
Setelah kepulangan Siska,Tina benar-benar memikirkan cara agar rencana perjodohan siska dan Austin terlaksana.
"Hallo,ada apa,ma?"
"Bisa kamu pulang cepat hari ini,ada sesuatu yang ingin mama bicarakan," ujar Tina.
"Aku ... sepertinya tidak bisa,ma.aku ada janji temu dengan klien.mungkin larut malam baru pulang."
"Apa tidak bisa ditunda?" pinta Tina.
"Nanti aku coba bicarakan dengan klien ku,jika dia mau aku akan pulang cepat."
"Mama tahu Austin klien yang kamu maksud itu adalah gadis miskin itu."
"Baiklah,bekerjalah dengan baik." Tina langsung memutuskan panggilan.
Cukup lama Tina terdiam di balkon,hingga sebuah rencana terlintas di otak nya.
"Aku rasa ide ini akan berhasil,lihat saja wanita sialan kamu akan tersingkir."
***
"Tumbenan mama telpon aku," gumam Austin sambil berpikir.
"Mama tidak mengetahui hubungan ku dengan Nesya,kan?semoga saja mereka belum mengetahui nya," doa Austin.
Austin kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.sejak bertemu Nesya,ia selalu bersemangat bekerja agar cepat selesai dan memiliki waktu luang untuk bertemu sang pujaan hati.
"Akhirnya selesai,waktunya ketemu Nesya," gumam nya sambil membereskan meja kerjanya.
"Aku ajak Nesya jalan-jalan ke pantai aja,deh.pantai ... pilihan yang tepat untuk melihat sunset dan melakukan hal romantis."
Dengan semangat dan raut wajah yang berseri Austin mengganti pakaian casual untuk pergi jalan-jalan dengan wanitanya.
Ketika dia telah sampai di area parkir, handphone nya berbunyi.Austin menyangka bahwa Nesya yang menghubunginya,namun dugaan nya salah.art di mansion besar yang menelpon nya.
"Tumben bik Inah telpon," ujarnya.
"Hallo,bik.ada apa?"
"Anu ... itu ...den.nyonya besar jatuh di kamar mandi,sekarang nyonya ada di rumah sakit." Austin syok beserta khawatir.
"Aku akan segera kesana," balas Austin lalu bergegas menaiki motor nya dan melupakan janji temunya dengan Nesya.
__ADS_1
Setelah memarkirkan motornya Austin langsung berlari di keridor rumah sakit,ia tidak peduli dengan keselamatan nya.tanpa di sadari banyak suster yang terjatuh karena ulahnya.
"Mama!" pekiknya setelah membuka pintu.
"Aus ... Austin," panggil Tina lemah.
"Mama,kenapa?" tanya Austin setelah duduk di dekat sang mama.
"Sebaiknya jangan mengajak pasien berbicara dahulu,karena saat ini keadaan pasien sedang lemah." Saran dokter.
"Apa mamaku baik-baik saja dok?" tanya Austin khawatir.
"Saya belum tahu.karena hasil visum belum keluar,saya permisi dahulu." Dokter itu bergegas pergi.
"Mama kenapa bisa terjatuh?semoga mama cepat pulih," doa Austin.
"Austin keluar sebentar.papa ingin bicara padamu," ujar Bimo yang baru tiba.
"Ma,aku pergi dulu.mama istirahat ya." Austin mencium pipi Tina lalu keluar menemui Bimo.
Bugh.
Bimo melayangkan tinjuan di pipi Austin.Austin bukan hanya merasa sakit tapi juga syok,dia merasa tidak melakukan kesalahan.namun kenapa Bimo memukulnya?
"Kamu masi nanya.istriku sakit karena mu!" Bentak Bimo.
"Kenapa papa menyalahkan ku?bukan kah ini hanya kecelakaan.lalu apa sangkutannya dengan ku?" Austin membela diri.
"Istriku jatuh karena terlalu banyak memikirkan mu,dia banyak pikiran sehingga sampai jatuh di kamar mandi.semua ini karena mu yang pembangkang dan tidak mau menurut." Bimo tersulut emosi.jika pria di depan ini bukan anaknya,mungkin sudah di Hajarnya hingga babak belur.
"Coba saja kamu mau menikah dengan wanita pilihan mama mu,semua ini tidak akan terjadi." sambung Bimo.
Tiba-tiba Austin teringat dengan janjinya,dia meninggalkan Nesya sendiri di taman kota.hari sudah gelap.apa mungkin Nesya Masi menunggu kedatangan nya?
"Mau kemana,kamu?" tegur Bimo yang melihat Austin ingin melarikan diri.
"Aku ada janji dengan seseorang,aku harus menemuinya." izin Austin.
"Siapa orang nya?apa dia lebih penting dari pada mama mu yang tengah sakit?" tanya Bimo beruntun.
"Bukan begitu,pa." Austin sedang bingung saat ini.
"Tidak usah temui dia,jika seandainya kamu pergi dari sini.lalu kamu kembali kesini dengan keadaan mama mu yang tak bernyawa,apa kamu tidak akan menyesal? kamu tidak melihat mama mu untuk terakhir kalinya." Austin Langsung geram dengan ucapan Bimo.
__ADS_1
"Jaga omongan,papa!" jeritnya dengan mata memerah.
"Keadaan mamamu sangat buruk Austin,dia jatuh dengan keadaan telungkup.dadanya terhempas ke lantai,kata dokter sangat sulit menangani keadaan mama mu,hiks ... hiks ..." Bimo terduduk lemah setelah mengatakan hal itu begitupun Austin yang mulai menangis.
***
POV Nesya.
Hari ini aku bertemu lagi dengan Babang austin,senang rasanya jika bertemu dengan nya.rencananya kami akan bertemu di taman kota,namun entah apa yang terjadi? Austin tidak kunjung datang menemui ku.
"Austin kemana,sih?udah setengah jam gak nongol-nongol.biasa nya dia yang paling antusias jika menjemput ku," gumam Nesya yang celingukan mencari keberadaan austin.
"Tunggu bentar lagi,deh.siapa tahu motornya lagi mogok,makanya telat datang kesini," ujar Nesya yang telah menunggu sejam.
Semua orang silih berganti meninggalkan taman itu,karena hari telah mendung dan telah menjelang malam.
Namun Nesya tetap menanti Austin,dia yakin austin akan menemuinya.dia menunggu dari jam empat sore hingga jam tujuh malam.
"Yah,kok hujan." rintik hujan mula turun membuat dia bergegas berlari untuk mencari tempat berteduh.
"Austin kamu kemana,aku takut ... disini sepi dan gelap.ku mohon datang temui aku,"
Nesya menggosok kedua tangan nya untuk menghangatkan badannya,dia berteduh di sebuah halte yang tidak ada siapa pun,suasana disana mencekam karena angin mulai berhembus dan turun hujan.
"Apa aku salah mencintai Austin?tapi ... selama aku mengenal nya baru kali ini dia jadi kang gosting,"
Disela-sela suara hujan turun,Nesya dapat merasakan getaran ponsel di saku nya.
"Sayang maafkan aku.aku tidak bisa menemui mu,mama ku kecelakaan.ku mohon maafkan aku,semoga kamu tidak marah padaku karena lambat memberi kabar,"
"Apa alasan mu ini dapat ku percaya,Austin?kamu bilang kamu mencintai ku tapi kenapa kamu bisa melupakan ku?aku mulai ragu dengan besarnya cinta mu untuk ku.jika memang besar,tidak mungkin kamu melupakan ku.meskipun kamu dalam masalah." Nesya sedikit kecewa pada Austin.
Setelah berhenti hujan Nesya menanti taxi online yang ia pesan.mata Nesya melihat dari kejauhan ada beberapa preman yang berjalan kearahnya.
"Jika hal buruk terjadi padaku,orang yang pertama kali ku salahkan adalah Austin."
"Eh,ada neng cantik.nunggu apa neng?" tanya preman gondrong itu.
"Nungguin kami ya,neng." Sahut preman botak.
"Lagi nunggu taxi,bang." Nesya mencoba santai.
"Sambil nunggu,gimana kalau kita bersenang-senang dulu." preman gondrong itu melihat Nesya dari kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
"Jangan ganggu,saya." pinta Nesya menghindar dari sentuhan preman itu.