Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 51


__ADS_3

Dengan perasaan kecewa Austin berpamitan untuk undur diri.roma hanya cuek saja menandakan ia tidak menyukai Austin.


"Loh,Nesya kamu mau kemana?" tegur Roma yang melihat Nesya mengikuti langkah Austin.


"Keluar sebentar,be."


"Keluar kemana,masuk istirahat!" tegas Roma membuat Nesya langsung melirik Austin.


"Gak mau,be.nesya mau keluar sebentar dengan austin.mau bantu dia cari penginapan," ujar Nesya.


"Dia itu bukan anak kecil,dia bisa mencari sendiri," balas nya menghampiri Nesya di dekat pintu.


"Tapi Austin baru pertama kali kesini,be.dia tidak tahu daerah sini,gak mungkin Nesya biarkan dia sendiri jalan tak tentu arah," ucap Nesya membuat Austin tersanjung karena Nesya menghawatirkan nya.


"Pergilah,tapi jangan lama-lama." Akhirnya Roma mengalah membiarkan Nesya menemani Austin.


"Kami pergi dulu,be.assalamualaikum," pamit Nesya setelah mencium tangan Roma.


"Waalaikum salam," balas Roma melihat kepergian anaknya.


Dengan hati riang keduanya berjalan menuju penginapan,sepanjang perjalanan banyak tatapan sinis yang warga berikan saat berpapasan dengan mereka.


"Kenapa mereka menatap kita seperti itu?" tanya Austin memperhatikan ibu-ibu.


"Ibu-ibu disini memang seperti itu,suka memandang orang sinis tanpa sebab.jadi kamu maklumi aja," jelas nesya.


"Dasar emak-emak aneh," gumam Austin.


Pemandangan sejuk memanjakan mata Austin.seumur hidup terus memandang gedung dan menghirup udara penuh polisi,membuat Austin sangat kagum dengan pemandangan desa itu.


"Apa disini ada bank?" tanya Austin.


"Bang yang mana,bang toyip atau bang jati?."


"Bank untuk menarik uang Nesya,buka bang itu!" jelas Austin.


"Hehehe,ada di dekat pasar," Nesya cengengesan karena salah mengartikan ucapan Austin.


Tak terasa Austin telah berada di sebuah vila yang ada di kampung itu,setelah cek in Austin langsung di beri kunci kamarnya.


"Nah,udah dapat tempat untuk menginapkan.jadi sekarang bisa aku tinggal," ujar Nesya.


"Gak,masuk dulu." Nesya menggeleng cepat menolak ajakan Austin.


"Enggak nanti kalau ada yang lihat bisa salah paham," balas Nesya.


"Biar aja mereka salah paham,nanti kalau kita di gerebek pasti langsung di suruh menikah."


"Gak,ah.masi banyak jalan untuk menikah secara baik-baik,untuk apa menggunakan cara seperti itu," sungut Nesya kesal.


"Becanda neng gak usah marah," bujuk Austin.

__ADS_1


"Aku pulang,ya.takut babe nyariin." Nesya langsung berlari meninggalkan Austin.


"Dasar kelinci liar," gerutu Austin lalu menuju kamarnya.


Saat perjalanan pulang,Nesya tidak sengaja melihat sayur asem kesukaan nya.dia langsung menghampiri Abang jualan sayur itu.


"Wah,kamu udah pulang," celetuk ibu salmah.


"Ia,Bu." Nesya memaksakan senyum dan kembali fokus memilih sayuran.


"Cowok tadi calon kamu ya?" sahut ibu Rini.


"Insyaallah buk,kalau saya jadi dengan dia."


"Wah,gak nyangka ya.pulang-pulang dari kota langsung bawa calon suami,kamu gak hamil duluan kan?" Nesya hanya memutar bola matanya.rasanya malas meladeni ibu-ibu itu.


"Beneran Nesya kamu hamil,saya gak nyangka loh.padahal kelihatan nya kamu itu pendiem,eh ternyata diem-diem bandel," timpal buk salmah.


"Kita lihat saja kedepannya,jika saya melahirkan setelah beberapa bulan menikah,berarti saya memang hamil duluan.tapi jika tidak,berarti kalian berdua yang sok tahu!" tegas Nesya meletakan sayur dengan kasar dan meninggalkan ibu-ibu itu.


"Sok belagu tu anak,baru juga dari kota dah songong.sok cantik banget padahal mukanya pas-pasan!" ibu itu sengaja mengeraskan suaranya agar Nesya mendengarnya.


Berjalan menjauh dari mereka adalah hal aman untuk menghindari perkelahian,meski hati panas dan amarah menguasai diri Nesya. namun Nesya Masi bisa mengontrol dirinya.


"Dua orang itu memang tak berubah,selalu saja menganggu ku,"


"Ahhh ... !" pekik Nesya karena tangannya di tarik oleh seseorang.


"Apa kabar?" tanya baja sambil tersenyum manis.


"Lepaskan tangan ku,aku tidak suka di sentuh oleh mu!" Nesya langsung menghempaskan tangan baja dari tangan nya.


"Kamu tidak berubah,Masi menolak ku."


"Kamu sudah tahu aku sudah berulang kali menolak mu,tapi kenapa kamu Masi juga mengganggu ku?" baja hanya tersenyum tipis.


"Entah mengapa semakin kamu menolak ku, aku semakin tertarik untuk mendapatkan mu," ujarnya membuat Nesya muak sendiri.


"Dasar tak waras!" sungut Nesya kesal.


"Jangan menikah dengan laki-laki kota itu!" tegasnya membuat Nesya tertawa kecil.


"Kamu siapa,sehingga berani mengatur hidupku?"


"Jika kamu tetap mau menikah dengannya,jangan salahkan aku jika dia bonyok di tangan ku!" ancamnya sambil menatap Nesya.


"Lakukan saja jika kamu bisa.aku ingin melihat kamu atau dia yang bonyok!" tantang Nesya sambil menunjuk Baja.


"Tunggu saja esok hari," ujarnya berlalu pergi.


"Dasar juragan edan.semoga saja dia di banting oleh Austin," doa Nesya melanjutkan perjalan nya.

__ADS_1


***


Austin berbaring sambil memikirkan cara agar babe merestui hubungan dia dan Nesya,saat ini dia berharap babe memang matre agar ia dengan mudah membujuknya.


"Aku harus menarik uang tunai sebanyak mungkin,aku harus mendapatkan restu darinya." Austin mengganti pakaian nya untuk keluar.


"Mbak,disini bank buka jam berapa?"


"Sekitar jam 08.00 - 16.00,"


Austin langsung pergi tanpa mengucapkan terimakasih pada orang itu,saat ini di otaknya hanyalah menarik uang tunai yang banyak untuk mendekati babe.


Niat hati ingin ke bank tapi Austin malah menyimpang ke jajanan pinggir jalan,terlalu banyak yang menjual cemilan sehingga lidah Austin tertarik untuk segera mencicipinya.


"Andai ada Nesya pasti dia seneng jajan disini," ujar Austin memakan telur gulung.


Ketika Austin menikmati telur gulung,dari arah sedikit jauh banyak warga yang berkumpul.karena penasaran austin segera berlari untuk melihat apa yang terjadi?


"Bayar hutang,Lo!" pekik preman.


"Saya,gak ada uang bang," ujar anak remaja itu.


"Kalau gak ada uang,kenapa Lo ngutang!" bentaknya menendang anak itu.


"Sekarang bayar hutang,Lo.sebelum juragan yang turun tangan kemari." Preman itu mencengkram pipi anak itu.


"Saya beneran gak ada uang,bang.hiks ... hiks ... kasih saya waktu," pinta anak itu sambil menangis.


"Sudah banyak keringanan yang kami kasi selama ini,sekarang kamu minta lagi." langsung menghempaskan tubuh anak itu sehingga anak itu meringis kesakitan.


"Sita semua barang berharga di rumah nya," Titah nya.membuat preman lainnya langsung masuk kedalam rumah dan mengambil harta benda anak itu.


"Jangan,bang.kasihani kami," ujar anak itu memegang kaki preman itu.


"Menjauh dari ku!" teriak nya menendang anak itu dan ingin menamparnya.


Dengan mata terpejam anak itu menanti tamparan di pipinya,namun setelah sekian lama namun tamparan itu tidak kunjung mendarat di pipinya.


"Siapa kamu?jangan mencampuri urusan kami!" bentaknya menghempaskan tangan Austin yang memegang erat tangan nya.


"Berapa hutang yang ia punya?" tanya Austin.


"Lima juta!" pekik preman.


"Aku yang akan membayarnya.jadi lepaskan dia dan ikut aku ke bank sekarang juga," pinta austin membuat warga yang mendengar nya takjub.


"Jangan banyak gaya kamu,orang seperti kamu tidak mungkin punya uang!" tegas preman itu menganggap Austin tengah membual.


"Kita buktikan semuanya di bank!" tantang Austin.


Sebelum pergi ke bank Austin memberikan beberapa uang ratusan pada anak remaja itu,Austin berpesan agar anak itu segera membeli obat untuk menyembuhkan luka di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2