Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 72


__ADS_3

"Hehehe,ternyata kamu makin hari makin cantik," puji pak Karno.


"Ah,bapak bisa aja gombalnya," balas Jamila.


"Jadi rindu bapak dengan mu,rasanya ingin mengulangi kejadian kemarin," balasnya mengelus pa*ha Jamila.


"Aku juga rindu,bagaimana jika kita melakukan nya lagi?" rayu Jamila.


"Ayo," ujar pria itu telah mendekatkan bibirnya dengan wajah Jamila.


"Sabar,sayang.waktu Masi panjang,aku bosan melakukan nya di sini.aku mau melakukan nya di tempat ekstrem," balas Jamila menjauhkan Karno darinya.


"Lakukan saja di sini dulu,nanti kita akan melakukan nya di tempat lainnya."


"Apa kamu gila?ini di pondok sawah, bagaimana jika ada yang melihatnya?" omel Jamila menyingkirkan tangan pria itu dari da*danya.


"Bukankah kamu bilang kamu ingin melakukan nya di tempat ekstrem,inilah tempatnya," balas pria itu yang telah di kuasai oleh naf*su.


"Ah ... jangan di sini," des*ah Jamila menjauhkan tangan yang mengelus in*ti tubuhnya.


"Kamu sudah bas*ah,sangat manis," puji pria itu menj*ilati tangan nya.


"Kamu benar-benar gila!" umpat Jamila memperbaiki bajunya yang sedikit berantakan.


"Mau kemana?" tegur Karno melihat Jamila ingin pergi.


"Mau pulang,jika aku berada di sini bisa-bisa aku di makan oleh mu," balas Jamila lalu berlari pergi.


"Hey,jangan pergi dulu.urusan kita belum selesai!" pekik Karno mengejar Jamila.


Karno terus mengejar Jamila hingga ke pondok tengah hutan milik jamila.saat Jamila masuk dia pun ikut masuk ke pondok itu.


"Aduh,kenapa ikut kemari,sih?!" sungut Jamila kesal.


"Aku merindukan mu," balasnya memeluk Jamila.


"Sabar,dulu," balas Jamila mencoba menghentikan kec*upan Karno di lehernya.


"Kenapa lagi?" balas Karno sedikit kesal.


"Aku ingin pi*pis," ujar Jamila.


"Baiklah,tapi aku ikut," balas pria itu yang tak mau berjauhan dengan Jamila walau hanya sedetik saja.


"Untung kamu kaya.jika tidak aku telah mencampakkan mu,umurnya memang tua tapi naf*sunya begitu besar.tenang Jamila,ini hari terakhir kamu melayani nya,hari-hari berikutnya tidak akan lagi.karena malam nanti dia akan kamu musnahkan."


"Biar aku saja," ucapnya mencegah Jamila mengambil gayung.


Dengan perlahan pria itu mencuci lub*ang surg*awi itu,sesekali pria itu memainkan kacang kecil itu membuat Jamila menggeliat.


"Benar-benar mulus," ucapnya memainkan dua jarinya di sana.


"Cu-cukup," balas Jamila mencengkram erat baju Karno.


"Se*ksi sekali," pujinya.


"Kamu sangat lihai melakukan nya," balas Jamila yang telah berkeringat dingin.


"Hahaha ini belum apa-apa,mari kita lanjutkan di dalam," ajak nya sambil menggendong Jamila.


"Kenapa di kursi?" protes Jamila sedangkan Karno sudah membuka pah*anya lebar-lebar.

__ADS_1


"Agar lebih nikmat," balas Karno lalu menenggelamkan wajahnya di hu*tan rim*ba itu.


"Ah ... aku ... tidak mau ... disini ... " ucap Jamila sambil mend*esah.


Tanpa peduli dengan ocehan Jamila,pak Karno terus melancarkan aksinya.selain mengunakan lidah ia juga memanfaatkan jari tangan nya untuk mengobrak-abrik hutan rimba itu.


"Aku tidak mau!" tegas Jamila saat Karno menggesekkan pus*aka nya di inti tubuh Jamila.


"Kenapa kamu berisik sekali?" ujarnya lalu mencium bi*bir Jamila.


Penyatuan tidak dapat terelakan,dengan merintih Jamila menahan rasa nikmat itu.memang pus*aka milik Karno tidak di ragukan lagi,Jamila merem me*lek di buatnya.


"Nikmat bukan," bisik nya mengecup singkat leher Jamila


Tanpa melepas penyatuan Karno mengendong Jamila untuk di baringkan di atas meja,Jamila semakin mend*sah saat pusaka itu keluar masuk di inti tubuhnya.


"Muah ... muah ... muah ... benar-benar nikmat," ucapnya mengecup hu*tan rimba itu yang telah mengeluarkan air su*su.


"Ah ... benar-benar gila!" gumam Jamila yang telah lemas.


Karno membawa tubuh Jamila ke kamar dan membaringkan nya di kasur,dia mengecup kening Jamila berulang kali dan menyelimuti nya.setelah selesai mandi dan berganti pakaian dia berpamitan pada Jamila untuk pergi keluar,sebelum pergi dia mencium kening Jamila dan mengelus hutan rim*ba itu.


"Masi saja mesum!" umpat Jamila menjauhkan tangan itu.


"Jika aku tidak ada urusan,mungkin sampai sekarang pus*aka ku Masi melekat di sangkar nya," balasnya kembali membuka paha mulus itu dan mengecup hutan rim*ba itu berkali-kali.


"Ah ... Ak-Aku lelah," balas Jamila mencoba menjauhkan Karno dari sana.


"Sebentar lagi," balas nya kembali mengeluarkan pusaka nya dan menggesek kan di hutan rim*ba milik Jamila.


"Ah ... uh ... " Des* ah Jamila.


Karno menghentikan pemainan itu saat dering ponselnya bergetar,dengan kesal dia melihat pesan masuk itu dan lalu membalasnya.


Dengan berat hati dia meninggalkan Jamila yang kelelahan itu,dia mengecup seluruh tubuh Jamila sebelum pergi meninggalkan gubuk itu.


"Dasar pria tua!tubuhku remuk di buatnya!" umpat Jamila memejamkan mata.


Karena perut yang terus berbunyi Jamila terpaksa membuka mata,setelah membersihkan diri dia mengisi perutnya dengan mie instan.


"Sayang."


Jamila mengirim pesan pada Karno,ada niat tersembunyi yang sedang ingin ia lakukan.


"Kenapa?rindu pada ku,kah?"


Begitu cepat balasan dari pria itu,sehingga Jamila semakin gencar membuat pria itu bertekuk lutut padanya.dengan nakal Jamila sengaja memotret in*ti tubuhnya dan lalu mengirim nya pada Karno.


"Aduh ... jadi tegang,nih.nakal banget kamu."


"Nanti malam aku tunggu di dekat hutan bambu,tempat favorit kita.kamu ngerti bukan keinginan ku."


"Oke,sayang.jadi gak sabar untuk segera bertemu dengan mu*."


Jamila mengakhiri pesan itu,meninggalkan handphone yang tergeletak di atas meja untuk pergi ke dapur mengambil sebotol air.


"Selamat tinggal Karno,ini adalah hari terakhir kamu menyentuh ku.jika kamu tidak memegang rahasia dan bukti itu,aku tidak Sudi melayani naf*su mu," gumam Jamila yang telah mencampurkan minuman itu dengan racun.


Malam telah tiba,jamila sedang bersiap-siap untuk pergi ke hutan bambu.dengan hanya mengunakan dress selutut tanpa dal*aman membuat dia semakin sek*si di mata lelaki.


Jamila telah sampai di hutan dan dia menunggu kedatangan karno.tiba-tiba dia merasakan ada yang mengelus pant*atnya dan mencium tengkuknya.

__ADS_1


"Udah lama nunggu," tanya Karno dengan tangan sudah meremas payu*dara Jamila.


"Udah,aku kira kamu gak jadi datang," manja Jamila dengan wajah di tekuk.


"Maaf aku lama,tadi ngantri beli martabak kesukaan mu." Karno memberikan kresek pada Jamila.


"Terimakasih," balas Jamila tersenyum manis.


"Udah,lepas dulu.aku mau membentang tikar," ujar Jamila melepaskan tangan Karno yang nak*al itu.


Karno memperhatikan Jamila yang merapikan tikar,malam itu cahaya bulan sangat terang sehingga membuat mata Karno bisa melihat keindahan tubuh Jamila.


"Ternyata dia tidak mengunakan dalaman," gumam Karno mengelus kumisnya.


Dengan nakal Karno sengaja meremas pan*tat itu,tidak hanya meremas bahkan dia menampar nya.


"Aww ... sakit!" kesal Jamila.


"Siapa suruh sem*ok banget?gemes kan akunya," balas Karno.


"Bawa kemari VA*gina mu.aku ingin memakan nya," titah Karno yang telah berbaring.


"Tidak bisa nanti saja,aku ingin makan martabak," tolak Jamila manja.


"Tidak bisa,aku sudah rindu pada nya.cepat bawa kemari si tem*bem itu,lidahku udah gat*el ini," desaknya menarik kaki Jamila.


Dengan pasrah Jamila membukakan pah*anya untuk pria itu,Jamila mengarahkan VA*ginaya tepat di mulut pria itu.setelahnya ia memakan martabak kesukaan nya.


"Apa kamu tidak jijik?punya ku udah bas*ah banget itu," ujar jamila setelah menghabiskan martabak namun Karno Masi betah memakan hutan rimba miliknya.


Karno membalikan badan Jamila yang awalnya jong*kok di hadapan nya kini telah terduduk dengan kaki Masi terbuka lebar.


"Makin basah makin nik*mat," balasnya terduduk sebentar lalu melanjutkan aksinya.


Karno menye*dot lendir itu hingga tandas,saat pelumas itu telah habis dia menggigit kecil kac*ang itu lalu menghentikan aksinya.


"Kenapa dia renyah sekali?" Karno menepuk-nepuk va*gina itu karena gemes.


"Hoammm ... ngantuk rasanya," ujar jamila yang memainkan handphone tanpa peduli dengan Karno lakukan.


"Letakan handphone itu,bisa-bisa kamu mengacuhkan ku," protes Karno yang telah memasukan pusaka nya.


"Dasar pak tua!" ledek Jamila yang terguncang karena permainan itu.


Setelah melakukan beberapa kali,Karno tumbang kelelahan.jamila memberikan sebotol air padanya langsung di minum hingga tandas.


"Arghhh ... " jerit Karno sambil memegang lehernya.


"Ada apa?" tanya Jamila pura-pura panik.


"Tubuh ku sakit sekali," lirihnya.


"Tunggu sebentar aku akan memanggil dokter," dusta jamila berlalu pergi.


Di balik pohon,Jamila melihat Karno merintih kesakitan.itu pasti efek racun yang ia beri di minuman tadi,setelah melihat Karno memejamkan mata dengan mulut yang mengeluarkan busa.jamila baru menghampiri Karno.


"Dia benar-benar mati!" ujar Jamila setelah memeriksa denyut nadi milik Karno.


"Akhirnya kamu mati pak tua,hahahaha."


Di malam itu Jamila menyeret jasad Karno untuk ia letakan di belakang rumah Nesya,dia berharap para warga menaruh kecurigaan bahwa Nesya menganut pesugihan.

__ADS_1


__ADS_2