
Tak terasa satu bulan sudah austin menikah dengan Nesya,selama dia tinggal di desa itu dia bisa menyesuaikan diri dan mulai ikut melakukan kebiasaan para warga.mulai dari gotong royong,menjaga pos kamling hingga mencoba membajak sawah.
"Hoam ... ngantuk nya," ucapnya merentangkan tangan.
"Tidur aja lagi,kalau Masi ngantuk," balas Nesya yang sedang melipat pakaian.
"Gak bisa,hari ini aku ada janji dengan babe.kami akan memancing di danau," ujarnya sambil membersihkan kotoran mata.
"Sepagi ini?"
"Heem.kamu pergi saja ke pasar untuk membeli bumbu masakan,nanti kami pulang akan membawa ikan yang banyak untuk kamu masak," imbuh Austin menempel kan kotoran mata di dekat selimut.
"Selimut itu baru aku cuci,jangan jorok gitu.masa taik mata di buang di situ,sudahlah kemarin kamu lap ingus di situ.jorok banget sih!" omel Nesya menarik selimut itu dan melipat nya dengan kasar.
"Maaf tadi refleks,gak sengaja Terlap di selimut," ujarnya agar Nesya tak marah.
"Gak sengaja,gak sengaja!" sungutnya dengan wajah cemberut.
Dengan wajah menyesal Austin mulai beranjak ke kamar mandi,biasanya dia akan mandi siang hari.namun demi suasana hati Nesya membaik dia akan mencoba berbuat sesuatu di luar nalar.
"Semoga dia tidak menyesal menikah dengan ku yang tengil ini," gumam Austin saat menguyur tubuhnya dengan air.
Setalah mandi,dia inisiatif membersihkan lemari dan menyusun baju yang berantakan agar terlihat rapi.semua yang Austin lakukan tidak terlepas dari pengawasan mata Nesya.
"Sini,sayang bajunya.biar aku susun di dalam lemari," pinta Austin menunjuk pakaian yang sudah di lipat Nesya.
"Ternyata dia bisa menyusun baju.kalau begini, lebih baik aku merajuk padanya setiap hari.agar dia tidak tengil padaku tapi justru membantu meringankan pekerjaan ku."
"Sudah selesai,waktunya kita makan," ajak nya merangkul Nesya.
"Makan apa?"
"Makan nasi lah,gak mungkin makan kamu," godanya.
"Aku belum masak,tidak ada sarapan hari ini." Semangat Austin luntur saat mendengar nya.
"Loh,kenapa tidak masak?"
"Apa kamu tidak ingat?kamu tadi malam mengajak ku bergadang,kaki ku tidak bisa berjalan jauh karena rasa nyeri itu," balas Nesya kesal.
"Maaf sayang.malam tadi aku sangat bersemangat,jadi tanpa sadar membuat itu mu lecet," ujarnya.
"Aku jera memberi jatah untuk mu," balas Nesya berlalu pergi.
"Astaghfirullah,sebenarnya apa yang ku perbuat?kenapa hari ini aku di omeli terus?"
__ADS_1
Agar tidak di omeli terus,Austin memilih pergi memancing dengan Roma.rencananya ia akan mendapatkan banyak ikan untuk di bawa pulang,agar Nesya tidak terus-menerus marah padanya.
"Kenapa lama sekali,be?" tanya nya mulai bosan menunggumu.
"Namanya juga mancing,kalau mau cepat beli aja di pasar," balas babe.
"Kenapa babe baru ngomong sekarang?jika aku tahu dari awal,lebih baik kita beli saja dari pada mancing berjam-jam," ujar Austin.
"Itu salahmu,karena tidak menanyakan hal itu pada babe.lagi pula mancing memang seperti ini harus menunggu,bukan baru lempar umpan langsung dapat ikan.dia ada proses nya,apa kamu tidak pernah memancing?"
"Pernah!"
"Lah,terus kenapa ngomel-ngomel aja dari tadi?seperi baru pertamakali mancing ikan," ujar Roma.
"Maksud ku mancing emosi bukan mancing ikan," imbuhnya.
"Astaghfirullah,mantu siapa ini?tolong di bawa pulang,aku tidak sanggup meladeninya," keluh Roma membuat Austin tersenyum lebar.
Tak lama pancingan Roma di tarik ikan dengan segera Roma menarik pancingan nya.
"Austin bantu babe.sepertinya ikan nya sangat besar,hingga tenaga babe kalah melawannya!"
"Biar aku di depan,babe tarik aku di belakang," ujar Austin mengambil alih pancingan itu.
Keduanya terus menarik hingga pancingan terputus.hal itu membuat Roma dan Austin ambruk ke belakang.
"Maaf,be.tidak sengaja."
Austin membantu Roma berdiri,dia juga ikut membersihkan pakaian Roma yang agak kotor karena terjatuh tadi.
"Sayang sekali ikan nya lepas,pasti ikan itu besar sekali hingga kita berdua tidak mampu mengangkat nya." Roma berdecak pinggang sambil memperhatikan keadaan danau itu.
"Babe benar.ayo kita mancing lagi,siapa tahu ikan itu kembali makan umpan kita?" Austin bersemangat.
Mereka kembali memancing.saat keduanya terdiam ada suara cekikikan perempuan membuat dua orang itu saling bertatapan.
"Itu suara hantu atau manusia?" tanya Austin.
"Entahlah,babe juga tidak tahu.mari kita lihat," ajak Roma meletakan pancingan nya.
"Tapi pancingan nya gimana?"
"Udah tinggal saja di situ,tidak ada yang akan mengambil nya."
Austin menuruti keinginan Roma,dengan perlahan keduanya mulai mendekat ke sumber suara.
__ADS_1
"Kalian sedang apa?"
"Aghhhhh!" teriak keduanya karena kaget.
"Kamu siapa?" tanya Austin Masi dengan jantung berdebar kencang.
"Kalian yang siapa?kenapa kalian bisa di sini?jangan bilang kalian ingin mengintip orang mandi," hardik wanita itu.
"Ih,siapa juga yang mau mengintip?punya istriku lebih bagus dari punya wanita manapun.jadi jangan menuduhku sembarangan!" ujar Austin membuat Roma tersenyum saja.
"Ada aja alasan mu,sudah pergi sana!" usir wanita itu.
"Tanpa di minta pun kami akan pergi,lain kali jangan mandi di danau seperti di rumah tidak ada kamar mandi saja," kali ini mulut pedas Roma yang menyahut.
"Dasar laki-laki bermulut wanita!"
"Austin!" teriak seorang wanita lalu menghampiri Austin.
"Kamu siapa?aku tidak kenal pada mu," ujar Austin merasa tak kenal dengan wanita rambut ikal itu.
"Aku Jamila,pengagum mu.nanti jika bercerai dengan Nesya kabari aku ya?"
Dua pria itu kaget mendengar permintaan wanita aneh itu.apa wanita itu tidak malu sudah memiliki fisik yang buruk tapi bukan nya akhlaknya bagus malah makin buruk.
"Idih,aku tidak mengenal mu dan aku juga tidak butuh pengagum seperti mu," balas Austin membuat Jamila kesal.
"Harus mau!" paksa nya mulai mendekati Austin.
"Mau apa kamu?" Austin panik dan tanpa sadar berjalan mundur.
"Sini,sayang aku cium," ujar Jamila memonyongkan bibir.
"Babe tolong aku!" pinta Austin.
Sebelum Roma menghentikan wanita itu. Austin keburu terjatuh karena kakinya termasuk lubang,tubuhnya ambruk dan tanpa sadar dia menarik tangan Jamila dengan maksud untuk bertumpu agar tidak jatuh,tapi malah yang terjadi Jamila ikut jatuh di atas tubuhnya.
"AUSTIN!" teriak Nesya membuat semua mata menoleh kearah Nesya.
"Nesya," gumam Austin dan segera mendorong tubuh Jamila agar menyingkir dari nya.
"Jadi ini mancing yang kamu maksud,mancing anak gadis orang!"
"Bukan begitu,sayang.aku bisa jelaskan semuanya," mohon Austin mendekati Nesya.
"Aku tidak butuh penjelasan mu, penglihatan ku sudah jelas dan tidak perlu penjelasan lagi." Nesya berlari menjauh setelah menghempaskan rantang di tangannya.
__ADS_1
"NESYA!" teriak Austin lalu menyusul Istrinya.
"Peperangan akan segera terjadi.tenang menantuku,mertua mu ini akan membantu mu dengan menjadi saksi."