Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 64


__ADS_3

"Undangan dari juragan,apa dia benar-benar akan menikah?" gumam Roma yang baru mendapatkan undangan itu dari pak RT.


Roma segera menuju kamar Nesya dan Austin untuk memberi undangan itu,sampai di depan kamar.Roma langsung mengetuk pintu yang dapat mengagetkan dua orang itu.


"Nesya,Austin." Panggilan itu membuat dua orang itu saling bertatapan.


"Babe," ujar keduanya segera berdiri dan memakai pakaian mereka.


"Kamu di sini saja,biar aku keluar menemui babe," pinta Austin yang telah memakai celana nya.


Nesya segera memasukan sisa pakaian di dalam selimut,lalu dia berbaring dengan selimut menutupinya tubuh nya.


"Kenapa lama sekali?" omel Roma yang telah menunggu kamar terbuka.


"Kami tidur jadi tidak dengar babe mengetuk pintu," dusta Austin.


"Oh.ini ada undangan untuk kalian dari juragan,datang ke acara itu.beri dia hadiah berlian,biar dia tahu siapa yang sebenarnya kaya di kampung ini?" Austin hanya tersenyum menanggapi ucapan babe.


"Memangnya undangan apa?"


"Dia mau menikah,besok pagi acaranya.pestanya sangat meriah hingga memotong banyak sapi dan juga ayam,babe yakin dia sengaja melakukan hal itu agar bisa mengalahkan acara pernikahan mu," imbuh babe dengan kesal.


"Biar saja,be.paling dia akan menyesal karena menghabiskan uang untuk acara satu hari," balas Austin menerima undangan itu.


"Pokoknya besok kita harus datang,suruh Nesya pakai semua perhiasannya.jika perlu pasang cincin di sepuluh jarinya,pokoknya kita jangan sampai kalah oleh mereka."


"Ini babe mau pergi kondangan atau ada niat lain," ucap Austin.


"Memang nya siapa calon nya juragan?" sahut Nesya yang mendengar obrolan mereka.


"Itu,nes.si Ani,dulu kamu sering beli kayu bakar dengan nya," jelas babe membuat Nesya langsung berpikir.


"Oh,bocah itu.bukannya dia Masi sangat muda,umurnya baru dua puluh tahunan.kenapa dia bisa menikah dengan juragan?" Nesya kaget setelah tahu mempelai wanita nya.


"Katanya karena ayahnya punya hutang dan Ani tidak bisa membayarnya.sehingga juragan meminta dia untuk menikah dengan nya," terang Roma.


"Benarkah?tidak biasanya juragan mau menikah hanya karena hutang,soalnya banyak warga yang memiliki hutang tapi juragan tidak menikahi anak mereka," tutur Nesya heran.


"Kalau itu babe tidak tahu,makanya kita harus pergi besok agar mengetahui semuanya."


"Males rasanya ketemu dengan orang tua juragan," ujar Nesya.


"Hey,kita harus pergi.pokonya besok pagi babe akan mengoncang kamar kalian agar kalian terganggu dan pergi ke pesta itu," paksa Roma.


"Terserah Babe saja."


Roma meninggalkan kamar itu untuk pergi ke pasar mencari baju yang bagus dan mahal untuk ia kenakan esok hari.

__ADS_1


Setiap dia berjalan pasti dia mendengar berita pernikahan itu,mulai ada yang bilang jika artis akan datang ikut meramaikan acara itu.hingga pesulap juga ikut hadir dalam pesta pernikahan Juragan.


"Ini akan menjadi pernikahan yang sangat meriah dalam sejarah di desa kita."


"Beruntung sekali Ani menikah dengan juragan,pasti dia merasa benar-benar menjadi ratu saat acara berlangsung."


"Aku masi tidak menyangka kekayaan juragan sebanyak itu,hingga bisa mengundang artis di sini.kapan lagi coba lihat artis secara langsung?"


"kamu benar,yang tidak datang esok hari pasti rugi."


Begitulah obrolan yang di dengar Roma,sejauh ini tidak ada yang membandingkan pernikahan anaknya dengan kemeriahan pernikahan juragan.semua warga terlalu fokus menanti kedatangan artis.


"Artis apa yang dia undang,jika Dewi persik aku baru tersanjung.tapi aku yakin juragan mengundang artis yang kurang terkenal,mana mampu dia membayar job artis papan atas."


Roma ikut berkomentar dalam hati,setelah mendapat kan baju yang sangat bagus Roma memilih pulang untuk beristirahat,soal kado dia menyerahkan kado pada Austin dan juga Nesya.


"Apa kamu tidak sedih,mantan mu akan segera menikah?" goda austin yang membuka celananya,dia merasa ada yang ganjal sehingga dia memilih membuka celana jeans itu.


"Sejak kapan aku punya mantan seperti dia?" sungut Nesya yang kembali mengeluarkan pakaian yang ia sembunyikan tadi.


"Mentang-mentang udah jadi mantan tidak mau di akui," balas Austin yang tidak menyadari jika dia memakai dalaman milik Nesya.


"Astaga,kenapa kamu memakai nya?"Nesya menuju bawah perut Austin.


"Kapan aku memakai ini?sejak kapan dia berada di sini?" tanya Austin melihat dalam merah jambu itu.


"Padahal dia sudah masuk sarangnya,kenapa kain penutup sarangnya Masi ia rasakan?" ujar Austin menyalahkan junior nya.


"Belikan yang baru,ya.dalaman ku berkurang karena kamu rusak." Nesya meminta ganti rugi.


"Tidak usah pakai dalaman,itu jauh lebih indah," ujarnya tersenyum mesum.


"Oh,kamu ingin orang lain ikut melihat nya."


"Enak saja.maksud ku jika di dalam kamar tidak usah gunakan dalaman bukan,di luar rumah!" sungutnya.


"Oh kirain tadi.nih,pakai dalaman mu." Nesya melempar boxer itu hingga mendarat tepat di atas kepala Austin.


"Gak,sopan!" tegur Austin sambil mengambil boxer itu lalu mengunakan nya.


"Hehehe,maaf pak suami."


"Untung aku sayang." Austin geregetan melihat Nesya hingga mengigit pipinya.


"Arghh ... sakit." Nesya menjauhkan Austin dari pipinya.


"Siapa suruh gemesin?"

__ADS_1


"Besok kita pergi atau tidak ke acara pernikahan itu?" tanya Nesya.


"Pergi saja,kadonya berlian sesuai keinginan babe," ujar Austin membuat Nesya terbelalak tak percaya.


"Apa itu tidak berlebihan?kita akan rugi jika memberikan itu padanya.dia itu sudah kaya jadi tidak usah memberikan sesuatu yang dapat memperkaya dirinya," protes Nesya.


"Tumben perhitungan,ini akan di berikan pada mantan mu,loh.masa kamu tidak mau berbagi berlian padanya," goda Austin.


"Kamu benar dia itu mantan ku,dulu waktu kami pacaran kami pernah bercumbu di balik semak.sedikit lagi kami akan melakukan hal lebih,tapi keburu kedatangan pak RT." Nesya membual karena kesal di ledek Austin terus.


"Berhenti membual!" marah Austin tidak terima ucapan Nesya.


"Bukankah kamu bilang dia itu mantanku,jadi wajar saja dulu kami pernah bercum-" ucapan Nesya terhenti karena bibirnya di bungkam oleh Austin.


"Jangan katakan hal itu lagi,atau aku akan memakan mu," ancam Austin setelah melepaskan ciuman.


"Kamu pikir aku takut kamu makan,silahkan saja aku tidak takut dengan ancaman pasaran begitu," ledek Nesya.


"Oh,berani." Austin menghempaskan tubuh Nesya lalu segera menindih nya.


"Sangat,berani." Nesya meraba roti sobek itu hingga Austin tanpa sadar melenguh.


Tanpa banyak kata Austin segera membuka pakaian nya,dia juga melakukan hal yang sama pada nesya.sebelum melakukan penyatuan dia terlebih dahulu memberikan pemanasan agar keduanya rileks.


"Sekarang waktunya," ujar nya penuh semangat membuka dalaman Nesya.


Namun sepertinya dia mencium bau tak sedap,seperti aroma darah.dia langsung bangkit untuk mencarinya dia takut jika ada teror lagi.


"Kenapa berdarah?" tanya Austin melihat darah di dalaman Nesya.


"Ah,mungkin aku datang bulan."


"Datang bulan ... itu berarti aku tidak bisa melakukan hal itu," ujar Austin terdiam sesaat mencerna apa yang terjadi.


"Itu benar,jadi selama seminggu kedepan kamu tidak dapat jatah,oke?"


"Nesya apa kamu sengaja mengerjai ku?" tanya Austin menatap tajam Nesya.


"Ah,akhirnya kamu sadar,anak pintar." Nesya menggulung selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Nesya,tega kamu melakukan hal ini padaku!" jerit Austin frustasi.


"Bukankah kamu yang menginginkan nya,terus kenapa kamu menyalahkan ku!" ketus Nesya.namanya wanita yang sedang emosional karena kedatangan bulanan,malah Austin dengan beraninya mencari masalah.


"Sudahlah aku yang salah," ujar Austin bangkit untuk menuju kamar mandi.


"Dasar semua laki-laki sama saja,suka menyakiti wanita!" omelnya Masi terdengar di telinga Austin.

__ADS_1


__ADS_2