Bos Somplak

Bos Somplak
Ekstra Part


__ADS_3

6 Tahun kemudian...


Rena menarik boneka kecil dari tangan Syilla sambil berteriak kencang. "JANGAN DIBAWA KE SANA BONEKANYA, PASTI INI BAKALAN NYUSAHIN AKU...!!!"


"AAAAAAAAA..., AKU PENGEN BAWA INI...." Syilla mempertahankan bonekanya agar tidak direbut oleh Rena. Alhasil mereka saling tarik-menarik boneka sambil berteriak sekuat tenaga.


"SYILAAAA, JANGAN DI BAWA!"


"AKU PENGEN BAWA INI!"


"DI SANA RAME, NGGAK USAH BAWA BONEKA!!!"


"AKU PENGEN BAWA INI!"


"SYILLA, LEPASIN BONEKANYA!!!" Rena menarik sekuat tenaga boneka itu dari tangan Syilla, tapi rupanya tenaga Syilla cukup kuat untuk mempertahankan boneka itu dari tangannya.


Sementara Erwin yang mengintip dibalik pintu kamar hanya menghela napas lelah. "Ayolah, Papa buru-buru," gumamnya lirih sambil bersender pada tembok.

__ADS_1


Rena dan Syilla masih saling tarik menarik sambil berteriak kencang menciptakan kegaduhan. Kalau tetangga-tetangga mereka mendengar, mungkin mereka mengira kalau rumah Erwin sedang di serang tentara Belanda.


***


Zahra sudah lebih dulu berada di acara tasyakuran kelahiran anak kedua Viola dengan... Vilan.


Ya, Zahra sendiri tidak menyangka kalau Vilan menikahi Mbak Viola. Padahal pertemuan pertama mereka terjadi saat di rumah sakit beberapa tahun yang lalu. Ketika Vilan memberikan suprise dadakan pada Zahra yang ulang tahun dan berakhir dengan kehadiran Erwin dan Rena yang menjadi kado terindah di ulangtahun Zahra yang ke-19.


Siapa sangka, ternyata Viola dan Vilan berjodoh. Bisa dilihat dari nama mereka yang hampir mirip. Vilan dan Viola. Indah sekali. Belum lagi nama anak mereka, Maverick Alvino, sunggah akan menjadi keluarga Vivi yang harmonis dan bahagia. Hanya Rena saja yang memiliki nama yang berbeda.


Usut punya usut, ternyata mereka mulai dekat gara-gara Vilan sering curhat tentang Zahra kepada Viola. Pun juga dengan Viola yang sering curhat dengan Vilan, soal kecemburuannya kepada Erwin. Awalnya mereka curhat di chatt. Lalu, memberanikan diri bertemu, kemudian mulai merasa nyaman satu sama lain, saling mengerti, merasa cocok, dan akhirnya berlanjut ke jenjang yang lebih serius. Ternyata patah hati, dan cemburu bisa membuat seseorang bertemu dengan jodohnya, ya? Zahra tersenyum dalam hati.


"Nunggu apa lagi?" tanya Vilan sambil melirik jam tangannya. Pria yang berprofesi sebagai pilot itu sesekali tersenyum ke arah tamu yang baru saja datang.


"Masak kakaknya Vino nggak ada?" Viola menunjuk ke arah anaknya yang digendong Zahra.


"Iya, Mas Erwin ditelpon nggak diangkat," sahut Zahra sambil menimang-nimang Vino yang berada digendongannya.

__ADS_1


Sementara itu di tempat lain, Erwin masih setia menunggu kedua buah hatinya bertengkar. Sampai-sampai Erwin menenggelamkan kepalanya pada kedua lutut yang ia peluk. Erwin adalah sosok ayah yang tidak ingin membentak anaknya yang bandel. Cukup Zahra saja yang menjadi Ibu yang galak, tugas Erwin hanya membimbing dan mengajari anaknya yang baik-baik. Seperti solat lima waktu dan membaca kitab suci setiap hari.


Pertikaian Syilla dan Rena masih terlihat sengit. Mereka menjerit-jerit tidak mau mengalah. Sampai pada akhirnya boneka itu robek dan membuat serat kapuk yang berada di dalam boneka berhamburan kemana-mana. Rena sampai bersin-bersin karena serat kapuk yang berterbangan itu menjatuhi hidungnya, sementara Syilla menangis sejadi-jadinya karena mainannya rusak.


Erwin yang berada dibalik pintu kamar akhirnya beranjak dan menggendong Syilla yang menangis sesegukan menyalahkan Rena. "Sudah-sudah, yuk, Mama sudah nunggu kita," ucap Erwin sambil menggandeng tangan Rena untuk keluar dari rumah. Erwin tidak bisa menyalahkan Rena karena apa yang dilakukan Rena sebagai kakak itu benar. Erwin hanya tidak ingin ikut campur tentang urusan adik dan kakak.


***


Setelah kedatangan Rena, Syilla dan Erwin. Akhirnya acara aqiqah pun di mulai. Diiringi lagu solawat yang memuji nabi besar Muhammad SAW, Pak Kiyayi memotong rambut Vino dengan hati-hati, kemudian gantian Pak Dendy yang memotong rambut, Pak Ustad yang lain, baru kemudian Erwin dan Vilan selaku sang Ayah.


Acara dilanjutkan dengan bagi-bagi angpao untuk anak yatim kemudian kegiatan makan-makan dengan hidangan yang luar biasa banyaknya di meja makan.


Rena dan Syilla tampak saling melotot melanjutkan permusuhan. Zahra hanya bisa geleng-geleng kepala sambil menyuapi mereka berdua secara bergantian. "Kalau masih musuhan, Mama nggak mau lagi nyuapin kalian berdua," ucap Zahra dengan nada galak.


"Pokoknya nanti kalau pulang ke rumah kalian harus baikan lagi, titik! Mama nggak mau tau!" lanjut Zahra tegas.


Ya Nabi Salam 'alaika... Ya rasul sama 'alaika... Ya habib salam 'alaika... Solawatullah 'alaika...

__ADS_1


Suara penyanyi hadroh yang merdu itu mengakhiri cerita indah ini. Semoga cerita ini bisa terbit menjadi buku, bahkan sampai diangkat menjadi film layar lebar amin hehe...


END


__ADS_2