Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 38


__ADS_3

Satu bulan di Amerika membuat Austin begitu merindukan Nesya,sudah berkali-kali Austin mencoba menghubungi Nesya.namun nomor ponselnya selalu tak aktif.


Sebulan yang lalu ia terpaksa keluar negeri untuk mendampingi sang mama melakukan pengobatan,tanpa sadar kini dia kembali menjadi Austin yang dulu,yang selalu menurut tanpa membatah perintah orang tuanya.


"Austin," panggil seorang wanita.


"Boneka India,ngapain kamu disini?" tanya Austin merasa aneh Siska tiba-tiba datang ke Amerika.


"Aku lagi liburan dengan keluarga ku sekalian jenguk Tante Tina," ujarnya.


"Oh," balas Austin dingin.


"Kamu yang sabar.aku yakin mama mu wanita kuat,dia pasti bisa sehat seperti dulu lagi." Siska memberi semangat pada austin.


"Oh ya ... setelah Tante di bawa kemari,apa ada kemajuan?" tanya Siska agar Austin berbicara padanya.


"Jantungnya mulai stabil,tinggal mengatasi gejala struk.semoga saja mama cepat pulih,agar aku cepat pulang." Doa Austin.


"Kamu pasti merindukan negara kelahiran mu," ucap Siska.


"Bukan hanya itu,aku sangat merindukan kekasih ku." Austin mulai ingin cerita masalah hati.saat ini dia benar-benar memerlukan seseorang untuk mendengar curhatan hatinya.


"Kenapa kamu tidak menelponnya?" saran Siska.


"Nomornya tidak aktif,aku terus menghubungi nya setiap hari.namun nomor itu selalu tak aktif." Keluh Austin.


"Nomor wanita itu tidak aktif .itu karena takut klien meminta ganti rugi padanya.semoga saja ada klien yang melaporkan ke polisi,agar wanita itu di penjara.jika dia di penjara aku tidak punya saingan lagi dan mungkin sebentar lagi impian ku akan terwujud.


***


Sebulan terakhir sejak kejadian yang mengenaskan itu,kini kehidupan Nesya benar-benar diuji.Belum sembuh mentalnya karena pelecehan itu,kini timbul lagi masalah baru yang menimpa bisnisnya.


Semua klien komplen padanya karena merasa sakit perut setelah memakan nasi catering miliknya,ada juga yang menemukan kecoa.alhasil banyak klien yang meminta ganti rugi,bahkan mengancam akan membawa kasus ini ke kantor polisi.


"Hancur semua usaha ku," gumam Nesya yang telah terduduk lemas dan menutup wajahnya dengan kedua tangan.


"Bagaimana bisa semua ini terjadi,Bob?" tanya Nesya sedih.


"Saya juga tidak tahu,mbak.apa mungkin ada seseorang yang sengaja melakukan semua ini? maksudku ada orang yang tengah memfitnah mbak," jelas Bobi.

__ADS_1


"Perasaan aku tidak pernah punya musuh,lalu siapa yang tega memfitnah ku?" bantah Nesya.


"Ya ... jelas adalah Mbak,namanya juga dunia persaingan.siapa tahu ada yang iri,dengki dengan mbak,makanya dia sengaja menghancurkan usaha Mbak dengan cara memfitnah seperti ini." Nesya sedikit mengerti maksud ucapan Bobi.


"Jika itu benar,siapa pelaku nya?" tanya Nesya mulai mencari dalang dari semuanya.


"Mungkin pekerja Mbak yang bantu Mbak masak,atau mungkin yang bantu Mbak mengemas makanan.aku yakin yang melakukan ini pekerja Mbak buka orang lain," tutur Bobi lagi.


"Tapi apa untungnya dia melakukan semua ini,Bob?" tanya Nesya tak percaya dengan tuduhan Bobi.


"Tujuan mereka agar mendapat uang yang lebih besar,mbak.mereka itu sengaja di bayar oleh seseorang untuk menghancurkan bisnis,mbak." Bobi mencoba menjelaskan apa yang terjadi menurut analisis nya.


"Aku masi gak percaya," bantah Nesya membuat Bobi menghela nafas,sangat susah memberi tahu hal jahat pada orang baik.


"Coba deh,Mbak pikir.makanan kita tiba-tiba bisa tercampur dengan obat mencret.itu jika juru masak tak ikut campur,maka semua itu tidak bisa terjadi." ucapan Bobi benar adanya.


"Sejak muncul pekerja baru,masalah beruntun terus terjadi.masakan jadi asin lah,hambar dan sekarang ada kecoa dan obat mencret.mereka itu pantas untuk kita curigai?" tegas Bobi dia juga ikut sedih dengan apa yang menimpa majikan nya.


"Jikapun perkataan mu benar semuanya telah terlambat,klien sudah telanjur marah pada ku.rumah ini sudah ku gadaikan ke bank untuk membayar ganti rugi pada klien,sekarang aku benar-benar bangkrut." Nesya pasrah dengan semuanya.


"Ini gaji terakhir mu.Mbak gak bisa lagi memperkejakan mu usaha Mbak sudah berakhir,terimakasih telah bekerja dengan baik." Nesya menyerahkan amplop kepada Bobi.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu membuat keduanya beranjak ke depan,untuk melihat siapa yang bertamu.


"Selamat siang," sapa seorang pria.


"Selamat siang juga,Pak.maaf sebelumnya,apa bapak mencari seseorang?" tanya Nesya sedikit gugup.


"Kami sedang mencari saudari Nena Nesya." Nesya benar-benar gugup saat ini.


"Dengan saya sendiri," ujar Nesya.


"Mari ikut kami kekantor,buk.kami ingin meminta penjelasan dari ibu," ucap polisi itu sopan.


"Ini hanya salah paham,pak.dia tidak salah dia hanya di fitnah," Cegah Bobi angkat suara.


"Semuanya bisa di jelaskan di kantor," ujar polisi itu membawa Nesya untuk masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Apa ini akhir dari semuanya?apa aku memang ditakdirkan masuk penjara meskipun tidak berbuat jahat pada orang lain,"


Sampai di kantor Nesya di interogasi,wanita itu tidak punya sanak saudara di kota itu,sehingga mengharuskan diri sendiri untuk menghadapi masalahnya sendiri.


"Saya sudah berkata jujur,pak.saya tidak melakukan itu," ujar Nesya untuk sekian kalinya.


"Jika kamu tidak melakukan itu,tidak mungkin klien mu sakit perut dan jualan mu ada kecoa nya,pasti kamu mengunakan bahan-bahan yang tak bagus sehingga klien mu merasakan gejala itu," jelas polisi itu.


"Saya selalu mengunakan bahan-bahan yang layak dikomsumsi,pak.mana mungkin saya tega menjual bahan yang telah kadaluarsa untuk di konsumsi oleh masyarakat," bantah Nesya.


"Bukti pelapor sangat kuat, pelapor menuntut mu agar di penjara selama lima tahun karena kamu anaknya koma," jelas polisi itu lagi.


"Ini semua tidak masuk akal,pak.hanya memakan nasi dia sampai koma,benar-benar sulit untuk di percaya." Nesya tak menerima tuduhan itu.


"Anaknya keracunan setelah memakan nasi catering milikmu,dokter menjelaskan bahwa dia memakan daging ayam tiren.keadaannya sangat lemah dan jatuh koma," jelas polisi.


"Semua itu fitnah,saya tidak menjual daging ayam tiren.saya memastikan bahwa ayam yang saya jual itu halal dan tidak merugikan siapapun!" tegas Nesya tidak terima dengan tuduhan itu.


"Bukti sangat kuat,anda kami tahan karena terjerat melanggar undang-undang konsumen dan undang-undang pangan." polwan membawa Nesya untuk berganti pakaian dan memasukan dia kedalam sel tahanan.


Kini Nesya pasrah dengan keadaan,ingin melawan juga rasanya percuma ia tidak memiliki bukti sama sekali.


Saat baru masuk kedalam sel,Nesya melihat dua wanita bringas tengah memandang nya.dengan rasa takut Nesya memberanikan diri untuk duduk di pojokan yang berjarak dengan mereka.


"Sombong sekali," sindir wanita bertato itu.


"Hey,napi baru ya?" tanya nya nyolot.


"Ia,kak." Nesya menjawab dan memberikan senyuman tipis.


"Kamu orang baru,jadi harus ikut dan patuhi aturan dari orang lama,paham!" pekiknya.


"Ia saya paham,kak." Nesya mengiyakan saja.


"Kamu kemari pijatkan kaki ku," titahnya namun Nesya terdiam di tempat.


"Apa kamu tuli?" tanya nya marah.


"Saya akan pijatkan," ujar Nesya mendekat kearah wanita itu meskipun takut.

__ADS_1


__ADS_2