


"Kau curang, sekarang kau yang menguntitku, tapi tenang saja, meski aku tidak bisa menyentuhmu, aku tidak akan main main dengan wanita lain, kau tau kenapa? karna kalau sedang cemburu, pasti kau berubah jadi kilat dan menyambarku hingga aku hangus terbakar" guraunya membuat langit di atas sana semakin memerah.


Apa itu artinya Seina sedang malu? haha konyol bukan? tapi Alzyland memercayainya.


"Nak!" panggil seseorang mengejutkan lamunanya .


Alzyland menoleh, dan lebih terkejut lagi saat melihat kakek Suji yang tersenyum lembut padanya, Seina pernah bercerita kalau kakek itu sudah tiada beberapa tahun lalu, lantas kenapa dia bisa di sini dan melihatnya.


"Kakek?"


"Dari peri hujanmu!" Kakek memberikan selembar kertas, yang waktu itu Seina pernah tuliskan.


Walau sedikit takut, Alzyland menerima surat tersebut dengan tangan bergetar, perlahan ia buka lipatannya.


dan surat itu berisi.:


...Biar aku saja yang menjadi langit...


...Biar aku saja yang menguntitmu...


...Supaya aku bisa terus memperhatikan langkahmu...


...Supaya aku bisa memberikanmu kehangatan...

__ADS_1


...Supaya aku bisa menyelimutimu dengan lembutnya selimut awan...


...Dan supaya aku bisa terus memelukmu setiap malam....


...Jangan pernah takut gelap Al, Buka matamu dan kau akan melihat gemerlap bintang di langit....


...itu berarti aku sedang menyapamu.....


...Namun jika kau melihat malam tanpa bintang, jangan khawatir, Bintang bersembunyi karna Hujan akan segera turun......


...Karna tuhan tidak menjanjikan akan ada pelangi setelah hujan,...


...Hanya satu hal yang pasti, sederas apapun hujan turun pasti akan reda juga...


...Menyisakan Bola Bola Hujan yang menetes dari dedaunan....


...dengan pantulan cahaya matahari yang membuat bola bola hujan itu tampak seperti kristal....


...Salam, Orang penting Bagimu...


kembali, air mata sudah jatuh tak terbendung, Lututnya melemas dan Alzyland jatuh ke tanah.


"Jangan khawatir, dia di tempatkan di tempat paling bahagia di sana bersama orang orang yang dia sayangi juga menyayanginya" jelas kakek dengan halus.


"Sungguh?" Tanyanya seraya mendongakan kepalanya.


"Sungguh, jadi hiduplah dengan tenang, dia tidak suka melihatmu menangis, dia tidak ingin kamu menjadi pangeran hujan"


Dalam tangisnya Alzyland terkekeh, ia kembali berdiri dan menghapus air matanya.


"Apa kakek eorang hantu?"

__ADS_1


Kakek tak menjawab, hanya memasang senyumnya.


"kamu tidak perlu tahu, yang jelas, kakek bisa menyampaikan pesanmu padanya"


"Kakek pasti tahu apa yang ingin aku katakan"


Hem


Kakek mengangguk, dan pergi begitu saja, meninggalkan dirinya sendirian.


Yah, Tuhan memang tidak menjajikan pelangi setelah hujan.


Tapi Sederas apapun hujan turun pasti akan reda juga


Benar begitu kan, Seina?


...T-A-M-A-T...


......................


...****************...


Terima kasih buat yang sudah membaca, sekali lagi, mohon maaf kalau ternyata cerita ini acak acakan alias amburadul dan hancur sehancur hancurnya.....


Penulis abal abal seperti saya hanya ingin menyalurkan hobi saja😊


Terima kasih


......................


...****************...

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2