
"Hiks ... hiks...Aku membencimu ..." tangis seorang wanita dengan mata mulai membengkak karena terlalu lama menangis.
"Mbak,makan dulu.jangan menangis terus semuanya telah berlalu." Nasehat Bobi membawakan sepiring nasi goreng dan segelas wedang jahe.
Ya ... wanita yang tengah menangis itu adalah Nesya,entah apa yang di lakukan oleh dua orang preman itu? yang jelas keadaan nesya sekarang tidak baik-baik saja.
"Sebaiknya Mbak menginap saja di kontrakan ku,besok pagi aku akan mengantar Mbak pulang." Saran Bobi namun Nesya tidak juga bicara padanya,mungkin dia masi syok.
"Aku keluar dulu,kalau Mbak butuh sesuatu panggil saja namaku." Bobi meninggalkan Nesya.mungkin saat ini Nesya memerlukan waktu untuk menenangkan diri.
"Aku menyesal menemui mu Austin,aku sangat membencimu,hiks ... hiks ... Tuhan kenapa semua ini terjadi pada ku?"
"Kasihan Mbak Nesya,aku tidak tahu apa aku datang tepat waktu atau malah terlambat?" Bobi mengingat kejadian di halte tadi.
Flashback
Hari hujan di malam hari membuat sebagian orang kelaparan termasuk Bobi,merasa ingin memakan bakso pengkolan membuat dia menuju kesana.
Namun di tengah perjalan ia tidak sengaja melewati halte di taman kota,dan mendengar suara minta tolong dari seorang wanita yang tak asing di telinganya.
"Perasaan aku denger suara minta tolong," gumam Bobi berhenti di halte itu.bobi berdiam diri tanpa turun dari motornya,ia ingin memastikan pendengaran nya.
"Tolong ... tolong ..." jerit seorang wanita.
"Beneran suara orang,aku harus kesana." Bobi bergegas mencari asal suara itu.
Suara minta tolong itu berasal dari rumah kosong di belakang halte,Bobi sangat hati-hati saat mulai mendekat ke sana.
Plak.
"Diam!" suara bentakan seorang yang sepertinya menampar seseorang.
"Kenapa kamu terus melawan?sudah ku katakan bahwa ini sangat nikmat.apa kamu tak mengerti?!" bentakan lagi dari suara berbeda.
"Ku mohon ... lepaskan aku,hiks ... hiks .." suara wanita yang ketakutan.
"Enak saja,kami baru satu kali mencicipi mu.mana bisa lepaskanmu begitu saja," ujar pria itu lagi.
Bobi tidak tahan dengan pembicara itu lagi,tanpa pikir panjang Bobi mendobrak pintu tua untuk menyelamatkan wanita itu.
Terkejut ... itulah yang Bobi rasakan.ternyata wanita yang di lecehkan itu adalah bos nya sendiri.
"Lepaskan dia breng*sek!" umpat Bobi murka.
"Wah,ada anak kemari sore rupanya.hajar bro," titah preman gondrong.
__ADS_1
Perkelahian tidak dapat terelakan,untung Bobi mempunyai kemampuan bela diri sehingga dapat melumpuhkan dua preman itu dan menyelamatkan Nesya.
"Ayo pergi dari sini,Mbak." Ajak Bobi setelah kepergian preman yang melarikan diri.
Saat ini tampilan Nesya sangat berantakan,kancing baju yang terbuka dan reselting yang rusak.
Tanpa permisi Bobi langsung mengendong Nesya dan membawanya di parkiran.sepanjang Bobi mengendong Nesya,Nesya hanya berdiam diri dan menangis.
Flash off.
Prang!
Suara benda pecah itu berasal dari kamar Nesya,dengan secepat kilat Bobi berlari dia takut terjadi sesuatu dengan majikannya itu.
"Astaghfirullah,Mbak!" pekik Bobi melihat Nesya yang ingin melukai tangannya dengan bening kaca.
"Aku ingin mati saja,Bob.biarkan ... aku mati hiks ... hiks ..." Nesya menangis.
"Mbak bunuh diri itu gak baik,buang kaca itu,oke." Bobi mendekati Nesya dan merampas kaca itu lalu membuangnya.
"Aku di sentuh oleh mereka,Bob.aku tak sanggup untuk hidup lagi," ujar Nesya dengan sedihnya.
"Apa aku terlambat menyelamatkan mu?apa kamu telah di perkosa oleh mereka?."
Dia turut sedih dengan musibah yang dialami oleh majikannya itu,dia yakin mental Nesya terluka dengan kejadian itu.
***
Austin menemani mamanya,dia tidak bergerak sedikit pun dari ranjang pasien.perkataan papa nya benar-benar membuat dia takut.
Hasil visum telah keluar karena di cek melalui alat yang benar-benar canggih,sehingga hasilnya bisa di lihat dengan cepat.
"*Jantung pasien sangat rentan.disarankan Tidak membuat dia takut atau terkejut,karena itu dapat membahayakan keselamatan pasien."
"Apa ini tidak bisa di obati?"
"Bisa,hanya saja memerlukan waktu yang cukup lama.selain masalah jantung pasien juga mengalami gejala struk.jadi untuk kesembuhannya, pasien benar-benar memerlukan waktu yang lama.kami harap dari pihak keluarga memberikan perhatian lebih untuk mendukung kesembuhan nya*."
Perkataan dokter terlintas di pikiran Austin.meski dia tidak suka dengan perlakuan sang mama,namun dia tetap menyayangi nya.bagaimana pun wanita yang tengah berbaring ini adalah wanita yang telah melahirkan nya?
"Kamu tidak tidur?" tanya Tina yang baru membuka mata.
"Enggak,ma." Tina menyentuh pipi putranya itu.
"Tidurlah,mata mu bengkak karena kurang tidur.jangan sampai sakit,cukup mama aja yang merasakan sakit." Austin tersentuh dengan perhatian sang mama.
__ADS_1
Sebenarnya tadi malam bimo menawarkan diri untuk bergantian menjaga Tina,namun Austin menolaknya.mungkin ia tidak mau papa nya ikut sakit karena bergadang.
"Mama udah bangun," ujar Bimo tiba-tiba.
"Ia,pa.papa gak pegal tidur di sofa?" tanya Tina sedih.
"Enggak kok,ma." Dusta Bimo.
"Aku telah menyuruh suster untuk menyiapkan satu ranjang lagi,untuk tempat istirahat.mungkin nanti malam papa gak tidur di sofa lagi," sahut Austin agar Tina tidak memikirkan hal itu.
"Kamu memang anak yang berbakti," puji Tina.
Tak lama suster datang membawa sarapan untuk Tina,Austin dengan telaten menyuapi Tina sedangkan Bimo sibuk membersihkan diri.
"Kamu saja yang makan buburnya Austin,mama udah kenyang." Tina menutup mulutnya menolak suapan makanan Austin.
"Satu suapan lagi,ma." Bujuk Austin.
"Enggak,kalau di paksa mama bisa muntah." Tolak Tina.
"Baiklah,mama minum dulu." Austin menyodorkan air putih dan langsung di minum oleh Austin.
"Austin mandilah.biar papa yang jaga mama,mu." Titah Bimo yang kini terlihat rapi dan segar.
"Setelah mandi,kamu sarapan disini saja soalnya papa udah pesan makanan.jadi kamu tidak usah sarapan di luar," ujar Bimo.
"Yah,gagal dong sarapan di rumah nesya.kalau begini aku tidak bisa bertemu Nesya hari ini."
"Mama,kenapa semua ini terjadi?papa sedih melihat mama sakit begini," ujar Bimo menangis sambil mencium tangan Tina.
"Apa si tua ini mengira aku beneran sakit?apa dia tidak sadar bahwa aku sedang bersandiwara?ternyata permainan yang ku buat seseru ini."
"Papa gak akan tinggalin mama,kan?" tanya Tina.
"Tidak akan.hanya mama yang papa cintai," ujarnya.
"Jika besok mama mati,apa papa juga mau menemani mama?" tanya Tina membuat Bimo terdiam sesaat.
"Maksud mama?" tanya nya balik.
"Papa ikut mati nemenin mama." Tina menahan senyum.
"Jangan berbicara tentang kematian,Ma.harta kita masi banyak di dunia.sangat rugi jika kita mati dan belum puas menikmatinya," ujar Bimo.
"Semoga saja mama Masi di beri kesempatan untuk hidup." Doa tina dan diaminkan oleh Bimo.
__ADS_1