Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 65


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan juragan,bukan keluarga pengantin saja yang sedang sibuk mempersiapkan diri.namun itu berlaku juga pada Roma yang telah sibuk menyiapkan diri untuk tampil wah di acara nanti.


"Kenapa celananya sangat kebesaran?kaki ku tengelam karena celananya kepanjangan," ujar Roma yang memperhatikan celananya.


"Astaga,kenapa aku tidak mencobanya waktu itu?jika sudah begini apa yang harus ku lakukan?"


"Ah,lebih baik minta Nesya untuk menjahitkan nya."


Roma menggedor kamar anaknya di subuh hari,Nesya sangat kesal dengan babe nya. bisa-bisanya dia menganggu tidur nya hanya untuk menjahitkan celana.


"Tidak usah pergi,be.jika pakaian babe ke besaran?" ucap Nesya yang mendengar keluhan babe nya.


"Tidak bisa,kita semua harus pergi.kita akan di olok oleh mereka jika tidak menampakan batang hidung di acar itu," sungut babe.


"Haruskah aku menjahitkan di subuh hari.orang dimana-mana kalau pagi itu sarapan,lah,aku malah jahit celana," omel Nesya sambil menundukkan diri di kursi.


"Nanti kita sarapan di pesta saja,disana ada daging.biat babe ambilkan untuk mu jika perlu semangkuk penuh," bujuk babe karena tahu Nesya sangat menyukai daging sapi.


"Nanti di olok dengan keluarga juragan,nanti mereka bilang keluarga kita rakus," timpal nesya yang telah fokus menjahit mengunakan mesin tua itu.


"Mereka mana tahu,kan babe diam-diam ngambilnya," balas Roma lagi.


"Terserah Babe saja."


"Babe tinggal dulu,ya.babe mau merapikan kumis dulu." Roma meninggalkan Nesya yang tersenyum masam.


"Babe ... babe.orang lain yang menikah tapi dia yang sibuk,seperti dia saja yang mempelai nya," gumam Nesya.


Memerlukan waktu satu jam untuk merombak celana Roma,sebenarnya bukan celana nya yang kepanjangan.namun dasar Roma nya saja, yang memiliki postur yang tak tinggi sehingga tubuhnya tenggelam mengenakan celana itu.


"Akhirnya selesai," ujar Nesya membolak-balik celana yang baru saja ia rombak.


"Seharusnya aku yang sibuk mempersiapkan diri karena aku wanita.tapi yang malah terjadi,dua laki-laki itu yang sibuk mengalahi diriku," sungut Nesya.


Roma dan Austin datang bersama,mata Nesya langsung terbelalak melihat kearah suaminya.


"Kenapa kamu berpakaian seperti itu?" protes Nesya.melihat Austin mengenakan jas berwarna hitam lengkap dengan sepatu ala orang kantoran.


"Lah,emangnya apa yang salah?" tanya balik austin.


"Cepat ganti jas itu,bisa dikira kamu calon mempelai laki-laki nya jika mengunakan jas itu." Austin Masi kebingungan sedangkan Roma terpukau dengan ketampanan Austin.


"Kenapa kamu sangat berbeda saat mengunakan baju ini?tapi jika aku mengunakan baju itu wajah ku tetap sama dan tidak segagah kamu," sahut Roma.


"Itu karena babe sudah tua,jadi inget umur.jangan coba-coba mencari mama muda di pesta nanti," ujar Nesya menjawab pertanyaan Roma.

__ADS_1


"Apaan sih?gak nyambung banget,deh," Balas nya sambil merebut celana di tangan Nesya.


"Lucu nya,babe." Austin masi tersenyum melihat kepergian Roma,tanpa menyadari tatapan tajam sedang mengarah padanya.


"Apanya yang lucu?!" ketus Nesya menyadarkan Austin bahwa Nesya sedang marah padanya.


"Tidak ada,sayang."


"Ayo,ganti pakaian itu.jangan samakan kondangan kolagen mu dengan kondangan di kampung ini." Nesya segera menarik tangan Austin untuk membawanya kedalam kamar.


Tepat pukul 08:30 pagi,keluarga Nesya pergi menuju pesta itu.saat ini Nesya mengunakan baju kebaya dengan warna senada dengan batik yang Austin kenakan,bisa di bilang mereka menggunakan baju capel.


"Sudah ramai saja,males rasanya berdesakan seperti ini," ujar Nesya melihat orang-orang di dalam tenda itu.


"Namanya kondangan ya,rame.kalau sepi itu kuburan," balas Roma Masi semangat.


"Dasar babe.lihat matanya udah jelalatan lihat body janda kampung," ujar Nesya.


"Babe bukan mencari janda,nes.babe sedang mencari rombongan pak RT,babe tahu babe duda.tapi jangan menuduh babe ke gatelan mencari janda,babe ini bukan duda murahan," jelasnya membuat Austin tertawa.


"Tuh,denger.babe bukan duda murahan,jangan menuduh nya lagi," sahut Austin.


Akhirnya mereka masuk kedalam dan mendapatkan tempat duduk di tengah,meski tadi berdesakan saat melewati prasmanan.namun akhirnya mereka bisa bernafas lega saat sudah mendapatkan kursi.


"Acara belum di mulai,tapi warga sudah mengambil makanan.awas saja jika aku tidak kebagian daging," gerutu roma melihat orang berbondong-bondong mengambil makanan.


"Rasanya lebih enak di sini,austin.yang gratis lebih nikmat dari pada beli sendiri.lagi pula kita akan rugi sudah kasi berlian tapi tidak makan daging disini," tawa austin pecah mendengar penuturan Roma.


"Hentikan obrolan kalian,kepala ku pusing mendengar nya."


"Babe tahu obat pusing yang ampuh untukmu," balas Roma.


"Emangnya apa?" tanya Nesya.


"Aroma rendang daging akan mampu mengusir sakit kepala mu,tunggu di sini babe ambilkan." Nesya tidak sempat mencegah babe nya karena roma keburu pergi ke arah prasmanan.


"Babe memang sangat pengertian," ujar Austin saat Roma memberikan nasi padanya dan juga Nesya.


"Kalian makan saja duluan,babe ingin mengambil lagi untuk babe," ujarnya meninggalkan anak dan menantunya lagi.


"Astaghfirullah,babe." Nesya hanya tersenyum melihat kelakuan Roma yang mengambil kan ia banyak lauk sedangkan nasinya hanya sedikit.


"Hahaha ... Babe lucu sekali," balas Austin mulai makan.


"Jangan sampai dia membungkus makanan untuk di bawa pulang.inilah alasan ku malas pergi ke kondangan dengan nya," sungut Nesya dan terkejut melihat Roma meletakan sepiring nasi putih di atas meja.

__ADS_1


"Untuk tambah," balasnya lalu makan.


"Ini berlebihan babe,malu dengan yang punya acara," tegur Nesya.


"Sudah makan saja,orang lain banyak juga mengambil banyak makanan.bahkan ada yang sudah membungkus nya."


"Jangan berpikir untuk membawa pulang makanan ini," ujar Nesya seakan tahu isi pikiran Roma.


"Babe,Tidak bisa janji,hehehe."


Acara ijab kabul akan segera di mulai,hal itu bertepatan Dengan mereka yang telah usai makan.


"Akhirnya juragan menikah juga," ujar Roma setelah melontarkan kata sah.


"Mari kita lihat,bagaimana wajah calon istrinya," balas Austin.


"kenapa Ani berjalan secepat itu?" ucap Nesya menahan senyum.


Saat ini pengantin perempuan sangat terlihat bar-bar karena mengangkat gaunnya sendiri mungkin untuk memudahkan dia berjalan.hingga yang mengiringi dia jauh tertinggal,karena tidak dapat mengimbangi kecepatan langkah kaki gadis itu.


Acara yang biasanya akan terlihat romantis saat pengantin bertukar cincin,tapi sangat berbeda dengan pernikahan baja dan Ani.


Semuanya amburadul karena Ani yang secepat kilat memakai cincin,di tambah dia yang memerintah penghulu untuk melakukan ini dan itu.


"Dia sangat lucu,mungkin dia masi bocah makanya belum banyak mengerti banyak hal," bisik Nesya pada Austin.


"Hahaha ... acara yang seharusnya hikmad menjadi kacau karena bocah itu," balas Austin ikut tertawa.


"Lihatlah wajah para Mak lampir itu,wajah nya sudah buruk ingin menelan orang.dia pasti malu," sahut Roma memperhatikan keluarga juragan.


"Benar.hanya wajah engkong baja saja yang bahagia,yang lainnya tidak.kasihan Ani pasti akan di perlakukan tidak baik oleh mereka," ucap Nesya.


"Doakan saja yang terbaik untuk dia," balas Austin.


Kini waktunya keluarga roma naik ke atas pelaminan untuk menyalami kedua mempelai dan juga memberi kado.


"Selamat Ani akhirnya kamu menikah,semoga kalian berdua samawa," doa Nesya menyalami Ani.


"Terimakasih,Mbak Nesya." Ani memeluk Nesya sebentar lalu lanjut menyalami tamu.


"Apa kamu tahu apa yang di katakan Mak lampir padaku?dia tadi bilang isi kado ku uang koin,karena melihat kotak kado yang sangat kecil itu.lalu aku bilang koin yang ku berikan lebih berharga dari pada ginjal nya," ujar Roma setelah kembali duduk di kursinya.


"Kena mental langsung tu Mak lampir,babe mau di lawan," balas Austin.


"Lebih baik kita segera pulang,sepertinya tamu makin ramai,aku tidak tahan lama-lama disini," pinta Nesya.

__ADS_1


"Kalian saja yang pulang,babe mau lihat artis yang di hebohkan warga itu."


"Oke.kami pulang duluan,be.babe hati-hati," pamit Austin merangkul Nesya untuk segera pergi dari pesta itu.


__ADS_2