Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 59


__ADS_3

"Aghhtt ... tolong ... tolong!" jerit Austin melihat tubuh Imah terbujur pingsan bersandar di pohon bambu.


"Ada apa?" tanya warga yang telah mendekati Austin.


"Itu ... Imah sudah di temukan," balas Austin segera memberikan obor dan mengendong Imah.


"Ayo,kita bergegas membawa Imah pulang," ajak salah satu warga.


Dengan langkah terburu-buru Austin membawa Imah kembali kerumahnya,dia sebenernya khawatir dengan keadaan Imah,karena di lihat dari wajahnya Imah yang mulai terlihat pucat,belum lagi tubuhnya yang dingin.


"Imah ... anak ku ... hiks ... huhuhu!" jerit buk RT menangis melihat Imah yang berada di pelukan Austin.


"Cepat ganti pakaian nya,sepertinya dia kedinginan," ujar Austin yang telah membaringkan Imah di kasur.


Saat Austin keluar banyak ibu-ibu yang membicarakan tentang perihal hilangnya Imah,banyak yang curiga Imah di culik oleh sosok hantu.karena Imah di temukan di dekat pohon bambu.


"Yang punya anak kecil harus lebih berhati-hati lagi,sekarang hantu sudah mulai berkeliaran.saran dari saya anak jangan di biarkan keluar saat tengah hari dan waktu magrib,bisa di culik nanti." Buk salmah memperingati ibu-ibu disana.


"Kalau begitu,aku pulang duluan ya.soalnya anak ku sendirian di kamar,takut aku dia kenapa-napa." Ibu itu langsung berlari kencang kembali kerumahnya.


Tak lama terdengar suara teriakan dari dalam,mungkin Imah sudah sadar.tidak ingin ketinggalan berita,buk salmah dan buk Rini segera masuk untuk melihat apa yang terjadi.


"Ibu,bapak!tolong Imah! hiks ... hiks ... ada Wewe gombel buk,dia menculik Imah," adu Imah membuat warga panik mendengar nya.


"Dimana hantu nya,nak?" tanya buk salmah.


"Di lapangan,bude.dia mengejar Imah lalu dia mengendong Imah sambil terbang,dia bilang mau jadiin Imah anak nya,huhuhu." Imah menangis ketakutan.


"Wah,ini tidak bisa di biarkan pak RT.sekarang kampung kita mulai tidak aman lagi,mohon pak RT melakukan sesuatu untuk keamanan kampung ini," ujar buk Rini dan langsung di setujui oleh warga.


"Saya sebenarnya kurang percaya,tapi karena penculikan ini saya sedikit percaya tentang hal mistis.jadi saya mohon kerjasama nya bapak-bapak agar mau bergantian ikut pos kamling,agar hal seperti ini tidak terjadi lagi."


Setelah mendengar langsung penjelasan dari Imah,para warga berangsur-angsur pulang.mereka jalan beramai-ramai untuk mengantar satu persatu warga kerumahnya.


"Assalamualaikum." Austin mengetuk pintu dengan keras.dia baru pulang kerumah pada subuh hari.


"Waalaikum salam," sahut Nesya lalu membuka pintu.


"Jangan dekat-dekat dulu,aku mau mandi.takutnya kamu kena sawan," ujar Austin meminta Nesya menjauhinya.


"Jangan lupa kunci pintu!" pekiknya.


"Ada apaan sih?pulang-pulang kok jadi aneh,begini." Nesya masuk ke kamar untuk menyiapkan pakaian ganti untuk Austin.

__ADS_1


"Gimana,apa Imah sudah ketemu?" tanya Nesya setelah beberapa menit menunggu Austin mandi.


"Udah,dia di culik hantu," terang Austin membuat Nesya terhenyak.


"Jangan,ngaco kamu.sejak aku lahir mana ada kejadian di culik hantu seperti ini," sanggah Nesya cepat.


"Beneran,sayang.gak mungkin Imah bohong, biasanya anak kecil selalu berkata jujur." Austin memakai pakaian nya dan meyakinkan Nesya.


"Masa sih,aku seperti Masi ragu dengan hal itu."


"Ih,gak percaya dia.kata Imah dia di kejar sama Wewe gombel dan berhasil di tangkep lalu di bawa terbang ke pohon bambu," jelas Austin yang menggantung handuknya.


"Jika itu benar,pasti dia sangat ketakutan karena melihat langsung hantu itu." Nesya merinding mendengar cerita Austin.


"Bukan ketakutan lagi,dia sampai pingsan.mana wajahnya pucat dan tubuhnya dingin banget lagi,tadi saat aku mengendong nya,aku takut banget.takut jika dia sudah meninggal."


"Serem banget,sih." Nesya buru-buru memeluk Austin karena dia ikut ketakutan.


"Ayo,bobok.jangan cerita itu terus," pinta Nesya yang kini mulai menarik selimut dan memeluk erat Austin.


Pagi telah tiba,rata-rata ibu-ibu banyak memberi petuah pada anaknya.mereka berharap anak mereka tidak mengalami hal yang sama seperti Imah.


"Ingat,pulang sekolah langsung pulang jangan main kelapangan!" tegas buk Aini yang memberi nasi bungkus pada anak nya.


"Bener tu,buk.anak- anak harus di beri tahu agar tidak main jauh-jauh,sekarang makhluk halus mulai berseliweran di kampung kita," celetuk buk Rini.


"Ia.sejujurnya saya jadi was-was takut kalau anak saya kenapa-napa," balas buk Aini.


"Entah apa yang sebenarnya terjadi,kenapa tiba-tiba kampung ini menjadi tidak aman?"


"Jika begini terus,lebih baik saya pindah saja.dari pada waspada setiap hari," sahut buk Aini.


"Kalau ibu sih enak,ibu punya modal untuk pindah.lah,kami uang dari mana untuk membiayai hidup jika pindah dari sini," ujar pedagang nasi itu.


"Jangan pindah,buk.nanti kami sedih apalagi ibu adalah ketua arisan warga sini,sama siapa lagi kami main arisan jika ibu pindah," bujuk buk salmah.


"Iya deh,saya gak jadi pindah."


Matahari sudah muncul menerangi bumi,membuat sepasang anak manusia yang tengah berpelukan kini perlahan membuka mata.


"Hari sudah siang rupanya." Nesya perlahan melepaskan tangan austin yang tengah memeluknya.


"Mau kemana?" tanya Austin melihat pergerakan Nesya.

__ADS_1


"Mau mandi," ujar Nesya mengambil handuk.


"Emangnya hari sudah jam berapa?" Austin mendudukkan diri sambil bersandar di sisi ranjang.


"Gak tahu.tapi yang jelas hari sudah pagi," balas Nesya berlalu keluar kamar.


Setelah mandi Nesya izin dengan Austin,dia ingin keluar membeli sarapan.saat sampai di warung nasi,Nesya mendengar banyak warga Masi menceritakan kejadian penculikan Imah.


"Nesya,bilang pada Austin.malam ini dia berjaga di pos kamling ajak babe Roma juga," ujar pak Jamal.


"Kenap babe dan mas Austin jaga rondanya barengan,nanti aku sendirian di rumah," protes Nesya.


"Kamu sudah besar Nesya.hantu itu ngincarnya anak kecil bukan orang dewasa seperti kamu," tutur pak Jamal.


"Meskipun saya besar.tapi tidak baik meninggalkannya perempuan seorang diri apalagi malam hari," sungut Nesya kesal.


"Jika kamu mau protes ajukan aja langsung dengan pak RT,saya cuma di suruh menyampaikan," balasnya kembali meminum kopi.


Dengan wajah kesal Nesya kembali pulang,jujur dia takut di tinggalkan seorang diri.karena beberapa hari lalu dia mendapat hadiah menyeramkan,dia takut hal itu terjadi lagi jika dia sendirian malam ini.


"Kenapa wajahmu cemberut gitu?" tanya Austin sambil memakan sarapan.


"Pak Jamal bilang kalian berdua jaga pos malam ini," tutur Nesya.


"Maksudmu aku dengan babe."


"Ia!" ketus Nesya.


"Lah,terus salahnya dimana?" sahut Roma.


"Jika kalian berdua pergi,itu berarti aku sendirian dirumah.aku gak mau di tinggal sendirian," jelas Nesya.


"Oh,kamu takut," ledek austin tertawa kecil.


"Sangat takut.aku takut boneka itu datang lagi,jika itu terjadi siapa menolongku?" keluh Nesya.


"Tenang semuanya akan baik-baik saja,kami akan pergi saat kamu tidur," saran Austin.


"Jika aku tidur lalu kalian pergi,jadi bagaimana kalian mengunci pintu?"


"Begini saja,untuk sementara kamu tidur saja di rumah buk RT.nanti kami bilang sama pak RT kalau giliran jaga pos kami berdua tidak bisa di satukan,karena ini sudah telanjur jadi dengan terpaksa kamu mengalah," jelas Roma.


"Lebih baik aku tidur di rumah pak RT,dari pada sendirian di rumah.aku tidak sanggup seperti aku tengah uji nyali saja." Nesya mendelik.

__ADS_1


__ADS_2