
Nesya mencoba kembali menghubungi Austin. namun handphone nya Masi tidak dapat di hubungi.rasa khawatir kembali menyelimuti hati Nesya,dia sangat ingin mengetahui kabar suaminya itu.
"Nes,ayo makan jangan melamun aja," ujar babe mengetuk pintunya.
"Ya,be," sahut Nesya segera keluar dari kamarnya.
"Ada apa lagi?kenapa kamu sedih seperti itu?" cecar Roma melihat wajah murung Nesya.
"Austin,be.dia mas tidak dapat di hubungi,apa dia baik-baik saja?" sedih Nesya.
"Mungkin dia Masi sibuk.ayo kita makan dulu," ajak Roma merangkul nesya ke ruang makan.
"Wah,menunya enak semua," puji Nesya semangat melihat hidangan di meja makan itu.
"Iya dong,babe sengaja masak banyak untuk merayakan kehamilan mu," ujar Roma.
"Asyik bisa makan enak ini," balas Nesya senang.
Rasa sedihnya terlupakan karena melihat menu yang menggugah selera itu,setelah menghabiskan nasi satu mangkuk.baru Nesya dapat berhenti makan,mungkin dia kekenyangan.
"Benar-benar enak,yang bikin nagih itu sambel terasi nya."
"Lain kali babe buatkan lagi," balas Roma mulai mengemas piring kotor.
"Biar aku saja yang cucu piring,be," ujar Nesya menghentikan kesibukan Roma.
"Tidak usah!kamu hamil,jangan lakukan pekerjaan berat," cegah Roma
"Aku ingin cuci piring juga,be," rengek Nesya.
"Baiklah,kamu bantu bilas piringan nya saja.biar babe yang cuci."
Setelah mencuci piring kotor,mereka memilih menonton di ruang tamu.
"Coba lihat berita,nes.mumpung film mu lagi iklan," pinta Roma.
"Ah,males,be.aku mau lihat sinetron," tolak Nesya.
"Jangan kebanyakan nonton sinetron nanti anak mu cengeng.ayo,putar berita!babe mau lihat apa yang sedang terjadi?mana tahu ada berita BLT cair," ujar Roma membuat Nesya segera memutar channel kesukaan nya.
"BLT terus," gerutu nesya.
"Berita terkini,kecelakaan lalu lintas kembali terjadi.diketahui bahwa korban sedang melakukan perjalanan dari kampung xxx ke ibu kota.kecelakaan bermula saat ada bus yang datang dari arah berlawanan sehingga membuat mobil itu menghindar dan berujung masuk kedalam jurang.korban belum di temukan,polisi Masi melakukan pencarian."
"BABE!it-itu bukan Austin,kan?" tanya Nesya yang memperhatikan mobil yang terbalik kedalam jurang.
"Babe juga tidak tahu," imbuh Roma dengan wajah panik nya.
"Austin ... hiks ... hiks ... " tangis Nesya dia yakin itu adalah austin karena dia sangat tahu plat nomor mobil milik suaminya.
__ADS_1
"Nesya,jangan sedih dulu.siapa tahu mobilnya hanya mirip saja?" ujar Roma menenangkan Nesya.
"Itu mobil austin,be.plat nomor nya sama,hiks ... hiks ... " ucap Nesya dengan tangan bergetar.
"Tidak mungkin menantuku kecelakaan," sedih Roma memeluk Nesya.
"Aku mau kesana,be,hiks ... hiks ... " pinta Nesya.
"Nanti kita akan kesana.polisi Masi melakukan pencarian,kita doakan saja agar austin segera di temukan," imbuh Roma lagi.
"Ya ... Allah ... cobaan apalagi yang engkau turunkan kepada hamba?Baru saja hamba senang dengan kehadiran janin di perut hamba, lalu hamba mendengar berita kecelakaan suami hamba.kenapa kamu mengambil satu orang yang hamba sayang dan menggantinya dengan janin di perut hamba?bisakah kamu tidak mengambil suami hamba.sungguh hamba belum siap berpisah dengannya."
***
"Astaga,bukankah itu austin,dia kecelakaan," kaget Jamila melihat berita di handphone nya.
"Kasihan sekali dia.tapi baguslah dengan begitu tidak ada yang memilikinya,aku maupun si nesya.dengan begini adil tidak ada yang memiliki pria tampan dan kaya itu," ucapnya tersenyum puas.
"Ah,kenapa pikiran jahat berkeliaran di otak ku?ini akan sangat mengasyikkan,mari kita buat si Nesya sengsara seumur hidup,hahaha."
"Honey,gat*el."
Pesan itu Jamila kirim pada Basir.pria bernama Basir adalah pria yang berkulit gelap dengan perut sedikit buncit.jamila sengaja mendekati nya karena dia sangat berguna untuk membantu rencana Jamila.
"Aku akan segera kesana,untuk mengaduknya.siap-siap basah."
"Akhirnya dia masuk perangkap ku,layani dia dengan puas dahulu,baru memanfaatkan nya."
Tak lama bunyi suara Honda terdengar di telinga Jamila,dengan segera Jamila mencuci kema*luan nya dan sedikit memberi pengharum agar Basir nyaman didekatnya.
"Ah,ternyata kamu di sini," tegur Basir menghampiri Jamila di dalam kamar mandi.
"Iya,aku lagi pipis," balas Jamila.
"Aduh,belum apa-apa udah pipis aja," ucap Basir dengan jarinya sudah mencubit kac*ang kecil itu.
"Ah ... enak," desa*h jamila.
"Aduh,merdunya.ini kenapa vag*Ina mu semakin lembut,kac*ang nya makin besar," ujarnya sengaja menarik kencang daging kecil itu.
"Lepas,dulu!" pinta Jamila dengan suara mendayu.
"Enggak,udah enak tangan ku di sana," tolak Basir mengobrak Abrik gump*alan daging itu.
"Lepas dulu,kita pindah tempat," mohon Jamila.
"Suka sekali menganggu kesenangan ku," ucap Basir lalu menggendong Jamila.
"Loh,kok aku duduk di motor," protes Jamila.
__ADS_1
"Ngangkang,aku mau lihat me*nek mu,katamu tadi dia ga*tel," titahnya tanpa peduli Dengan pertanyaan Jamila.
"Enggak,aku takut jatuh.ini motor Kenapa kamu bawa masuk?"
"Sengaja untuk menghajar mu,enak main di atas motor," ucapnya mulai membuka kaki Jamila.
"Ihhh,takut," ucap Jamila dengan tangan menggenggam jok motor.
"Enggak akan jatuh," ujarnya mulai mendekatkan wajahnya dengan gadis kecil itu.
"Uhhh .... Ahh ... " lenguh Jamila saat lidah itu mengobrak Abrik va*ginanya.
Basir menggelengkan kepala,dia sangat menikmati daging itu hingga mengecup kacang itu dengan kuat.
"Aku punya timun," ujarnya mengambil timun di saku celananya.
"Ah,itu timun besar sekali," balas Jamila melihat timun di genggam Basir.
"Sengaja untuk mengoyak daging mu," ujar Basir mulai memasukan timun itu kedalam kema*Luan Jamila.
"Ahhhhhh ... uhhhh ... " de* sah Jamila saat timun itu keluar masuk kedalam inti tubuhnya.
"Rasa timunnya beda,lebih gurih setelah di rendam di sana," komen Basir mengigit timun itu lalu kembali mengoc*oknya di sana.
"Ah,nakal sekali," ujar Jamila melihat Basir memakan timun itu dan mencocol nya dengan va*ginanya.
"Akhirnya,habis timunnya."
"Kenapa dia secantik ini?tubuh ku panas dingin melihat ini.foto dulu,untuk kenangan-kenangan." Basir membuka kamera nya dan memotret inti tubuh Jamila.
Basir memotret mulai dari gaya ia yang menjilat,mencium,hingga memasukan jarinya di sana.setelah melihat hasil foto tersebut entah mengapa ia merasa puas dan birahinya hadir kembali.
"Mulus sekali,aku mau menjil*ati dia lagi,kamu ngang*kang di sini biar aku di bawah nya," titah Basir agar Jamila Jongkong dan ia berbaring.
"Aduh,jangan di gigit,sakit ... perih ... " pinta Jamila mau menjauhkan tapi segera di tahan oleh Basir.
"Enak,ngang*kang yang lebar,aku ingin masuk."
Basir membuka lebar kaki Jamila dan segera memulai penyatuan itu,dia memulai memompa dari tempo lambat menjadi cepat.dia terus memompa hingga keringat bercucuran di tubuhnya.
"Aduh,sangat enak."
"Uhh ... nikmat nya," ujar Jamila Masi menga*ngkang dengan kema*luan yang telah basah.
"Sini,aku bersihkan," tawar Basir kembali menji*lati vagi*na itu dengan lidahnya.
"Jadi,gatel lagi.mau di koc*ok," manja Jamila memulai penya*tuan kembali.
"Dasar gatel!"
__ADS_1