Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 39


__ADS_3

Tina mulai mendudukkan diri,berpura-pura sakit membuat badannya pegal karena terus berbaring.


"Mumpung gak ada siapa-siapa,aku makan pizza.berpura-pura sakit membuat lambung ku tersakiti karena selalu makan makanan hambar," ujarnya memakan makanan yang telah di beli oleh bik Inah.


"Benar-benar lezat." Menikmati makanan itu.


"Nyonya udah bangun,gimana jantungnya nyonya apa sudah aman?" ledek bik Inah yang baru datang dari kamar mandi.


"Belum aman,bik.masi sakit," canda nya sambil memegangi dadanya seakan-akan sakit.


"Hahaha ... nyonya benar-benar berhak mendapat piala penghargaan,nyonya sangat pandai berakting melebihi Natasya Wilona.jika seandainya nyonya menjadi artis mungkin sudah menjadi bintang ratu sinetron," puji bik Inah yang ikut mencomot pizza.


"Bibi bisa aja.kunci dulu pintunya bik agar tidak ada yang melihat kita." Titah Tina takut ada yang masuk dan mengetahui sandiwara nya.


"Resiko pura-pura sakit,mau ngapain aja ribet?" gumam bik Inah yang telah kembali duduk dekat nyonya nya.


"Ya begitulah bik,jika aku tidak melakukan ini Austin tidak akan nurut padaku." Cerita Tina.


"Apa salahnya direstui,nyonya?biar gak ribet seperti ini.nanti setelah Den Austin menikah dan tidak cocok dengan wanita itu pasti mereka akan berpisah." Saran bik Inah.


"Enak aja,gak bisa bik.aku gak mau punya mantu seperti dia,enak aja anak ku yang mapan dapat wanita dari golongan biasa," bantah Tina tak setuju dengan saran bik Inah.


"Seterah nyonya saja," balas bik inah membuang kotak pizza itu ke tong sampah.


"Bik,besok masakan aku sumur jengkol ya." Tina tiba-tiba kepengen masakan itu,menyebutnya saja sudah membuat Tina ngiler.


"Yang benar saja,nyonya.di Amerika minta sumur jengkol,dimana bibi harus beli jengkol?disini tidak ada pasar," omel bik Inah yang baru meneguk air putih.


"Ada bik cari aja di warteg,hehehe." canda Tina.


"Jangankan warteg,gayung di kamar mandi aja gak ada.bibi gak betah tinggal disini,nyonya.ayo kita pulang ke indo," ajak bik Inah yang membuat Tina tertawa.


"Kasihan," ejek Tina senang dengan kesusahan bik Inah.


"Bibi besok pulang duluan ya." Izin bik Inah membuat Tina melotot.


"Gak boleh." Cegah Tina dengan garang.


"Besok bibi pulang diam-diam," gumam bik Inah.


"Kalau besok bibi berani pulang,akan ku suruh Austin menjemput bibi.untuk menggantikan Angel sebagai kepala pelayan di mansion Jerman." Ancam Tina.


"Jangan nyonya,lebih bahaya Jerman di banding Amerika,di Jerman semua serba mesin bisa jadi robot jika bibi tinggal disana," balasnya cepat.


"Makanya nurut,jangan coba-coba pulang ke indo duluan." Ancam Tina lagi.

__ADS_1


Tok tok tok.


Bik Inah dan Tina saling bertatapan dan segera menghilangkan jejak makanan agar tidak ketahuan,sebelum berbaring Tina sengaja memoles bedak di wajahnya agar terlihat pucat.


"Sudah boleh bibi buka pintunya,nyonya?" tanya bik Inah pelan.


"Buka saja bik," balas Tina.


Dengan segera bik Inah membuka pintu,ternyata Bimo yang mengetuk pintu.


"Kenapa di kunci?" tanya Bimo.


"Tadi saya membantu nyonya membersihkan diri.jadi pintunya saya kunci," ujar bik Inah.


Tanpa mempermasalahkan hal itu,Bimo masuk untuk melihat Tina.


"Bibi pergilah,ada hal penting yang harus ku bicarakan pada istriku." Pinta nya membuat bik inah dnegan segera meninggalkan ruangan itu.


"Ada apa,pa?" tanya Tina dengan suara lemah.


"Papa ingin sedikit bercerita pada mama," ujar Bimo.


"Cerita apa,pa?" tanya Tina lagi.


"Cerita tentang kejadian yang dialami teman,papa.teman papa yang Marno itu."


"Ia yang itu,mama tahu apa yang dilakukan dia?" tanya Bimo membuat Tina langsung menggeleng.


"Dia pura-pura sakit,istrinya sampai kalang kabut mengobatinya.sampai di bawa ke rumah sakit Singapura loh,ma.hebat bukan aktingnya." Tina tiba-tiba gugup sendiri.entah mengapa ia merasa Bimo menyindir nya?


"Benarkah?memangnya apa tujuan dia berbuat seperti itu?apa mungkin agar istrinya merestui ia nikah lagi?" tebak Tina seakan-akan kaget.


"Mungkin saja," balas Bimo.


Tiba-tiba Bimo menarik selimut Tina dan ia juga melepaskan infus di tangan Tina.


"Mama pura-pura sakit,kan?" tanya Bimo yang telah menatap tajam istrinya.


"Apa maksud,papa?" tanya Tina tak Masi tak mengaku.


"Obat yang mama minum itu adalah vitamin, benarkan?" tanya Bimo yang telah mengukung Tina agar tak kabur.


"Ia mama tengah berakting,sekarang menyingkir dari atas tubuh mama.mama pengap,pa." Tina mengakui kesalahannya.


"Tega kamu,ma.apa mama tahu seberapa takut nya papa melihat mama sakit? bisa-bisanya mama membohongi papa," ujar Bimo menatap kecewa sang istri.

__ADS_1


"Salah papa sendiri percaya pada sandiwara,mama." Tina membela diri.


"Sudah salah masi juga menyalahkan,papa.benar-benar harus di beri pelajaran." Bimo mulai melepaskan tali pinggang nya.


"Ap-apa yang ingin papa lakukan?" tanya Tina cemas.


"Sudah sebulan lebih papa menahan hasrat,karena mengira mama sakit dan ternyata semua nya hanyalah sandiwara semata." Tina mengerti apa yang di inginkan suaminya.


"Astaga papa mesum,mama gak mau." Tolak Tina.yang mencegah tangan Bimo,yang ingin membuka kancing baju milik nya.


"Harus mau,berteriak saja biar austin masuk dan mengetahui kedok mama." Tina langsung terdiam.


"Dasar papa licik,awas saja jika papa berani membongkar rencana,mama." Ancam Tina membiarkan suaminya membuka baju miliknya.


"Semua nya akan aman.jika mama memberi papa jatah untuk tutup mulut." Bimo memanfaatkan keadaan.


"Kenapa pikiran papa selalu kotor?ingat umur, pa.sekarang udah tua malu kalau punya anak lagi," imbuh Tina.


"Papa gak peduli,yang penting nikmat."


***


"Kenapa kamu di tangkap?Apa kamu mencuri?" tanya wanita bertato itu.


"Saya ini penjual catering makanan,kak.lalu tiba-tiba ada yang menuduh saya mengunakan bahan kadaluarsa dan mengelola ayam tiren untuk di jual.makanya saya di tangkap," jelas Nesya.


"Wah,berarti ada yang iri padamu." sahut wanita berambut keriting.


"Oh ya ... perkenalkan namaku Nesya," sapa Nesya memperkenalkan diri.


"Aku Reva," sahut wanita keriting itu.


"Namaku Vina," sahut Wanita bertato.


"Senang bertemu kalian,kakak udah berapa. lama disini?" tanya Nesya memulai obrolan.


"Sekitar satu tahunan,aku di tangkap karena kasus jambret dan Reva di tangkap karena kasus tabrak lari." jelas nya.


"Oh begitu,apakah jika berada disini kita akan di siksa?" tanya Nesya karena sepengetahuan nya penjara itu sangat mengerikan.


"Kamu akan tahu sendiri nanti," balas Vina.


"Hukuman mu berapa lama?" tanya Reva.


"Sekitar lima tahunan," balas Nesya sedih.

__ADS_1


"Lama juga,semoga saja kamu tidak mati kebosanan disini." sahut Vina.


__ADS_2