
Sesuai janji Austin sore ini pengantin baru itu pergi jalan-jalan sore.dengan mengunakan baju warna senada,dua orang itu bergandengan tangan menuju pasar di kampung itu.
"Akhirnya bisa ke pasar lagi,aku mau jajan sepuasnya," ujar Nesya kesenangan.
"Jajan aja,nanti urusan bayar membayar biar suami mu yang ambil alih," balas Austin yang ikut senang karena dari tadi wajah Nesya selalu tersenyum lebar.
"Ah,suami ku sangat pengertian."
Saat dua orang itu mengantri belanja cilok,tidak sengaja mereka bertemu dengan buk Aini.
"Aduh ... pengantin baru,beli apaan tuh?" sapa nya.
"Ini lagi beli cilok," balas Nesya tersenyum.
"Apa sekarang suami mu berjualan pembalut keliling?tadi ibu lihat dia bawa pembalut banyak banget,seperti orang berjualan saja."
Austin langsung tersedak,Nesya buru-buru menepuk punggung nya agar Austin sedikit lebih tenang.
"Ah,enggak Bu.tadi aku hanya iseng padanya,sengaja menyuruh dia beli pembalut.mungkin dia kesal makanya beli pembalut sekarung untuk ku," balas Nesya tersenyum lebar.
"Dia memang pria romantis,harus di jaga erat ini,nes.takutnya ada pelakor yang mau merebut," pesan buk Aini.
"Aku tidak tertarik dengan palakor,aku sangat mencintai nya dan tidak mungkin lagi tergoda dengan wanita manapun," sahut Austin membuat Nesya tersipu malu.
"Aduh ... so sweet nya,ibu sampai malu sendiri mendengar nya," balas buk Aini turut senang.
"Ah,ibu bisa aja."
"Ibu pamit dulu ya,soalnya mau masak untuk makan malam.kalian berdua hati-hati," ucapnya.
"Iya,buk."
Setelah mendapatkan cilok.dua orang itu mencari bangku untuk duduk menikmati cemilan itu.
"Enak ya tinggal di desa.orang nya ramah-tamah,suka menolong,pokoknya enak,deh,tinggal disini," puji austin yang betah hidup di kampung.
"Emang enak.aku baru sampai ke kota langsung terbengong,gak ada tetangga yang menyapa,rumah mereka ada pagar tinggi-tinggi seakan-akan itu kode mereka tidak mau berinteraksi dengan siapa pun," balas Nesya.
"Benar.mereka hidupnya lebih individualisme,gak mau di ganggu.hingga ada yang meninggal di rumah tetangga nya gak tahu,setelah ada tercium bau bangkai baru mereka menyadari bahwa tetangga mereka meninggal," ujar Austin.
__ADS_1
"Ih,serem.lebih baik kita tinggal di sini,aman, tentram dan sejahtera.disini udaranya segar beda dengan di kota yang banyak polusi."
"Ia.aku sampai kaget waktu pertama kali datang kesini,aku mikir kok ada ya udara sebersih ini,dan pikiran ku langsung fresh gitu."
"Emang kamu gak pernah main ke desa?"
"Enggak.aku dari kecil selalu di rumah,kadang liburan ke luar negeri atau keluar kota,orang tua ku tidak menyukai perkampungan," balas Austin.
"Oh,begitu."
"Hey!kalian sedang apa?" tamu tak undang tiba-tiba datang dan langsung duduk di samping Austin.
"Ngapain kamu kesini?" ketus Nesya tidak senang dengan kehadiran wanita itu.
"Aku kesini ingin melihat idola ku,apa ada yang salah?" ucapnya tak tahu malu.
"Dia itu suamiku.jangan dekat-dekat dengan nya!" tegas Nesya menjauhkan Austin dari wanita itu.
"Ih,kok,kamu sewot,sih.dia aja gak masalah aku kemari,kenapa kamu yang marah-marah?"
"Marah lah.suami ku di dekati cewe gatel kayak kamu!" sungut Nesya lagi.
"Ada ya,perempuan tidak tahu malu seperti kamu!nampak banget tahu gak murahan nya!" ledek nesya.
"Kamu yang murahan.aku tahu kamu melet dia,mana mau dia sama kamu kalau kamu gak pake ilmu!" tuduhnya.
"Jangan fitnah sembarang,kamu ngomong gitu karena kamu iri denganku.aku bisa dapatin dia sedangkan kamu tidak.sana pergi!cari para bandit untuk bersenang-senang dengan mu," usir Nesya membuat Jamila tidak terima.
"Kurang ajar!" pekiknya mau melayangkan tamparan pada Nesya.
"Jangan ganggu istriku!" bentak Austin langsung menghempaskan tangan itu.
"Ah,Austin kenapa kamu menyakiti ku?" tanya nya tak terima.
"Kamu masi nanya?memang wanita tidak tahu malu," balas Austin membersihkan tangan nya yang baru saja memegang tangan Jamila.
"Sebegitu jijiknya kamu dengan ku Austin.apa kamu buta?aku lebih segala nya dari dia,kenapa kamu tidak bisa membedakan nya?" ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan mengajari ku.ini terakhir kalinya aku lihat wajahmu,jika kamu masi berani menganggu ku.aku tidak segan-segan menyakiti mu," ancam Austin lalu merangkul Nesya untuk pergi dari sana.
__ADS_1
"Awas saja kalian berdua,jika aku tidak bisa mendapatkan Austin.maka siapapun tidak boleh memilikinya."
"Hallo ... "
"Bagaimana?apa kamu sudah melakukan apa yang aku inginkan?"
"Aku masi mencobanya."
"Lakukan teror lagi,jika perlu hingga memakan korban.agar dia tidak berani bermain-main dengan ku.aku ingin anak ku kembali lagi ke kota dan meninggalkan wanita itu."
"Itu gampang,tapi masalahnya aku membutuhkan modal untuk melakukan hal itu."
"Aku akan segera mengirimkan nya padamu.ingat lakukan dengan baik,jika aku tahu kamu menipu ku.aku tidak akan segan mengambil nyawamu."
"Anda tenang saja.aku akan segera memberi kabar baik untuk mu," ucapnya lalu panggilan terputus.
"Akhirnya aku dapat uang lagi,dengan begini aku bisa belanja sepuasnya.uang aku dapatkan dan si Nesya itu akan segera aku buat dia sengsara.hahaha ... siapa suruh bermain-main dengan ku?dia adalah wanita yang aku benci di dunia ini."
***
"Loh,kenapa kalian pulang begitu cepat?apa dompet Austin ketinggalan?" tanya Roma yang duduk di depan teras.
"Aku kesal,be.ponakan babe menganggu ku lagi," adu Nesya.
"Astaghfirullah,anak itu berbuat ulah lagi.babe sangka dia tidak membencimu lagi,ternyata anak itu Masi belum berubah," ucap Roma.
"Jadi wanita tadi adalah ponakan babe," sahut Austin tidak percaya.
"Ia.namanya Jamila.dia itu sangat benci pada Nesya,dulu enyak dia terlalu sayang dengan nesya.sehingga dia menganggap Nesya itu adalah musuhnya."
"Dia mengira aku merebut enyak nya,sehingga dia melakukan hal sama.yaitu merebut semua apa yang aku sukai," jelas Nesya lagi.
"Wah,berarti kalian berdua musuh bebuyutan," balas Austin.
"Bisa di katakan begitu.semenjak enyak nya meninggal dia makin memusuhi ku.dulu enyak nya sakit,terus dia minta uang pada babe untuk membeli obat.babe bilang tabungan babe habis karena baru saja membayar uang SPP sekolah ku."
"Tak lama adik babe meninggal,lalu dia menyalahkan aku yang menyebabkan kematian enyak nya." Cerita Nesya.
"Kami sampai sekarang tidak di izinkan nya untuk berziarah ke kuburan enyak nya.sampai saat ini kami tidak tahu enyak Jamila di kuburkan dimana?" lanjut babe.
__ADS_1
"Gadis itu benar-benar pendendam.kira harus berhati-hati padanya," balas Austin.