
Hari ini Nesya dan Roma kembali melihat berita kecelakaan itu.mereka berharap bahwa Austin di temukan dan Masi selamat.
"Polisi kembali melakukan pencarian,namun korban berinisial A telah di temukan.dia mengalami luka-luka di tubuhnya dan telah meninggal dunia.keluarga nya telah mengurus jenazah korban dan telah di bawa kerumah sakit Medika.sekian info dari kami."
Nesya hanya menangis mengetahui kabar itu begitupun roma.dia tidak menyangka Austin meninggal secepat itu.
"Babe ... aku ingin kesana .... hiks ... hiks ... aku ingin Austin," sesegukan Nesya.
"Sabar,nes.ini ujian untuk mu," ujar Roma meski hatinya juga bersedih.
"Austin ... hiks ... hiks ... "
"Jangan begini,Austin pasti sedih melihatmu seperti ini."
***
"Sayang,kamu mau tidak menolongku?" manja Jamila pada pria yang di peluknya itu.
"Apapun akan ku lakukan untuk mu," balas Basir.
"Kamu tahukan aku bermusuhan dengan Nesya," ucap Jamila.
"Ia aku tahu.aku juga tidak suka dengan wanita sok jual mahal itu," ujarnya.seperti nya Basir memiliki dendam juga dengan Nesya.
"Benarkah?kenapa kamu tidak menyukai Nesya?" tanya Jamila penasaran.
"Itu karena dia berani menolak saat aku mengajak dia pacaran,mana dia nolak di depan semua orang lagi.habis citra ku di permalukan saat itu," cerita Basir.
"Ini bagus,aku bisa mengajak dia kerjasama."
"Kasihan sekali kamu,sayang.si nesya itu harus di beri pelajaran,bagaimana jika kita membuat dia malu juga?"
"Caranya?" tanya Basir tertarik.
"Kita akan fitnah dia melakukan pesugihan.kamu cukup menaruh patung nyik Blorong di belakang rumahnya dan meletakan sesajen,selanjutnya biar aku yang bergerak.bagaimana apa kamu setuju?"
"Itu sangat kecil.aku akan melakukan hal itu untukmu," remeh Basir.
"Ingat lakukan malam ini dan jangan sampai ada orang lain yang melihatnya."
"Tenang pekerjaan seperti itu aku sudah terbiasa.menyelundupkan narkoba saja aku mampu,apa lagi melakukan hal kecil itu," sombongnya.
"Wah,kamu hebat sekali sayang.jadi makin sayang,deh,aku sama kamu," ucap Jamila.
Seperti rencana yang telah di susun,malam ini di temani cahaya bulan Basir melakukan aksinya.meski mengetahui bahwa karno meninggal di sana namun dia tidak takut sama sekali.
Tanpa di temani siapapun,dia berani meletakan patung dan sesajen itu tepat di belakang rumah Nesya,dalam hati dia berharap rencananya berhasil.
"Sayang,aku datang!" jeritnya membangunkan Jamila yang sedang tertidur itu.
"Hemm kamu udah kembali," balas Jamila membuka pintu dengan sedikit mengantuk.
"Ia.semua beres tidak ada yang melihat aku melakukan hal itu," balas Basir.
__ADS_1
"Jelas saja tidak ada yang lihat,orang ini malam hari.cepat sana mandi lalu tidur lagi!" titah Jamila.
"Apa kamu tidak menemani aku mandi?" tanya Basir sedikit menggoda.
"Tidak!aku mengantuk," tolak Jamila.
"Ayolah sayang,temani aku.aku takut mandi sendirian malam-malam," bujuknya.
"Alasan mu saja,pergi ke belakang rumah Nesya kamu berani.masa mandi di belakang tidak berani," omel Jamila.
"Baiklah aku mandi sendiri," ujarnya dengan cengegesan.
Selesai mandi Basir berbaring di samping Jamila,ia memeluk tubuh wanita itu dan mulai menutup matanya.
Rasanya ia tidak sabar untuk menyaksikan rencana selanjutnya,dia ingin tahu apa yang di lakukan oleh Jamila esok hari.
"Basir bangun!apa kamu tidak bekerja?"
Suara itu membangunkan Basir dari alam nirwananya.dengan malas dia membuka mata dan berjalan ke sumber suara yang membuat dia bangun itu.
"Kenapa pagi-pagi sudah ribut sekali?" protes Basir yang telah memeluk Jamila dari belakang dan mengecup lehernya.
"Sengaja ribut,biar kamu cepat bangun!" ucap Jamila yang sedang memasak mie.
"Sekarang bukan aku saja yang bangun tapi juga adik kecil ku,kamu harus bertanggung jawab menidurkan dia kembali," bisik Basir.
"Pergilah cuci muka mu dan gosok gigi,nafas mu tidak layak untuk di hirup hidung ku," omel Jamila.
Tangan yang semula memeluk kini naik keatas untuk mere*mas gunung.rem*esan yang mula biasa kini menjadi dahsyat.karena Basir melakukan dengan sedikit kasar.
"Lepaskan!aku ingin sarapan," ucap Jamila.
"Aku juga ingin sarapan," balas Basir tanpa menyudahi kegiatan nya.
"Dasar bujang mesum!" umpat Jamila setelah duduk dan mulai makan mie kesukaan nya.
Basir juga duduk dan memangku Jamila,dia menghisap put*ing itu layaknya bayi yang sedang kehausan.jamila tidak peduli dengan yang Basir lakukan,karena saat ini dia benar-benar kelaparan.
"Enak,mau lihat lembah."
Basir Jongkong di bawah Jamila,dengan perlahan dia membuka tutup segi tiga pemuda itu dan membuangnya.
"Emmm ... aku sedang makan!" sungut jamila saat merasa ada yang keluar masuk di hu*tan rimba miliknya.
"Aku tidak menganggu mu," balas Basir tidak menghentikan gerakan ti*ga jarinya.
"Jangan coba-coba menaikan ritme nya,aku bisa mati tersedak!" ujar Jamila melanjutkan makannya dengan sesekali melenguh kenik*matan.
Setelah melakukan rutinitas pagi yang melelahkan,akhirnya Basir pergi dari gubuk miliknya.jamila mengelus pinggang nya yang sedikit pegal,karena kegiatan panas yang ia lakukan.
"Dasar Basir!untung aku masi bisa berjalan.jika tidak bisa bahaya."
"Waktunya pergi ke warung untuk menghasut warga,mudahan mereka percaya ucapan ku."
__ADS_1
Jamila membawa tas kecil dan handphone miliknya,setelah bercermin dan memastikan pakaian nya rapi.baru ia pergi dari gubuk untuk menuju perkampungan.
"Kebetulan ibu-ibu pada ngumpul, sepertinya ratu keberuntungan sedang berpihak padaku."
"Eh,ada Jamila.tumben pagi-pagi udah kesini," sapa salmah.
"Aku lagi rajin masak.rencanya aku ingin masak tongkol sambel," balas Jamila.
"Wah,enak itu," sahut buk Rini.
"Kalian tahu gak,sih,suami Nesya balik ke kota," celetuk buk Aini.
"Ah,yang bener,buk," ujar Salmah.
"Bener,kemaren aku ikut mengantarkan dia berangkat," balas buk Aini.
"Iya,kasihan si Nesya," sahut Jamila.
"Kasihan kenapa?Austin ke kota cuma seminggu bukan selamanya," balas buk Aini.
"Emang kalian gak tahu,itu si Austin kecelakaan dan kabarnya meninggal dunia," terang Jamila.
"Ha?" semua orang kaget mendengar nya.
"Beneran ibu-ibu,lihat ini beritanya!"
Jamila membuka handphone miliknya dan memutar berita itu.dengan segera para ibu-ibu itu menonton berita itu.
"Inalilahi wa innailaihi rojiun," ucap serentak warga disana.
"Kasihan nesya Masi muda sudah menyandang status janda,umur pernikahan nya juga baru seumur jagung.tapi suaminya sudah meninggal," ujar buk Aini turut sedih.
"Untuk apa mengasihani dia?ini semua terjadi karena keinginan Nesya sendiri," ucap Jamila lagi.
"Maksudmu?"
"Suaminya meninggal itu karena dia jadikan tumbal," jelas Jamila.
"Astaghfirullah,tega kamu bicara seperti itu Jamila.ingat dia itu sepupumu," nasehat penjual sayur itu.
"Aku ngomong gini agar dia menghentikan pesugihan itu dan kembali ke jalan yang benar," balas jamila.
"Pesugihan.tidak mungkin Nesya melakukan hal seperti itu," ucap buk Rini.
"Coba,deh,kalian pikir.mayat si Karno tiba-tiba di temukan di sana,lalu di susul dengan kematian Austin.kemaren waktu di menginap di rumah pak RT tiba-tiba ada sosok nyik Blorong di sana,tidak mungkin semua itu kebetulan.pasti dia menganut ilmu hitam untuk pesugihan," jelas Jamila membuat semuanya mulai percaya dengan ucapan nya.
"Benar juga.kalian berpikir tidak sejak Nesya pulang dari kampung,anak pak RT langsung hilang di culik hantu,apa itu ada hubungan nya juga dengan pesugihan milik Nesya?" celetuk buk salmah lagi.
"Ha,aneh bukan.aku juga punya bukti lain,kemarin aku tidak sengaja bertemu Nesya di pasar,aku lihat dia membeli ayam hitam.karena penasaran aku terus membuntuti nya ,hingga aku lihat dia menaruh sajen di belakang rumah nya," ucap Jamila lagi.
"Ah,yang bener!" ujar buk Aini.
"Jika kalian ingin tahu,ayo kita rame-rame pergi ke belakang rumah Nesya.kalian lihat sendiri pesugihan yang Nesya lakukan itu," tantang Jamila.
__ADS_1