Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 57


__ADS_3

Setelah tujuh hari mendekam di dalam kamar, akhirnya Austin bisa berjalan keluar.meski luka Masi meninggalkan bekas kenangan,namun Austin meminta Nesya untuk terus merawatnya sampai pantatnya kembali mulus.


"Pergi ke kebun belakang lagi ya?biar pantat mu yang kanan lagi yang luka," sindir Nesya melihat Austin telah rapi ingin berjalan keluar.


"Berani ayam itu mematuk ku lagi,akan ku sembelih saat itu juga," ujar Austin yang kini menyisir rambut.


"Coba saja kamu sembelih jika mau di gulat sama babe," tantang Nesya yang masi berbaring miring melihat austin.


"Paling kalau babe marah,tinggal aku ganti ayam yang baru.atau tidak aku beli si geribo itu dengan harga mahal,lalu akan ku sembelih untuk di jadikan ayam golek," jelas austin.


"Mentang-mentang babe matre,kamu selalu sogok dengan uang untuk menyelesaikan masalah," ucap Nesya.


"Ya bagaimana lagi." Austin telah rapi dan ingin membuka pintu.


"Mau kemana?" tegur Nesya tajam.


"Mau beli gorengan," balas nya,membuat mata Nesya melihat penampilan Austin dari ujung kaki hingga ujung rambut.


"Dengan penampilan seperti itu.kamu mau tebar pesona agar janda kampung sini kesemsem dengan mu!" ketus Nesya.


"Ya harus rapi dan bersih,biar yang kemarin bilang aku impoten ternganga." Nesya menggeleng mendengar penuturan suaminya.


"Aku gak izinin kamu keluar dengan penampilan seperti itu!" tegas Nesya.


"Jadi aku harus pakai apa lagi,Nesya?" keluh Austin.


"Ganti celana jens itu dengan celana batik." Nesya menunjuk celana yang sering dipakai Madun.


"Yang benar saja,kamu meminta ku memakai celana Betawi itu," ulang Austin memastikan.


"Ia.coba pakai,lalu kamu boleh pergi." Nesya menunjuk celana itu.


"Haruskah ... ini akan terlihat lucu Nesya," protesnya.


Perlahan Austin membuka celana jeans kesukaan nya untuk di ganti dengan celana batik,setelah ia mengenakan celana batik dia segera berkaca untuk melihat penampilannya.


"Astaghfirullah,kenapa penampilan ku seperti ini?" gumam Austin mengacak rambutnya.


"Nah,sekarang baru boleh pergi," usir Nesya menunjuk pintu.


"Kamu ini ada-ada aja," sungutnya dengan wajah cemberut.


"Kamu itu cuma mau beli gorengan,tapi gayamu itu seperti anak muda yang mencari pasangan.mana tenang aku melepaskan mu keluar.jika penampilan mu kayak babe seperti ini,mau kamu pergi ke kampung sebelah pun akan ku biarkan," jelas Nesya.


"Kamu sangat posesif sekali," balas Austin.


"Oh,tentu.Aku tidak akan membiarkan wanita manapun dekat dengan suamiku,meski itu hanya teman!" seru Nesya penuh penekanan.

__ADS_1


"Dimana-mana yang posesif itu laki-laki.bahkan di drama,pria yang menyuruh wanita Menganti pakaian nya saat keluar.tapi yang terjadi di kehidupan ku kok malah sebaliknya," gumam Austin.


Dengan penampilan baru austin memberanikan diri untuk keluar,sepanjang perjalanan setiap orang yang bertemu dengan nya pasti langsung tertawa kecil.


"Mereka pasti Masi mengira aku impoten," gumam Austin.


Mata austin tidak sengaja melihat warung, dengan segera dia menghampiri warung itu.melihat di sana ada bapak-bapak yang mengopi,austin juga ikut memesan kopi dan duduk di tempat yang nyaman.


"Mantu Roma ya?" tanya pak RT.


"Benar pak," balas Austin tersenyum.


"Sendiri saja,mana istrimu?"


"Mungkin Nesya malu jalan dengan suami impoten nya," celetuk pak Rojak membuat pak RT segera menyenggol nya agar diam.


"Dia ketiduran pak,mungkin dia kelelahan.biasa pengantin baru siang bolong pun kadang suka kebablasan." Pak Rojak langung tersedak mendengar ucapan Austin.


"Wah,Masi hangat-hangat nya itu.denger-denger kamu sakit," imbuh pak RT.


"Iya,pak RT saya memang sakit.mungkin saya kecapekan kerja,belum lagi melakukan perjalanan yang jauh dari kota ke kampung ini.mana habis itu langsung ngadain pesta pernikahan,makin remuk rasanya badan," dusta Austin tidak mungkin dia mengatakan sebenarnya.


"Jika sakitnya karena itu sebaiknya badan mu di urut biar fresh lagi," saran pak RT.


"Sudah pak,Nesya yang urutkan.enak minta urut dengan istri sendiri bisa minta lebih," tutur Austin tersenyum lebar.


"Bener banget,pak.doakan saya cepat dapat momongan agar makin samawa rumah tangga saya," pinta Austin.


"Amin,semoga rumah tangga kalian tetap utuh dan segera di beri kepercayaan oleh Allah," doa pak RT sedangkan Rojak hanya diam saja.


"Amin,terimakasih doa nya."


"Ia sama-sama.oh ya,kamu mau gak ikut pos kamling?" ujar pak RT.


"Mau pak.kapan saya dapat giliran?" tanya Austin antusias,dia ingin semakin mengenal warga kampung nesya.


"Nanti saya kabari.saya duluan ya,ada sesuatu yang harus saya kerjakan," pamit pak RT.


"Silahkan,pak."


Setelah kepergian pak RT,Austin langsung membayar minumannya dan membeli gorengan untuk di bawa pulang.


Saat sampai di halaman rumah tidak sengaja ia melihat geribo yang tengah mengagali-gali tanah.austin meneguk ludah dengan susah payah,dia sedang berpikir bagaimana caranya melewati geribo dengan selamat.


"Aduh,bisa benjol nih pantatku yang kanan.ngapain sih geribo di situ?" gerutu Austin memperhatikan geribo dari jauh.


"Jalan pelan-pelan aja,deh.mudahan geribo gak mengetahui keberadaan ku."

__ADS_1


Setapak demi setapak langkah Austin mulai mendekati geribo,dengan melawan rasa takut austin meneruskan langkahnya.


"Sedikit lagi berhasil."


Namun usaha austin gagal,karena geribo telah berbalik melihat kearahnya.tanpa aba-aba Austin langsung melarikan diri dan geribo pun mengejarnya.


"BABE!" Jerit Austin menerobos masuk kerumah.


"Astaghfirullah,geribo!" pekik Roma yang melihat Austin di kejar oleh geribo.


Austin panik dia berusaha mengusir geribo dengan melempar barang yang ia pegang,mulai dari kuali,bantal kursi,Periuk dan benda lainnya.namun,geribo terlalu pintar sehingga lemparan austin berhasil di hindari nya.


"Babe,tolong!" jerit austin menutupi pantatnya.


Roma membawa sapu lidi,dia ikut juga berlari ingin memukul geribo.semakin Roma berlari kencang semakin geribo mulai mendekati Austin.


Bugh.


Roma melempar sapu,tapi sayang geribo menghindar dan tangkai sapu malah mengenai kening Austin.


Kepala Austin langsung puyeng,di atas kepalanya seperti ada burung-burung yang berterbangan.


"Geribo kurang ajar!" umpat Roma yang melihat geribo melarikan diri.


"Maaf Austin,babe tidak sengaja," ujar babe menghampiri Austin.


"Keningku,benjol!" jerit Austin meraba keningnya.


"Hanya sedikit merah dan benjolannya tidak terlihat,masi bisa di tutupi dengan lakban," balas Roma.


"Ada apa ini?kenapa rumah bisa berantakan?!" tanya Nesya yang baru bangun tidur.


"Sayang,geribo mengejar ku lagi," adu Austin.


"Astaghfirullahalazim.apa kamu baik-baik saja?dia mematuk pantat mu lagi," panik Nesya segera menghampiri Austin.


"Tidak.tapi keningku benjol terkena tongkat Wiro sableng," ujar Austin Masi mengusap keningnya.


"Mana ada Wiro sableng punya tongkat,dia cuma punya kapak," sanggah Roma cepat.


"Terserahlah.yang pasti kepala ku saat ini nyut-nyutan."


"Ayo ku bantu istirahat ke kamar." Nesya merangkul Austin menuju kamar.


Setelah kepergian nesya.austin melihat jendela,tak sengaja dia melihat geribo memakan gorengan yang ia bawa tadi.ternyata gorengan yang ia beli tadi dia buang di halaman.


"Awas saja kamu geribo,akan ku bunuh kamu!" gumam Austin dengan wajah jahat.

__ADS_1


__ADS_2