
Sinar mentari yang menembus kaca jendela membuat Seina terbangun dan mengerjapkan matanya karna silau, masih agak linglung dan berusaha mengembalikan kesadarannya.
ia sedikit kaget saat tangan putih milik Alzyland masih melingkar di pinggangnya, matanya beralih menatap Alzyland yang masih terlelap. Damai, tampan, dan begitu tenang. Tidak tega kalau harus cepat cepat berpaling dari wajah itu.
"hidungnya, matanya, bibirnya, kenapa bisa seperti itu? Apa aku benar benar sedang berhadapan dengan manusia?" batin Seina menatapnya lekat.
"sudah puas menatapku?"
Alangkah terkejutnya saat suara itu keluar dari mulut Alzyland yang masih menutup matanya, Spontan Seina segera memalingkan wajahnya dan berbalik membelakangi Alzyland.
"apa yang kamu fikirkan saat menatapku begitu, hem?" rayunya sambil menggelitiki pinggang Seina.
"jangan seperti itu, tolong hentikan" pinta Seina di sela sela tertawanya.
Alzyland menghentikan aksinya, dia bangun dan duduk dengan rambut acak acakan khas bangun tidur.
"mau kemana kita di hari libur ini?" tanya Pria itu bersmangat.
Seina ikut bangun dan memamerkan senyumnya. "aku akan ke pasar minggu untuk berjualan, mau ikut?"
"tentu saja, kalau begitu aku akan pulang dan mandi, kamu jangan dulu pergi sebelum aku datang ya" ucapnya langsung saja diangguki oleh Seina.
...-------SKIP------...
20 menit berlalu, Seina bisa mendengar suara ketukan pintu di luar, ia pun bergegas untuk membukanya, karna yakin jika yang datang pasti Alzyland.
Cekrek!
Ternyata dugaannya salah, Arkhan sudah berdiri tersenyum manis padanya, tapi bukan itu yang membuat ia ternganga, pakaian yang di pakai Arkhan itu, tolong, sangat mrngganggunya,
__ADS_1
Dia berjas rapi, dan membawa buket bunga mawar, lalu dirinya berjongkok, dan mengeluarkan sebuah cincin untuk di pakaikan padanya.
"Seina Aurelia, maukah kau menikah denganku?"
Apa dia sedang melamarnya?, tidak waras, dia memang sudah kehilangan akal sehatnya.
"Aku tidak mau!" tolaknya tegas.
"aku tidak mau tau, kau harus mau!" dipaksanya tangan Seina untuk memakai cincin pemberiannya.
"lepaskan! Aku bilang aku tidak mau menikah denganmu!, bagaimana kau bisa menjadi suamiku? sedangkan dirimu hanya bisa membuat kehidupanku hancur begitu sempurna, kau seorang pelenyap, kau seorang perenggut, aku membencimu!" jeritnya sambil menepis tangan Arkhan.
Cincin yang di pegangnya pun jatuh entah kemana, buket bunga itu di rebut oleh Seina, dijatuhkannya ke tanah dan menginjaknya hingga hancur.
diam seribu bahasa!
Sama sekali tak bergerak, rasanya tubuh Arkhan membeku, hatinya terkoyak, namun lagi lagi ia menutupi rasa sakit itu dengan seringai menyebalkannya.
Perlahan tapi pasti, Arkhan merangkulnya pelan pelan sampai wajah gadis itu tenggelam di dada bidangnya.
"aku membencimu.." Ia masih terisak, tapi tetap membalas pelukannya.
"katakan terus!"
"aku membencimu, sangat membencimu, benar benar membencimu!"
lama mereka berpelukan, Alzyland yang baru saja tiba itu menatap mereka dengan perasaan cemburu, diapun tidak tinggal diam, berlari menghampiri mereka, menarik tangan Seina hingga pelukan mereka terlepas. tidak akan dia biarkan Seina jatuh dan terlena dalam sentuhannya lagi.
"pergi! Jangan ganggu dia lagi!"
__ADS_1
Apa apaan barusan itu? Seina di buat cengo, kenapa bisa bisanya dia mau dipeluk si brengsek itu, kenapa tubuhnya refleks menerima sentuhannya? Kenapa? Kenapa dia bisa serendah itu?
"dia akan menjadi istriku" ucap Arkhan bersikukuh.
"tapi, lebih baik aku menikah dengan Alzyland, orang yang aku cintai!" seberani itu Seina mengatakannya, lancar tanpa keraguan.
"kalau begitu aku akan melenyapkannya agar tidak ada orang yang kau cintai" sorot mata Arkhan berubah menjadi lebih tajam, tangannya mengepal kuat dan siap menghajar Alzyland.
"aku juga akan ikut lenyap bersamanya"
"Mati saja kau!!!" satu tonjokan dilayangkannya dan berhasil mengenai pipi Alzyland, membuat pria itu terhuyung karna kerasnya pukulan Arkhan.
Lepas sudah emosinya, tak terkendali, serangannya membabi buta
Seina tak dapat mencegahnya, sesekali ia terkena pukulan dari Arkhan, namun lebih parah lagi, kondisi Alzyland yang lemah secara fisik dan mental itu hanya bisa membalas beberapa pukulannya dengan sisa tenaga saja,
Tak kuat lagi, pandangannya buram, dadanya sakit, nafasnya sesak, Alzyland ambruk ke tanah.
"bangun!" Arkhan masih tak mengampuninya, ia menarik kerah baju Alzyland dan kembali menghajarnya, mence kik leher pria itu untuk serangan terakhirnya.
BAKH!
Sekuat tenaga, Seina melempar termos berisi es Jelly itu ke kepala Arkhan, dan berhasil membuat kepalanya pusing. Terus Seina serang dia dengan brutal, sampai membuat pria itu tak sadarkan diri.
"a a aku, aku akan mencari bantuan" ucapnya gugup, gelisah, dan takut saat melihat Alzyland sudah kejang kejang, fikirannya benar benar kacau saat ini.
......................
...****************...
__ADS_1
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...