Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 33


__ADS_3

Berbeda dengan Austin yang pusing tujuh keliling,wanita yang tengah di pikirkan nya kini sedang mengotak-atik handphone baru di tangan nya.


"Kan,mbak udah punya handphone baru.lebih baik sekarang mbak jualan nasi melalui online aja,agar lebih mudah dan praktis," saran Mona.


"Emangnya bisa?" tanya Nesya.


"Bisa dong.kayak nasi catering gitu,mbak." Nesya berpikir keras jika dia melakukan saran Mona berarti dia butuh banyak modal.


"Tapi kalau catering bukannya butuh seseorang untuk mengantarkan pesanan ke tujuan,itu berarti mbak harus punya modal di awal dong agar bisa jualan online." jelas Nesya.


"Selain modal.mbak juga harus mengasah skil masak mbak agar lebih lezat dan cocok di lidah semua orang," usul Mona membuat Nesya puyeng sendiri sungguh banyak persiapan,belum mulai saja dia sudah pusing.


"Emangnya masakan mbak gak enak ya?" tanya Nesya,saat ini ini dia benar-benar butuh masukan dari seseorang agar jualan nya maju.


"Enak sih.cuma aku bosan mbak,soalnya mbak masak nya itu-itu aja.jadi kayak enek gitu kalau makan tiap hari." Nesya hanya tertawa mendengar celetukan gadis SMA itu.


"Benarkah?" tanya Nesya memastikan.


"Dengerin ya,Mbak.hari Senin sampai Rabu Mbak masak nasi lauk ayam bakar lalapan,hari Kamis sampai Jumat Mbak jualan nasi kuning,hari Sabtu sampai Minggu mbak jualan sarapan nasi goreng."


"Nanti entah apa yang terjadi,mbak bisa jualan semingguan cuma nasi goreng aja." Nesya terbahak mendengar penuturan Mona yang hafal dengan rute masakan nya.


"Astaghfirullah hahahaha,kamu tahu ceki mbak," ujarnya menepuk pelan bahu gadis itu.


"Kadang aku suka pusing sendiri.misalkan hari ini dagangan mbak habis,besoknya pasti mbak selalu menjual menu yang sama.hingga aku bosan tiap hari makan itu." Protes nya namun Nesya tidak tersinggung sama sekali.


"Lah,apa salahnya?bukannya jika habis berarti orang suka,jadi mbak buat aja menu itu tiap hari." Nesya menjelaskan tujuan ia menjual menu yang sama.


"Suka sih suka,tapi kalau tiap hari makan yang itu aja.orang bisa bosan,Mbak." Mona kesal sendiri setelah tahu alasan Nesya.


"Lah,terus mbak harus gimana dong?" tanya Nesya.


"Mbak harus belajar membuat berbagai macam menu masakan yang enak-enak melalui YouTube," Mona merebut handphone Nesya untuk membuka YouTube.


Nesya melihat bagaimana jari lentik Mona memainkan handphone nya yang kini telah menampilkan video orang yang tengah memasak.


Setelah mengamati dan mengambil ilmu dari video itu,Nesya menjadi penasaran dan ingin membuat menu yang sama untuk jualan nya esok hari.


"Besok Mbak buat menu itu," ujar Nesya merasa tertantang.


"Beneran.aku yakin pasti masakan Mbak enak dan nasi Mbak langsung ludes," balas Mona tidak sabar menyicip masakan Nesya.


"Bisa aja kamu," ujar Nesya.


"Mona!" pekikan melengking dari rumah sebelah membuat dua orang itu sedikit kaget.

__ADS_1


"Mami mu manggil,Mon." Nesya mengambil alih handphone dari tangan Mona.


"Mami kebiasaan suka ganggu kebersamaan kita!" Gerutu nya kesal.


"Mungkin kamu gak ngerjain pr makanya dia cari kamu," ujar Nesya yang telah menyimpan ponselnya.


"Aku tu suka ngerjain pr waktu malam,tapi mami maksa nya sekarang." keluh Mona.


"Kerjakan aja dulu.makin cepat kamu selesaikan makin banyak waktu mu untuk bermain," saran Nesya agar Mona tak kesal lagi.


"Ia,deh.aku pulang ya mbak sebelum mami nyamperin aku kesini." Pamitnya.


"Ia hati-hati," ujar Nesya.


Nesya melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kos,dia merebahkan diri dan menghidupkan lagu dari ponsel barunya.


"Bosan juga.kok aku kepikiran Austin ya?ganggu dia,ah." Mulai melakukan panggilan.


Tanpa hitungan menit Austin segera mengangkat panggilan itu.


"Hallo,assalamualaikum." mendengar suaranya saja Nesya sudah tersenyum.


"Apa benar ini dengan Datuk Austin?" tanya Nesya iseng.


"Bukan.saya bukan Datuk Austin tapi moyang Austin." ujarnya kesal.


"Ah,masa?" ucapnya tak percaya.


"Beneran,masa aku bohong." Nesya menggigit kuku gereget sendiri


"Ternyata kamu suka dengan yang tua-tua,"


"Hahaha ... yang tua cepat inalilahi.jadi aku bisa jadi janda kaya raya," ujar Nesya sadis.


"jahat kamu,neng."


"Kalau gak jahat gak bisa bahagia," ucap Nesya tak mau kalah.


"Kamu memang jahat.siang tadi aku dengan susah payah menghubungi mu,namun tidak kunjung kamu angkat.kamu tahu aku disini menanti kabar dari mu." Tenggorokan Nesya langsung pahit mendengar penuturan Austin.


"Semalam aku udah bilang akan membuat mu pusing,siapa suruh kamu jahil banget suka buat aku kesel?" Nesya sebenarnya sedikit merasa bersalah.


"Aku tuh gak bisa kalau gak lihat wajah kesal mu,aku gak puas tauk."


"Dasar pak Austin ngeselin!" pekik nya membuat Austin menjauhkan ponselnya dari telinga.

__ADS_1


"jangan teriak-teriak,neng.pecah gendang telinga Babang Austin," protes nya membuat Nesya tertawa pelan.


"Keluar,yuk."


"Gak,ah.aku lagi males ketemu kamu," tolak Nesya.


"Harus mau." Paksa Austin.


"Ih,orang gak mau kenapa di paksain?gak usah nanya kalau ujung-ujungnya harus mau." Omel Nesya yang tidak suka dengan tindakan Austin.


"Kita harus ketemu,Sayang.aku benar-benar merindukan mu," bujuknya.


"Preet ... " ledek Nesya.


"Ayolah baby kita keluar,aku benar-benar gak bisa jika gak jumpa dengan mu walau hanya sedetik saja." rayu nya lagi.


"Benar-benar raja gombal," gerutu Nesya.


"Aku kesana ya?bersiap lah.jika kamu gak ada di tempat biasa,maka aku akan nekat menerobos kos mu." Ancam nya lalu memutuskan panggilan.


"Aku tidak takut anca-" belum selesai Nesya menyelesaikan ucapan nya panggilan telah terputus.


"Apa dia serius dengan ucapan nya?jika ia ... maka habislah aku." keluh Nesya mengacak rambutnya.


***


"Akhirnya ketemu lagi dengan honey ku," ujar Austin segera meninggalkan ruangan nya.


Lola melihat kepergian Austin yang terburu-buru itu,dia yakin auystin pergi menemui wanita itu.


"Target keluar dari kantor,ikuti dan awasi kemana dia pergi," pesan itu berhasil terkirim.


"Maafkan saya bos Austin,saya terpaksa melakukan ini semua untuk mendapatkan bayaran besar.karena saat ini saya butuh banyak uang untuk menyelamatkan nyawa anak saya," ucap Lola membatin.


Austin keluar dari parkiran untuk menuju gang melati,sepanjang perjalanan ia tidak merasa bahwa ia tengah di awasi dan di ikuti.


"Assalamualaikum pujaan hati," sapa nya dengan tersenyum lebar karena merasa senang karena Nesya telah menunggu nya.


"Waalaikum salam," balasnya dengan wajah masam.


"Makin cantik aja,sayang nya akuh.kamu apa kabar?" tanya Austin dengan wajah yang sengaja di imut-imutkan.


"Kabar duka," balas Nesya kesal.


"Loh,kok duka." Protesnya.

__ADS_1


"Ia kabar duka karena di paksa keluar dengan Datuk meringgi," sindirnya membuat Austin terkejut dengan sebutan itu.


__ADS_2