Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 78


__ADS_3

Semua ibu-ibu mengikuti langkah Jamila dari belakang,sampai di rumah Nesya keadaan di halaman sangat sepi,rumah Nesya seperti tidak ada penghuni.


"Lihat!benarkan ucapan ku," imbuh Jamila menunjuk sajen itu.


"Iya.ini beneran sajen,gak nyangka Nesya menganut pesugihan," ujar salmah.


"Wah,ini tidak bisa dibiarkan.kampung kita menjadi tidak aman jika pesugihan ini di biarkan,bisa-bisa ada korban selanjutnya," celetuk buk Rini.


"Lebih baik kita kerumah pak RT,kita minta pendapat darinya," usul Jamila.


Setelah mengambil beberapa foto sajen itu,Jamila membawa para ibu-ibu kerumah pak RT.foto tadi sebagai bukti bahwa Nesya melakukan pesugihan.


"PAK RT!"


Suara ribut-ribut dari luar membuat pak RT langsung keluar untuk melihat apa yang terjadi.ternyata di depan rumahnya telah ramai di datangi warga, mereka seperti melakukan demo padanya.


"Ada apa ini?" tanya pak RT.


"Kami ingin pak RT mengusir Nesya dari kampung ini!" cetus salah satu warga.


"Betul!"


"Semua bisa kita bicarakan baik-baik,jelaskan apa yang terjadi?biar aku paham dengan keluhan kalian," ungkap pak RT.


"Si Nesya melakukan pesugihan,pak RT.kami merasa tidak aman jika dia terus tinggal disini," balas buk Salmah.


"Emangnya kalian punya bukti jika Nesya melakukan pesugihan?" tanya pak RT tak percaya.


"Ini buktinya.kami menemukan sesajen dan patung nyik Blorong di belakang rumahnya,itu adalah bukti bahwa dia bekerja sama dengan setan."


Dengan mata tak percaya pak RT melihat foto itu.awalnya dia juga tidak percaya tapi dengan bukti itu semuanya berubah.


"Kami ingin Nesya pergi dari kampung ini,usir Dia!" pinta warga.


"Lebih baik kita minta dia pergi baik-baik," balas pak RT.


"Orang jahat seperti dia tidak pantas diperlakukan baik,dia itu wanita terkutuk," celetuk Jamila semakin membuat keadaan memanas.


"Ia wanita terkutuk seperti dia harus di usir,dia membawa malapetaka di kampung kita!"


"Ayo kita usir dia!" sorak warga membuat pak RT tidak dapat menghentikan nya.

__ADS_1


Sampai di rumah Nesya,warga mengamuk.mereka sengaja membanting pot tanaman dan juga bangku yang ada di sana.


"Ada apa ini?" kaget Roma melihat halaman rumahnya berserakan.


"PERGI KALIAN DARI SINI!"


"Apa salah kami?kenapa kalian tiba-tiba mengusir kami?" tanya Nesya.


"Jangan sok polos kamu.wanita jahat seperti mu tidak pantas tinggal disini."


"Maksud kalian,apa? kejahatan apa yang ku lakukan pada kalian?" tanya Nesya tak terima.


"Kamu melakukan pesugihan,kamu tega menumbalkan suami mu dan juga pak Karno,dasar wanita terkutuk kamu!"


"Bapak jangan asal bicara,ya!" marah nesya.


"Masi tidak mengaku,rupanya.lihat!ini sajen yang kamu taruh di belakang rumah mu,dasar wanita pembawa sial!"


"Aku tidak melakukan itu!" tegas Nesya tidak terima di fitnah meski foto itu berada di belakang rumah nya.


"Sekarang pergi dari sini!" usir warga menarik Nesya hingga jatuh ke lantai.


"Apa yang kalian lakukan pada putriku?!" bentak Roma segera menghampiri Nesya.


"Kalian semua jahat!kalian tega memfitnah ku,hiks ... hiks ... aku tidak melakukan pesugihan!" ucap Nesya.


"Siapa yang percaya dengan mulut wanita terkutuk sepertimu?pergi dari sini!"


"Lebih baik kita bakar rumah ini,agar ilmu dia luntur menjadi abu.dengan begitu,kampung kita tidak terkena sial lagi," usul salmah.


"Ide bagus,ayo semua kita bakar rumah ini!"


Dengan tega mereka menyiram bensin di sekitar rumah Nesya lalu setelah nya langsung membakarnya,Nesya dan Roma berpelukan melihat rumah yang penuh kenangan itu hangus termakan api.


"Pergi dari sini!jika kami melihat kalian Masi berkeliaran di kampung ini!kami tidak segan-segan menyakiti kalian," ancam pria itu.


Setelah melihat rumah Nesya benar-benar terbakar,barulah para warga berangsur-angsur meninggalkan tempat itu.tanpa peduli dengan keadaan Nesya dan Roma.


"Ba ... be ... hiks ... hiks ..." tangis Nesya yang masi di rengkuhan Roma.


"Ayo,kita pergi dari sini,nes," ajak roma.

__ADS_1


Dengan berat hati Nesya melangkahkan kakinya menjauh dari rumah itu,sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihat rumah yang terbakar itu.


Tanpa mereka sadari ternyata geribo mengikuti mereka dari belakang,ayam itu seakan tahu apa yang menimpa tuannya sehingga ikut meninggalkan rumah itu.


"Kita kemana,be?" tanya Nesya bingung.


"Kita akan pergi jauh,ke tempat baru untuk memulai lembaran baru.biarkan semuanya menjadi masa lalu,nes.jadikan saja hal ini sebagai pelajaran hidup kita," ujar roma bijak.


"Memangnya babe punya uang,aku tidak sempat mengambil barang berharga karena rumah kita keburu di bakar oleh mereka," keluh nesya.


"Tenang.babe punya kartu ajaib,dengan ini kita bisa bertahan hidup," balas Roma melihatkan dompet di saku celananya.


"Syukurlah," balas Nesya.


"Ya ... allah.cobaan apa lagi,ini?baru saja hamba mendapatkan kabar duka atas kepergian suami hamba.lalu engkau hadirkan lagi orang-orang jahat di sekitar hamba,mereka tega memfitnah ku dan juga membumi hanguskan kediaman ku,sungguh cobaan yang engkau berikan datang bertubi-tubi.semoga saja hamba kuat melalui ini semua."


"Udah jangan melamun,ingat jangan banyak pikiran.nanti janin mu kenapa-napa?" nasehat Roma melihat Nesya melamun.


"Terimakasih,karena babe selalu ada di sisi Nesya," ujar Nesya lalu memeluk babe nya.


"Ia sama-sama,selagi bisa babe lakukan akan babe lakukan.tenang semua akan baik-baik saja," ucap roma membalas pelukan nesya.


Lama memikirkan arah tujuan,akhirnya mereka sampai di suatu desa yang asing bagi mereka.mereka membuka lembaran hidup baru,mulai dari tempat hidup yang baru dan orang-orang yang baru mereka jumpai.


"Tidak terasa sudah sembilan bulan usia kandungan ku,perutku yang semula rata kini telah membuncit.austin,tahukah kamu apa yang aku alami selama masa kehamilan ku?aku berjuang di sini.berjuang menutup telinga dari gunjingan tetangga,berjuang menahan ngidam yang menyulitkan babe,banyak perjuangan yang aku lalui tanpa mu."


"Semoga saat anak ini lahir dia di terima oleh masyarakat,dia tidak mendapat cemoohan,sindiran,dan mendapatkan banyak teman.cukup!aku saja yang mengalami hal ini jangan sampai anak kita juga merasakan nya."


"Nes,masuk!hari sudah sore!" suara Roma memanggil dari dalam rumah.


Dengan perlahan wanita yang tengah hamil tua itu masuk kedalam rumah,meski sedang mengandung aura kecantikan Nesya semakin terpancar.hal itu semakin membuat ibu-ibu menjadi was-was,mungkin karena status Nesya yang Janda sehingga mereka khawatir para suami mereka tergoda dengan nya.


"Sebentar lagi kamu lahiran,jangan banyak bergerak.lahiran memerlukan banyak tenaga,nes," ujar Roma.


"Ia,be.ini sudah sekian kali nya babe berbicara seperti itu,apa babe tidak jenuh mengingatkan hal itu berulang kali?" sungut Nesya kesal.


"Ini semua demi kebaikan mu,dan yang terpenting untuk kebaikan cucuku.ah,tidak sabar bermain dengan nya," ungkap babe.


"Sebentar lagi,be.dia akan keluar dan bisa babe gendong maupun ajak bermain," balas Nesya senang.


Meski hamil hanya ada Roma di sisinya.namun itu sudah cukup untuk nesya.nesya tahu kedepannya hidupnya tidak mudah,semoga saja dia dan anaknya kuat melalui semuanya.

__ADS_1


TAMAT.


__ADS_2