
"Alhamdulillah akhirnya semua nya selesai," ucap Nesya senang setelah pesanan nya diambil beberapa waktu lalu.
"Oh ya,bik.ini ada sedikit untuk bibi." Nesya menyerahkan uang merah tiga lembar.
"Gak usah Non,bibi ikhlas kok bantu,Non!" tolak bik Tutik membuat Nesya mengerucutkan bibir.
"Terima aja bik,aku marah loh kalau bibi gak mau ambil." Paksa Nesya membuat bik Tutik sedikit bingung.
"Untuk Non aja,bibi beneran ikhlas nolongin, Non." Bikk Tutik tetap menolak.
"Yakin bibi gak mau?" tanya nesya lagi,membuat bik Tutik menggeleng cepat.
"Baiklah kalau itu mau bibi." Nesya menyimpan kembali uang itu.
"Non Nesya bosan gak sih?secara kita udah masak tadi.sekarang tidak ada sesuatu yang ingin kita lakukan." tanya bik Tutik.
"Bibi benar aku bosan,mau pulang tapi Austin belum pulang.jadi gak ada yang anterin," keluh Nesya.
"Gimana kalau kita nonton aja." Saran bik Tutik untuk menghilangkan kebosanan.
"Boleh juga," balas Nesya.
Kini dua orang wanita itu sedang duduk di depan televisi.bik Tutik memutar cancel ikan terbang dan di pastikan disana ada film kesukaan nya.nesya yang sejak tadi menonton menjadi geram sendiri dan terus mengomentari seakan akan dialah korban di film itu.
"Bik,itu istrinya kenapa Bolot banget sih?sudah di kasi tahu suami nya selingkuh malah gak percaya." tanya Nesyaa setelah iklan.
"Namanya juga film,Non.jadi ya seperti itu," balas bik Tutik melihat tingkah Nesya.
"Sudah dong iklan nya,aku penasaran." Nesya geregetan melihat iklan yang terus menerus.
"Film Indonesia memang seperti itu,Non.lebih banyak iklan nya di banding film nya," ucap bik Tutik sambil makan kuaci.
"Nyesel juga aku nonton film ini,coba tadi aku gak nonton pasti gak penasaran." Keluh Nesya membuat bik Tutik tersenyum.
Setelah iklan berakhir,Nesya langsung berhenti berbicara untuk menonton.tak jarang dia marah marah sendiri karena terbawa alur cerita film itu.
__ADS_1
Ku menangis membayangkan🎶
Betapa kejamnya dirimu atas diriku🎶
Kau duakan cinta ini🎶
kau pergi bersamanya 🎶
Film berakhir dengan Nesya yang ikut menangis karena terlalu menghayati film.nesya yang baru menonton film itu tidak tahu saja bahwa film itu,rata rata alurnya sama hingga ending nya bisa di tebak oleh penonton.
"Non,kenapa nangis?" tanya bik Tutik menahan tawa melihat calon majikan nya itu.
"Sedih bik.mantan suaminya meninggal,kasihan anak nya menjadi yatim.sedih banget dengar anak nya waktu nangis,sampai aku juga ikutan nangis." ungkap Nesya dengan suara parau nya.
"Udah Non jangan nangis lagi,kan film nya udah habis." Bik Tutik menenangkan.
"Assalamualaikum." Suara salam dari seseorang mengagetkan mereka berdua.
"Waalaikum salam," jawab dua wanita itu.
"Loh,kenapa Nesya mata mu merah seperti habis nangis?" tanya Austin yang baru saja meletakan tas kerja nya di atas meja.
"Ini anak Masi di bawah umur bik,gak usah kenalin film yang aneh aneh?apa lagi film yang tadi,konfliknya berat banget?kasihan dia jadi korban nya,jadi ikut nangis,kan." Ledek Austin membuat bik Tutik hanya tersenyum saja.
"Aku tahu kamu ngeledek aku," sahut Nesya.
"Udah jangan nangis,nanti bengkak matanya.aku gak mau waktu ngantar kamu ke kosan di tuduh macam macam.Karena mata bengkak mu itu,bisa bisa aku di curigai telah memperkosa kamu," ujar Austin membuat Nesya segera mengelap air matanya.
"Pikiran mu terlalu jauh." Nesya berdiri dari duduknya dan merogoh sesuatu didalam saku celana nya.
"Ini uang kamu aku kembali,kan." Nesya menyodorkan uang kepada Austin dan langsung di terima oleh Austin.
"Terimakasih," ucap Austin setalah menerima uang itu.
"Aku yang seharusnya berterimakasih padamu.berkatmu,pesanan ku dapat diselesaikan dan karena mu juga,aku bisa kenal dengan bik Tutik." Nesya mengatakan dengan senyum tulusnya,membuat Austin mematung sesaat.
__ADS_1
"Ah,ya sama sama." Austin menjawab dengan salah tingkah.
"Oh ya ... aku akan mengantar mu pulang setelah makan malam," ujar Austin sambil mengambil tas nya.
"Oke." Dua sejoli itu saling bertatapan.
"Ehmm ... ehmm." Bik Tutik sengaja batuk, membuat dua orang itu memutuskan tatapan dengan salah tingkah masing masing.
"Hari mulai sore,ada baiknya Den mandi." Bik Tutik mengingatkan membuat Austin semakin salah tingkah.
"Iya bik,aku kekamar dulu." Pamit Austin menatap Nesya sebentar.
Setelah kepergian Austin,bik Tutik memandang Nesya sambil tersenyum lebar.
"Kenapa bibi lihatin aku terus?" tanya Nesya karena risih di pandangi sedari tadi.
"Bibi sedang mencari sesuatu dari mu," balas bik Tutik membuat Nesya bingung.
"Memangnya bibi mencari apa?aku gak ada nyuri loh bik," ucap Nesya membuat bik Tutik semakin menatap nya.
"Non memang sedang mencuri.bibi gak menyangka Non bisa mencuri itu," ucapan bik Tutik membuat Nesya tak terima.
"Aku beneran gak nyuri apa pun bik,kalau bibi Masi gak percaya silahkan bibi geledah aku!" tantang Nesya agar bik Tutik berhenti menuduh nya.
"Gak perlu di geledah,karena jelas sekali bahwa non berhasil mencuri." Nesya sedikit bingung.
"Memangnya aku mencuri apa,bik?jika bibi melihat barang yang ku curi silahkan bibi ambil," cetus Nesya.
"Non berhasil mencuri hati Den Austin,Non suka juga kan dengan Den Austin.ayo ngaku?" Nesya tertawa rupanya karena ini dia di tuduh mencuri.
"Apaan sih bik.aku dengan Austin itu cuman teman,jangan beranggapan kami punya hubungan lebih dari itu," jelas Nesya jujur.
"Bibi gak percaya.kalian itu sebenarnya saling suka satu sama lain,tapi sayang nya kalian itu sama sama gengsi untuk mengakui nya," ungkap bik Tutik membuat Nesya geli sendiri mendengar nya.
"Seterah bibi aja,tapi kalau emang jodoh pasti gak kemana." Mereka berdua tergelak bersama.
__ADS_1
"Semoga kalian berdua memang berjodoh." Doa bik Tutik.
"