
"Babe,ada lihat mas Austin?" tanya Nesya yang baru bangun.
"Oh,dia keluar.katanya mau cari sarapan untuk mu," balas Roma sambil menyeruput teh nya.
"Tega banget gak bangunin aku,mana pergi sendiri gak ngajak aku." gerutu Nesya kesal.
"Tolonggg!" suara jeritan seseorang membuat Nesya dan Roma langsung lari kebelakang.
"Astaghfirullah,kamu kenapa Austin?" tanya Nesya yang telah tiba di kebun belakang rumahnya.
"Tolong aku Nesya,pantat ku perih di patuk ayam ini," pinta Austin mengusir ayam yang betah mematuk pantatnya hingga ayam itu tergantung.
"Geribo,lepasin." Roma melepaskan salah satu sandalnya dan mengarahkan pada ayam itu.
"Apa salah Dan dosa ku ayam,hingga pantatku kau makan." Austin menirukan lirik jarang goyang,dia menahan sakit di pantat nya.
"Geribo lepasin,gak!" tegas Nesya dengan parang di tangannya.
Pok popok popok.
Ayam itu melarikan diri karena takut di sembelih oleh nesya.lutut Austin bergetar karena pantatnya sebelah kiri sangat teramat sakit seperti habis terjepit.
"Kamu gak apa-apa?" tanya Roma menahan tawa.
"Ih,babe kok ketawa sih.gak kasihan apa dengan mantunya sendiri," sungut nesya yang membantu Austin berdiri dan merangkulnya.
"Habisnya suami mu lucu,orang dimana-mana kalau pagi itu sarapan.lah dia malah di patuk ayam,hahaha." Roma tertawa puas.
"Kamu juga ngapain ke kebun belakang,kayak gak ada kerjaan," omel Nesya.
"Aku nyabut singkong," balas austin mulai berjalan masuk dengan di bantu Nesya.
"Jika kamu kepengen singkong,kamu bisa meminta babe menemani mu ke pasar,tidak harus mengambil singkong di belakang.singkong di belakang Masi muda tidak bisa di makan," jelas Nesya yang telah membawa Austin di ruang tamu.
"Pantas saja aku tidak mendapat singkong satu pun,ternyata mereka Masi muda," jelas Austin yang duduk perlahan.
"Pasti kebun singkong nya rusak,ck pantas saja geribo mematuk mu.ayam itu penjaga tanaman singkong di belakang dan mungkin dia mengira kamu maling," jelas Nesya.
"Aduh ... pedih sekali," keluh Austin saat pantatnya tersenggol tangan.
"Pasti sangat sakit," ujar Nesya ikut meringis.
"Bisa kamu sembelih ayam itu,aku kesal dengan nya.aku ingin memakan kepalanya karena telah berani menjepit pantatku," pinta Austin.
"Tidak bisa,itu ayam kesayangan babe," tolak Nesya.
__ADS_1
"Tadi pagi aku ingin membuatkan sarapan untukmu,lalu aku tanya babe makanan kesukaan kamu,Babe bilang kamu suka singkong bakar.jadi aku inisiatif mencari singkong untuk mu.tapi kenapa akhirnya aku seperti ini," cerita Austin.
"Kamu perhatian sekali," puji Nesya tanpa sadar memukul pantat Austin.
"Aghhh ... sakit sekali!" jerit Austin membuat Nesya cengengesan karena tidak sengaja memukul pantat Austin.
"Hehehe,maaf gak sengaja."
Karena tragedi pagi tadi,Austin hanya bisa berbaring tengkurap di atas ranjang.ia tidak bisa bergerak sedikitpun karena rasa perih akan ia rasakan jika ia mencoba berdiri atau berjalan.
Tadi siang nesya meminta izin pergi ke pasar, dengan terpaksa Austin mengizinkan nya dan terpaksa membiarkan istrinya pergi sendiri.
"Loh,suami mu mana nduk?" tanya bude sayur.
"Dia lagi sakit,bude," balas Nesya memilih labu.
"Sakit," sahut buk Rini.
"Wah,itu pasti kelelahan.bilang sama dia jangan terlalu semangat saat menggoyang jadi tepar deh," ledek buk salmah.
"Atau jangan-jangan punya suami mu lemas ya,baru satu putaran sudah tumbang," ledek buk Rini.
"Apa kalian tidak punya malu,membicarakan hal itu di tempat umum," tegur Nesya yang masi fokus memilih sayur.
"Aku yakin kamu pasti nyesel,milih pria kota itu di banding juragan.seandainya kamu menikah dengan juragan pasti dia lebih perkasa dan bisa memuaskan mu," celetuk buk salmah.
"Apa mulut kalian tidak pernah makan enak?sehingga terus-menerus mengeluarkan sampah!" sungut nesya kesal.
"Gak sopan kamu,ngomong begitu dengan orang tua!" tunjuk buk Rini menatap marah.
"Kalian saja gak punya sopan santun,kenapa aku harus berbicara sopan pada kalian?"
"Dasar anak tidak di didik,tidak punya tata Krama!" umpat salmah.
"Yang tidak punya tata Krama itu kalian,masa nanya hal privasi orang.dan maksud kalian aku harus menceritakan malam pertama ku dengan Austin baru kalian bilang aku punya tata Krama,begitu!" Dua orang itu langung terbungkam.
Nesya segera membayar belanjaan nya dan meninggalkan ratu gosip itu.
"Wu,punya suami impoten aja bangga!" jeritnya.
"Dasar emak-emak gak ada akhlak," gumam Nesya.
Berita tentang Austin yang impoten tersebar begitu cepat,banyak warga yang turut sedih dengan Nesya yang memiliki suami yang tidak sempurna.
"Pasti Nesya,kecewa banget."
__ADS_1
"Mending aku,biar hitam,wajah kritipan tapi aku perkasa tidak impoten seperti pria kota itu."
"Hahaha."
"Siapa yang menunggu jandanya Nesya?."
"Aku."
Begitulah pembicaraan di pos kamling,anak muda desa heboh mendengar berita itu. sehingga di sore hari mereka membicarakan nya ketika sedang berkumpul.
"Nak,Austin.apa benar kamu impoten?"
"Uhk ... uhk ... uhk ... " Austin tersedak saat mengunyah makanan.
"Babe kenapa nanya sekarang,sih?lihat jadi ke selek," sungut nesya yang tengah menepuk pelan punggung Austin.
"Habisnya babe penasaran," balas Roma.
"Aku tidak impoten,be." Austin buka suara.
"Tapi kata warga kamu impoten," ujar Roma.
"Itu tidak benar,dari mana mereka mengira aku impoten!" kesal Austin di tuduh seperti itu.
"Ini pasti kerjaan buk Rini dan buk salmah.mereka itu suka sekali menyebar berita palsu," sungut Nesya.
"Maksud mu mereka yang memfitnah ku impoten?" tanya Austin yang kini lebih tertarik dengan obrolan itu,dari pada makanan di hadapan nya.
"Ia.tadi aku beli sayur tidak sengaja bertemu mereka.mereka menanyakan mu aku bilang kamu lagi sakit,lalu mereka bilang kamu sakit karena kelelahan dan langsung bilang punya mu loyo dan gampang lemes," jelas nesya membuat Austin marah.
"Beraninya mereka mengatai junior ku,bugh!" Austin meninju meja membuat Nesya dan Roma kaget.
"Astaghfirullah,Kenapa kamu meninju meja?apa tangan mu tidak sakit?" tegur Nesya.
"Tidak,aku sangat geram dengan dua wanita itu, rasanya aku ingin memotong lidah mereka!"
"Hal sepeti ini memang sering terjadi di kampung,austin.babe harap kamu lebih sabar menghadapi hal semacam ini,karena berita palsu dari mulut tetangganya adalah hal yang lumrah di desa ini," Jelas Roma membuat Austin terdiam.
"Benar,austin.jangan di tanggapi omongan mereka apalagi sampai berkelahi," timpal nesya.
"Tapi aku tidak terima di Katai impoten oleh mereka," balas Austin.
"Yang penting itu tidak benar,biarkan mereka mengetahui nya seiring berjalannya waktu."
"Kenapa jadi begini,niat hati ingin membuat Nesya tidak bisa berjalan tapi kenapa aku yang merasakan nya,dasar ayam si*Alan."
__ADS_1