
Seina berhenti sekitar 15 meter dari arah rumah sederhana Arkhan, terlihat ibunya yang mengamuk dan menangis pilu.
"anakku, kamu kemana nak, kamu mau meninggalkan ibumu seperti ayahmu juga? Ini semua gara gara wanita itu! Kalau aku bertemu dengannya aku akan menghabisi dia, hahaha aku pasti akan melenyapkannya!" oceh wanita itu sesekali tertawa di sela tangisnya.
"anakku sayang..." tangisnya semakin menjadi jadi.
"siapa wanita gila itu?" tanya Alzyland tampak ngeri saat memperhatikannya.
"dia ibunya Arkhan" jawab Seina pelan.
"apa?" tanyanya tak percaya.
Seina mengangguk, dan mencoba mendekati wanita itu, meski dia tahu hasilnya akan seperti apa.
"Ibu..." panggilnya.
Wanita itu langsung menatapnya bengis, tatapannya membunuh, dan ya, dia semakin menjadi jadi.
"Akhirnya kamu datang juga, dasar wanita murahan, perebut suami orang, kembalikan anakku!" teriaknya sambil membawa alat pemukul.
Melihat itu Alzyland langsung menghadangnya. Dia merebut pemukul itu dan melemparnya jauh.
"jangan menghalangiku!" wanita itu mendorong Alzyland sampai dia terjatuh.
__ADS_1
Walau kondisinya lemah saat ini, tapi melihat sang pujaan hati terancam, kekuatan cinta tiba tiba muncul dalam dirinya. Sekuat tenaga Arkhan menahan wanita gila itu sampai dia tak bisa memberontak lagi.
"lepaskan! Lepaskan aku! Biarkan aku menghabisi ja lang ini!"
"Ibu tenang bu, Aku Seina!" ucap Seina berusaha menenangkan, tidak aneh kalau dia menganggap Seina wanita itu karna wajahnya sedikit mirip dengan Rima, ibunya.
setelah berusaha menenangkan, wanita itu mulai luluh, dia menangis lagi, sangat pilu dan menyedihkan.
"maaf anakku, ibu jahat ya sama kamu?"
Seina tak kuasa menahan air matanya, menyangkut soal ibu rasanya ia begitu lemah, Pasti bukan hanya dia wanita yang disakiti pria itu, tapi ibunya, dan wanita wanita lain yang menjadi korban pria gila itu.
"maafkan aku..." Seina memeluk Wanita itu dengan erat. "aku sangat jahat..Ibuku jahat..suamimu jahat, anakmu jahat, kami semua jahat pada orang tak berdosa sepertimu ibu..."
"tidak ibu, aku minta maaf, aku minta maaf atas nama ibuku, ibuku harus merenggut kebahagiaan kalian"
Keduanya menangis, entah wanita itu mengerti atau tidak, tapi Seina merasakan jika penderitaannya sangat dalam.
...-------SKIP--------...
Arkhan yang kini sedang berada dalam sel terus saja meminta penjaga untuk mengizinkannya pulang.
"Pak tolong biarkan aku pulang sebentar saja, ibuku tidak bisa makan sendiri pak, aku harus menyuapinya, dia membutuhkanku, aku mohon" pintanya benar benar memohon. Namun tak ada seorang yang peduli padanya.
__ADS_1
Hampir berjam jam Arkhan memohon, karna sejantan apapun dia, kalau menyangkut seorang ibu, itu sudah menjadi kelemahan terbesarnya.
karna tak ada ikatan yang sangat kuat di seluruh dunia seperti ikatan seorang ibu dan anaknya, tak ada cinta yang spontan, begitu pemaaf dan penuh ampunan seperti cinta ibu, kasih ibu bagaikan mata air abadi dan matahari penghangat jiwa.
"Pak, tolong keluarkan saya pak!" pintanya pada pak polisi yang berjalan mendekat ke arahnya.
Pak polisi itu menuruti keinginan Arkhan, dia membuka gembok dan mengeluarkan Arkhan dari sel. Membuat pria itu malah diam dan bengong tak mengerti.
"saya beneran keluar pak?"
"iya, Ibu Seina mencabut kembali laporannya"
Arkhan tersenyum lega. "awas kau Seina, aku akan memberi hukuman setelah aku kembali nanti!" batinnya.
"mari!"
Arkhan mengikuti langkah pak Polisi itu dan membawanya pada sosok yang mencabut laporan. Yaitu Seina, di dampingi oleh Alzyland.
"terima kasih" ucapnya dengan wajah yang lebih tenang.
Seina hanya diam, dia bukannya tidak membenci pada pria itu, tapi Seina kasihan pada ibunya.
Arkhan tak jauh berbeda dengan Ranvir, dia ingat Ranvir datang menemuinya begitu singkat hanya demi menghkhawatirkan nenek yang sangat dia sayangi, seperti sangat gelisah tak melihatnya sehari saja. Karna itu ia buru buru pulang, sama halnya dengan Arkhan, ada cinta tulus untuk ibunya, apalagi dalam kondisi seperti itu, Pasti hatinya merasa sangat berat.
__ADS_1
"aku melakukan ini bukan karna dirimu, tapi ibumu, jaga dia baik baik, jangan buat ibumu menangis lagi, ingat itu!" ucap Seina lugas, dan langsung mendapat anggukan kecil dari Arkhan.