
Babe heboh sendiri saat baru pulang dari acara kondangan juragan,dia terus bercerita tentang artis yang di undang oleh juragan.mungkin dia merasa iri.
"Benar-benar artis,juragan mengundang Dewi persik.hebohnya tadi,hingga warga berebut ingin menyawer nya,untung banyak bodyguard yang menjaga panggung itu.jika tidak habislah sudah!" cerocos nya.
Nesya mengelus keningnya,inikah tujuan babe memanggil dia dan Austin ke ruang tamu.hanya untuk membicarakan artis seksi itu.
"Terus apa gunanya membicarakan hal itu pada kami?aku tidak tertarik,gara-gara pergi ke acara itu sakit kepala ku sampai sekarang belum sembuh," ucap Nesya.
"Shutt ... gak boleh ngomong gitu," tegur Austin yang merasa segan pada Roma.
"Aku kesal,pasti mata babe melotot melihat goyang ngebor artis itu.membayangkan itu semua membuat ku malu sebagai anak nya,pasti babe ikut joget juga sambil memegang uang,benarkan?"
"Eh ... jangan berpikir seperti itu,babe tidak tergoda dengan artis itu.mana ada babe joget disana,babe hanya mengangguk-angguk saja saat dia nyanyi," sanggah nya.
"Terus untuk apa babe berjam-jam disana,kalau hanya mengangguk-angguk kepala?" geram Nesya menduga babe nya berdusta.
"Maksud babe,babe mengangguk-angguk kepala sambil membungkus daging untuk di bawa pulang.jika kamu tidak percaya coba buka kulkas,daging lezat sedang tidur di sana."
"Astaghfirullah babe,sudah ku bilang jangan di bawa pulang.kenapa babe Masi melakukan nya?" Nesya mulai frustasi dengan babe nya.
"Lebih baik babe bungkus makanan dari pada babe goyang bersama artis,pasti kamu akan jauh lebih malu.cerdaskan babe?." Roma memuji dirinya sendiri.
"Kenapa aku bisa punya babe yang seperti ini?" keluh Nesya yang pusing berdebat dengan Roma.
"Udah debatnya.lebih baik kita ambil piring dan segera menyantap daging itu," sahut Austin membuat semua mata langsung menatap nya.
"Kamu juga!bisa-bisanya mendukung babe melakukan hal itu," sungut Nesya melihat kesal suaminya.
"Sudahlah sayang ku,jangan permasalahkan hal ini.kasihan babe,yang sudah berusaha mengambilkan daging untuk mu," bujuk Austin membuat Roma tersenyum tipis.
"Dasar kalian berdua sama saja!" Nesya bangkit dari duduk nya dan meninggalkan dua pria itu.
Babe dan Austin menyangka Nesya merajuk dan memilih masuk ke kamar.tapi kenyataan nya wanita itu datang lagi ke ruang tamu, dengan piring berserta lauk pauk yang ia bawa dengan napan.
Austin melirik Roma agar tidak mengomentari apa yang di lakukan Nesya,tatapan Austin seakan mengatakan. "Biarkan saja,jangan komen sebelum dia benar-benar merajuk."
Roma membungkam mulutnya seakan-akan tahu maksud tatapan Austin.
"Silahkan makan," ujar Nesya setelah menata lauk pauk di atas meja.
"Akhirnya bisa makan daging rendang lagi,mana gratis pula pasti ini nikmat rasanya." puji Austin membuat Roma tersanjung dengan apa yang ia lakukan.
Tok tok tok.
__ADS_1
"Assalamualaikum," ujar tamu itu membuat semua menoleh kearah pintu.
"Kalian duduk saja,biar aku yang buka pintunya.
"Ia sebentar!" pekik Nesya mulai melangkahkan kaki menuju pintu.
Dari ruang tamu dua pria itu mendengar suara Nesya yang tengah berbicara pada seseorang,ada juga dia tertawa sekilas.membuat dua pria itu penasaran siapa tamu yang mengetuk pintu tadi.
"Siapa itu,be?kenapa Nesya lama sekali?" tanya Austin yang belum menyentuh makanan nya.
"Mungkin mantan nya," balas babe membuat Austin kaget mendengar nya.
"Memang Nesya punya mantan?"
"Punya.jika kamu ingin tahu orangnya,coba kamu susul Nesya keluar," dusta Roma.agar Austin segera membawa Nesya masuk,karena dia tidak sabar menyantap makanan lezat.
"Ini tidak bisa di biarkan," balas Austin segera lari keluar.
"Hihihi." Roma tertawa sendiri melihat kelakuan mantunya.
Tak lama dua orang itu terlihat,Austin menampilkan wajah masam karena merasa di tipu oleh Roma.
"Dia mendorong mbak vina,karena mengira Vina itu laki-laki," adu Nesya.
"Kebetulan pula yang mengantarkan kiriman juragan ini gadis tomboy,makin paniklah aku mengira ucapan babe benar."
"Hahaha ... babe tidak menyangka kebohongan babe seseru ini,apa Vina meninju wajah Austin karena mendorong nya?" tanya babe.
"Dia tidak melakukan apa-apa.tapi wajahnya sangat kesal saat melihat Austin,untung dia tidak mengeluarkan jurus silat nya.jika itu sampai terjadi aku tidak bisa menolong mu," jelas Nesya.
Mungkin dia mengira Austin tidak bisa melawan Vina.padahal Austin bisa bela diri dan mungkin wanita tomboy itu akan kalah jika tadi terjadi perkelahian.
"Ini semua gara-gara babe!" sungut Austin.
"Salah sendiri percaya pada babe," balas nya.
"Tanpa membungkus makanan pun,kita akan dapat jatah tersendiri dari juragan.ini buktinya mbak vina mengantarkan makanan ke rumah, nampaknya semua warga juga di kasi."
"Baguslah,berarti lauk kita bertambah dan mungkin bisa kita makan sampai besok siang," ujar Roma yang tidak tersindir dengan ucapan Nesya.
Mereka makan dengan hikmat,semuanya tampak makan sangat lahap.hingga tanpa sadar nasi di mangkuk sudah habis melompong.
"Sayang sekali nasinya habis,padahal lauk ku Masi ada," ujar Roma.
__ADS_1
"Makan saja lauknya,terlalu banyak makan nasi nanti perut babe buncit melebihi orang hamil," balas Nesya.
Roma sekilas melirik perutnya,ternyata benar perutnya makin gelembung sehingga membuat dia tersenyum sendiri.
"Kalau orang hamil isinya anak,kalau babe isinya taik.benar gak?"
Dua orang itu langsung menghentikan mengunyah makanan,entah mengapa selera makan keduanya hilang setelah mendengar ucapan Roma.
"Ih,babe jorok.orang lagi makan juga," sungut Nesya yang telah meletakkan piring yang masi tersisa daging.
"Lah,kan,emang benar?" ucapnya membela diri.
"Untuk kali ini babe gak asik," sahut Austin mencuci tangan.
"Yah,dia bisa merajuk," ujar Roma melihat kepergian Austin.
"Kemas sendiri,kami merajuk dengan babe." Nesya ikut menyusul Austin.
"Dasar suami istri sama saja," gerutu roma.
Karena kekenyangan Austin dan Nesya tertidur cepat.Austin sedang bermimpi malam ini dia bermimpi Nesya dan ia berada di suatu dataran yang terpisah dengan jurang yang dalam di tengahnya.
"Nesya,ayo kemari!"
"Aku mau kesana tapi aku harus lewat mana,di sini tidak ada jembatan penghubung ke sebrang sana."
"Jika begitu biarkan aku meloncat kesana."
Austin mulai berlari mundur,saat jaraknya lumayan jauh baru dia berlari ke arah depan dengan kecepatan yang sangat cepat.saat dia melambungkan badan untuk mendarat ke tempat Nesya,tiba-tiba ada angin berhembus kencang.sehingga membuat dia terjatuh kedalam jurang.
"Austin tin tin tin."
Suara pekikan Nesya bergema mengiringi tubuhnya yang mulai terjatuh di dasar jurang.
"Tidakkkk!" teriak Austin yang langsung terduduk dengan keringat bercucuran.
"Astaghfirullah,ada apa?" tanya Nesya yang kaget mendengar Austin berteriak.
"Aku hanya bermimpi buruk," ujar Austin sambil mengusap wajahnya.
"Minum air putih dulu." Nesya menyodorkan segelas air pada Austin dan langsung di teguk tandas oleh habis.
"Mimpi ku sangat buruk malam ini,semoga itu tidak menjadi pertanda buruk," doa Austin.
__ADS_1
"Sudah jangan di pikirkan,lebih baik sekarang lanjut tidur.mungkin kamu tadi tidak baca doa," ujar Nesya memeluk Austin dan mengusap punggung nya.