
Roma menyetujui pernikahan itu.meski Austin telah memberi tahu bahwa dia menikahi Nesya secara siri,namun Roma nampaknya tak peduli dia tetap merestui keduanya.
Tinggal satu hari menjelang acara pernikahan Nesya.meski menikah siri namun Austin tetap merayakan nya dengan mengundang orkes dangdut dan seorang biduan untuk ikut adil memeriahkan pernikahan nya.
"Wah,selamat ya nesya.melihat keberuntungan kamu,membuat aku ingin juga ke kota.agar dapat suami yang kaya raya," celetuk Jamila.
"Aku setuju,nanti kita pergi berdua agar orang tua kita menyetujui nya," usul Nilam.
"Jangan pergi ke kota,disana tidak seindah ekspetasi kalian.jika orang kota tahu kalian dari kampung,bisa-bisa kalian di manfaatkan atau bahkan di jual di tempat hiburan," cegah Nesya yang kini sedang luluran.
"Itu omong kosong kamu aja.bilang aja kamu takut kami kesana dan mendapatkan pria yang lebih kaya dari suami mu." Nilam mengangguk membenarkan ucapan Jamila.
"Ih,siapa juga yang punya pikiran seperti itu.kalau kalian tidak percaya ucapan ku,pergi saja sana ke kota.nanti kalau pulang bawa bola di perut jangan salahkan aku," usir Nesya.
"Kami ini cewe baik-baik mana mungkin bisa hamil duluan," sanggah nya.
"Terserah kalian saja," ujar Nesya.
Rumah Nesya penuh oleh kehadiran para tetangga,banyak di antara mereka membantu memasak dan mendirikan tenda.pujian terus di berikan oleh para warga pada Roma karena berhasil mengundang biduan ternama di kampung itu.
"Gak sabar besok goyang dengan biduan," celetuk pak Madun.
"Inget sudah tua jangan gatel!" seru Jamal.
"Biar aja gatel,kan aku duda jadi gak masalah."
"Inget dosa!" Jamal memandang wajah Madun.
"Alah,sok suci kamu.bilang saja kamu iri padaku.aku bisa joget dengan biduan itu sedangkan kamu tidak bisa,karena kamu takut di samperi bojomu,hahahah." Madun tertawa senang.
"Istri ku lebih bohay dari biduan itu,untuk apa joget dengan biduan ngabisin duit aja," sungut Jamal menyeruput kopi dengan kesal.
"Gak usah nyawer,ikut joget aja.siapa tahu nanti tanganku tersenggol bodi bohay nya,hehehe."
"Dasar tua keladi!" umpat Jamal meninggalkan Madun.
Jika rumah Nesya banyak orang sibuk dengan persiapan pernikahan.berbeda dengan Austin yang tengah berbaring sambil melamun,entah apa yang mengusik pikiran nya.
"Gak nyangka,bisa menikah dengan Nesya." Austin memijit pelan pangkal hidungnya.
"Malam ini adalah malam terakhir aku memeluk guling,karena malam-malam berikutnya aku akan memeluk istriku,hmm ... gak sabar menanti hari esok."
__ADS_1
"Ah ... malam pertama tinggal hitungan
jam aja,gak sabar rasanya buka-bukaan bareng Nesya."
Hari yang di nantikan dua sejoli itu kini telah tiba.suasana rumah Nesya telah ramai sejak subuh hingga menjelang acara sakral.semua turut bahagia atas pernikahan Nesya,sehingga banyak warga yang memberikan hadiah dan ikut menyaksikan acara akad itu.
"SAH!" ucapan itu di berikan para saksi setelah Austin mengucapkan ijab kabul.
"Mohon untuk mempelai wanita untuk keluar menemui suaminya," ujar pak penghulu.
Dengan rasa gugup Nesya melangkahkan kakinya mendekati Austin.semua hadirin terpana dengan kecantikan Nesya yang terpancar ditambah dengan kebaya putih yang semakin mempercantik dirinya.
"Cantik sekali," bisik austin setelah Nesya duduk di samping nya.
"Raja gombal," gerutu Nesya membuat Austin menahan senyum.
Setelah membaca doa,kini waktunya dua mempelai untuk duduk bersanding menyalami para tamu.
"Selamat Nesya,semoga kehidupan pernikahan selalu bahagia," ujar buk RT.
"Terimakasih doa nya,buk." Nesya menyalami buk RT.
Tamu terus berdatangan membuat pengantin baru itu merasa sedikit lelah terus menyalami para tamu.
"Kampung sini memang ramai Austin,jika ada acara seperti ini semuanya turut membantu sehingga warga sini terkenal dengan tolong menolongnya."
"Mereka semua kompak membantu jika ada salah satu warga bikin acara." lanjut Nesya.
Goyang dompret🎶
Goyang dompret 🎶
Tiba-tiba terdengar lagu goyang dompret yang di nyanyikan oleh bidyan,Nesya bergegas menutup mata Austin Karen biduan itu memakai pakaian kurang bahan.
"Kenapa kamu mengundang nya?" tanya Nesya setelah melepaskan tangan nya.
"Aku tidak mengundang nya.mungkin babe yang mengundang biduan itu," jelas Austin.
Mata Nesya langsung mencari keberadaan Roma,setelah menemukan nya Nesya langsung menutup wajahnya karena menahan malu.
"Astaghfirullah,babe.kenapa babe joget sambil lepas baju?kenapa dia berbuat seperti itu di acara pernikahan ku?mau di taruh dimana wajahku," ucap Nesya terus melihat kearah Roma.
__ADS_1
"Biar saja,acara seperti ini jarang terjadi.biarkan babe bersenang senang," balas Austin.
"Astaghfirullah babe ikut nyawer Austin.cepat kamu jauhkan babe dari biduan itu," panik Nesya melihat tingkah babe nya.
"Biarkan saja." Nesya langsung memicingkan mata kearah suaminya itu.
"Jika kamu tidak mau kesana,aku saja yang kesana!" tegas Nesya bangkit dari duduknya.
"Biar aku saja yang kesana,kamu duduk saja disini." Cegah Austin.
Kedatangan Austin membuat yang bergoyang tiba-tiba berhenti,mungkin mereka mengira Austin ingin berjoget dengan biduan juga.
"Babe Nesya manggil," bisik Austin.
"Kalian lanjut saja,aku pergi dulu sebentar." musik kembali dilanjutkan.
"Babe apa-apaan sih,kenapa joget?aku malu be," sungut Nesya kesal.
"Mungkin babe ingin menghibur diri," sahut Austin.
"Nah,benar kata menantu ku."
"Pokonya babe gak usah joget lagi,nanti kalau babe ketahuan joget.aku dan Austin akan pulang ke kota ninggalin babe," ancam Nesya.
"Gak boleh ngomong gitu,sayang.kasihan babe,babe cuman joget gak ganjen dengan biduan itu,apa salahnya kamu biarkan babe bersenang-senang?" Austin membela mertuanya.
"Berhenti bela babe terus,atau kamu tidak aku beri jatah," ancam Nesya dengan suara pelan.
"Babe duduk aja,nanti aku kasi babe uang lagi untuk refreshing jalan-jalan." Austin segera mencegah mertuanya berjoget,agar malam pertamanya terlaksana.
"Oke babe gak joget lagi." Roma menyetujui nya setelah mendengar ucapan Austin.
Acara akhirnya telah selesai,para warga berangsur-angsur pulang untuk beristirahat.keadaan mulai sepi,membuat Austin diam-diam tersenyum.
"Siapa duluan mandi kamu atau aku?" tanya Nesya yang sedang bercermin menghapus make up nya.
"Mandi bareng aja,biar menghemat waktu." Nesya langsung terdiam kaku mendengar ucapan austin.
"Aku masi lama,belum bersihin makeup,melepaskan pernak pernik ini.lebih baik kamu mandi duluan," tolak Nesya.
"Aku akan tunggu kamu,gak apa-apa lama." Austin kekeh ingin mandi bersama istrinya.
__ADS_1
"Ih,jangan gitu dong.aku malu kalau mandi sama kamu," sungut Nesya menoleh kearah Austin.
"Gak usah malu,nanti juga akan terbiasa," bisik austin di telinga Nesya lalu mengecup singkat tengkuk nya.