
Prank.
Kaca yang awalnya utuh kini telah tidak berbentuk lagi,itu dikarenakan sengaja di lempar seseorang yang hatinya dalam suasana marah.
"Berani anak itu menikah tanpa restu orang tuanya,durhaka sekali dia!" pekik Bimo suaranya memenuhi satu ruangan.
"Ini pasti pengaruh wanita desa itu,pa.apa wanita itu tidak tahu malu mau menikah siri demi menguasai harta Austin!" seru Tina ikut marah mendengar berita itu.
"Wanita itu harus di beri pelajaran,beraninya dia masuk di keluarga ini tanpa restu kita," ujar Bimo dengan aura menyeramkan.
"Kita harus buat dia bercerai dengan Austin.mama gak mau Austin meninggalkan kita,untuk melanjutkan hidup bersama wanita itu di desa!" tegas Tina.
"Mama tenang saja,papa akan buat wanita itu sengsara karena telah berani merebut austin dari kita."
Bimo meninggalkan ruangan itu untuk pergi ke perusahaan melanjutkan pekerjaannya.karena kepergian Austin membuat Bimo terpaksa mengambil alih perusahaan.
Banyak karyawan yang menanyakan dimana Austin,namun Bimo menyuruh Febri mengumumkan bahwa Austin sedang melanjutkan kuliah di luar negeri,sehingga tidak bisa memimpin perusahaan.
"Sebenarnya kemana perginya,bos Austin?jujur aku lebih suka jika bos Austin yang memimpin perusahaan dari pada bos besar.bos Austin banyak ide cemerlang untuk mengatasi masalah perusahaan.tapi jika bos besar dia akan memerlukan waktu untuk memutuskan hal itu,jika begini terus aku akan terus di desak oleh pemegang saham."
"Siapkan berkas tentang kerjasama dengan perusahaan baru itu.kita akan menemuinya," titah Bimo membuat Febri bergegas pergi.
***
Pagi yang sejuk memanjakan mata,suasana yang masi asri membuat Austin betah menghirup udara yang bersih tanpa polusi.
"Aghhhhh .... !" teriakan Nesya membuat Austin berlari keluar menghampiri Nesya.
"Ada apa?" tanya Austin melihat Nesya menekuk lututnya sambil menyembunyikan wajah.
"Itu ... austin ...ada boneka menyeramkan." Nesya menunjuk kota yang tergeletak tak jauh darinya.
Dengan segera Austin mendekati kotak itu, dengan perlahan dia membukanya.matanya langsung membulat melihat boneka yang sengaja di beri kerudung telah di tusuk-tusuk dengan beberapa jarum,dan boneka itu berlumpur darah seperti nya itu darah ayam.
"Itu seperti boneka santet," sahut babe yang melihat boneka di tangan Austin.
"Siapa yang kurang kerjaan mengirim barang ini kerumah?" sungut Austin memasukan kembali boneka itu kedalam kotak.
__ADS_1
"Aku tidak tahu.tadi aku mendengar ada seseorang yang mengetuk pintu.jadi aku keluar membuka pintu.saat aku sudah di depan,aku tidak ada melihat orang.tapi hanya kotak itu saja berada di depan pintu," jelas Nesya Masi ketakutan.
"Jangan takut lagi,mungkin hanya orang iseng saja." Austin menghampiri Nesya dan membawanya ke pelukan nya.
"Meski hanya orang iseng,boneka itu harus di bakar biar ilmu santetnya luntur," ujar babe mengambil kotak di atas meja dan membawanya ke dapur.
Nesya dan Austin bergegas kebelakang untuk melihat apa yang ingin di lakukan roma.saat mereka sampai di belakang,ternyata kotak itu telah hangus terbakar.
"Semoga kamu tidak kembali lagi,bilang pada tuan mu jangan mencari masalah pada keluarga ku," gumam Roma.
Setelah kejadian menyeramkan itu,tidak ada yang berani keluar rumah itu karena Roma melarangnya.
"Ini semua karena kotak aneh itu,gara-gara dia kita harus mendekam di dalam rumah," sungut Austin kesal.
"Memang harus begitu,austin.kamu tahu sendri di kampung Masi percaya dengan hal guna-guna apalagi ilmu santet," jelas Nesya yang memangku kepala Austin.
"Aku masi penasaran siapa orang yang mengirim kotak itu?" Austin telah bangkit dan duduk di samping Nesya.
"Entahlah,yang jelas dia tidak menyukai ku.sehingga kotak itu sengaja di kirim sebagai tanda peringatan," balas Nesya menatap Austin.
"Maksudmu mereka mengancam mu,tapi apa kesalahan yang kamu perbuat sehingga mereka melakukan hal itu?coba kalau kasi peringatan itu yang jelas biar kita paham dan tidak pusing seperti ini!" sungut Austin kesal.
"Tidak akan ku biarkan sesuatu yang buruk terjadi padamu." Austin mencium pipi Nesya.
Tidak terasa hari telah malam,seharian berdiam diri dan kerjaan hanya tidur saja,membuat malam nya Nesya tidak bisa memejamkan mata.
"Austin nyenyak sekali tidur,ayolah mata tidur lagi!" gumam Nesya memaksakan memejamkan mata.
Tak lama Nesya mendengar keributan dari luar,dengan penasaran ia mengintip dari jendela kamarnya.dia terkejut melihat banyak warga yang berjalan memegang obor dan membunyikan kentongan.
"Austin bangun!" Nesya mengoncang tubuh Austin agar segera bangun.
"Hmm ... kenapa sayang?sini bobok," balasnya menepuk kasur di sisinya.
"Ada maling!" dusta Nesya membuat Austin terduduk dan mengucek matanya.
"Dimana malingnya?"
__ADS_1
"Itu di luar,ayo kita ke luar," ajak nesya menarik tangan Austin.
Dengan nyawa belum terkumpul Austin berlari mengikuti langkah istrinya,saat berada di luar Nesya bergegas menghadang para warga.
"Ada apa,ini?" tanya Nesya.
"Imah hilang,dia tadi siang main di lapangan. tapi sampai larut malam seperti ini belum pulang juga," tutur pak RT.
"Imah itu siapa?" tanya Austin.
"Anaknya pak RT,dia masi kecil umurnya masi delapan tahun," terang Nesya.
"Oh anak kecil,itu bahaya jika hilang bisa di bawa kolong Wewe pulang." mendengar ucapan Austin membuat para warga semakin panik.
"Jangan Ngada-ngada kamu," tegur Nesya.
"Kamu pulang saja,aku ingin bantu cari imah.ingat kunci pintu dan jendela,jangan buka sampai aku kembali," pesan Austin membuat Nesya segera berlari pulang.
Pencarian di lanjutkan,banyak warga memanggil Imah hingga mereka berpencar menjadi dua tim agar Imah segera ditemukan.
"Apa kejadian seperti ini sering terjadi?" Tanya Austin pada pak Jamal.
"Tidak sering,tapi pernah terjadi.itupun sudah puluhan tahun,kami terkejut jika kejadian seperti ini terjadi lagi," balas pak Jamal.
"Oh,syukurlah."
Tidak pantang menyerah warga terus melakukan pencarian hingga menelusuri hutan,tidak peduli keadaan yang semakin gelap dan hari yang makin larut,mereka tidak putus atas mencari sosok mungil itu.
"Itu orang apa hantu ya?" gumam Austin melihat bayangan di sela- sela tanaman bambu.
"Kenapa semua orang kearah sana,sih?ninggalin aku disini,jika begini aku jadi bingung mau ke bayangan itu atau mengikuti mereka."
Karena rasa penasaran,Austin memilih arah yang berlawanan dengan warga.dengan mengandalkan cahaya obor dia mendekati bayangan itu.
"Huft ... kenapa deg deg kan gini ya?aduh mana merinding lagi bulu kuduk ku,bismilah." Austin berhenti sesaat untuk mengumpulkan keberanian mendekati bayangan itu.
"Permisi semua,saya tidak bermaksud mengganggu kalian.jika salah satu di antara kalian melihat Imah tolong di pulangkan," gumam Austin.
__ADS_1
Saat mendekati bayangan itu,mata Austin kaget dan dia langsung berteriak minta tolong,entah apa yang ia lihat?