Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 46


__ADS_3

"Assalamualaikum,Nesya." Panggil seseorang sambil mengetuk pintu.


"Kemana Nesya,apa dia keluar?tapi jendela nya terbuka." Gumam pria itu mengintip kaca jendela.


"Nesya,aku kembali!" kali ini dengan sedikit keras hingga terdengar langkah kaki mendekati pintu.


Cklek.


Pintu terbuka tapi bukan Nesya yang membukanya melainkan emak-emak berdaster.


"Ibu siapa?" tanya Austin terkejut.


"Kamu yang siapa?pagi-pagi sudah menganggu orang saja!" omelnya marah.


"Saya temannya Nesya,ibu siapanya Nesya?" tanya Austin.


"Oh,kamu teman penjual abal-abal itu.dia tidak tinggal disini lagi,pergi sana!" usir nya ingin menutup pintu.


"Tunggu dulu,buk." Austin menahan pintu itu dengan kakinya.


"Ada apa lagi?!" bentaknya marah.


"Saya ingin tahu keberadaan Nesya," ujar Austin.


"Wanita itu telah di penjara," ucap ibu itu lalu menendang Austin untuk menutup pintu.


"Di penjara,rasanya tidak mungkin jika Nesya di penjara." pikir Austin.


"Aku harus temui Bobi untuk mengetahui semuanya." Austin meninggalkan rumah itu untuk ke kosan Bobi.


Tok tok tok.


Austin mengetuk pintu itu,dalam hati dia berdoa semoga Bobi masi tinggal disini.jika ia pindah maka dia semakin pusing mencari tahu soal Nesya.


"Assalamualaikum," ujar Austin mengetuk pintu.


"Waalaikumussalam," balas Bobi setelah membuka pintu.


"Alhamdulillah kamu masi tinggal disini." Austin bersyukur Bobi yang membuka pintu bukan orang lain.


"Abang Austin.kemana aja bang? mentang-mentang jarang hilang,sekali hilang bagai tertelan bumi," oceh Bobi.


"Nanti aku jelasin.apa kamu tidak menawariku masuk?" Bobi membuka pintu lebar-lebar pertanda dia meminta Austin masuk.


Setelah duduk didalam,mereka berdua berbicara tentang banyak hal.topik pembicaraan mereka meluas hingga Bobi menceritakan kejadian Nesya yang di lecehkan.

__ADS_1


"Kurang ajar!" marah Austin mendengar cerita Bobi.


"Preman itu kabur,bang.aku tidak bisa menangkapnya,kasihan sekali Mbak Nesya waktu itu dia sangat trauma." Lanjut Bobi semakin membuat Austin emosi.


"Beraninya mereka menyentuh Nesya,tidak akan ku biarkan mereka lolos." Geram Austin.


"Sabar,bang.sebenarnya aku bingung,kenapa Mbak Nesya berani ke halte itu? meskipun halte itu dekat dengan taman kota,tapi waktu itu dia menunggu disana saat hujan mana malam hari.entah apa yang Mbak Nesya ingin lakukan disana?" Bobi masi bingung dengan kejadian pelecehan itu.


"Kamu bilang Taman kota,jangan bilang ini terjadi karena janji ... " Austin tidak melanjutkan ucapannya karena yakin itu semua salahnya.


"Astaghfirullah,maafkan aku nesya.aku bodo*h meninggalkan mu disana,karena aku kamu di lecehkan.semoga kamu mau memaafkan ku."


Bobi cerita banyak hal pada Austin,dia memberitahu semua yang terjadi pada Nesya.austin semakin merasa bersalah,setelah mendengar bahwa Nesya di penjara selama lima tahun


"Kasihan sekali Nesya,aku harus kesana untuk menemui nya." Austin ingin segera bertemu dengan Nesya.


"Baiklah,bang.sampaikan salam ku untuk Mbak Nesya," pinta Bobi.


"Oke.terimakasih telah menceritakan semuanya," ujar Austin lalu bergegas pergi dari sana.


***


"Hari ini kita jalankan rencana yang kita susun semalam,ingat ... kamu mengeledah,aku yang mengalihkan mereka." Marwah mengingatkan bawahannya.


"Aku mengerti,kapan aku bergerak?" tanya wanita itu.


"Siap,bos."


Tidak terasa waktu yang di nantikan dua orang itu telah tiba.marwah terus mengawasi pergerakan Nesya agar mengetahui Nesya tidak kembali kes sel.


"Barang sudah ketemu,sekarang giliran anda yang menghapus jejak." pesan singkat itu baru saja masuk.


Dengan senyum lebar Marwah mendekati Nesya yang sedang mencuci piring.


"Nesya," panggil nya membuat Nesya memandang nya.


"Ia.ada apa,buk?" tanya Nesya sambil menyusun piring.


"Apa kamu tidak penasaran Dengan keadaan Risma?" Marwah sengaja memancing Nesya.


"Memangnya sudah ada kabar dari pihak rumah sakit?" tanya balik Nesya.


"Sudah.katanya Risma mulai pulih," dusta nya.


"Alhamdulillah.aku lega mendengarnya," balas Nesya senang.

__ADS_1


"Apa kamu tidak mau melihatnya?aku kemarin kesana dan dia bilang jika aku kesana lagi maka harus membawamu juga.rencananya sebentar lagi aku kesana,apa kamu mau ikut?" tawarnya penuh muslihat.


"Tentu saja aku mau.tapi apa boleh aku keluar?" tanya Nesya sedih.


"Boleh,tapi cuma sejam." dusta nya.


"Benarkah?jika begitu aku ikut dengan mu." Nesya sama sekali tidak curiga dengan Marwah.


"Aku akan menunggumu di parkiran, jika kamu sudah selesai mencuci piring Segera susul aku." Nesya mempercepat pekerjaan itu agar segera menyusul Marwah.


"Buru-buru banget,emangnya kamu mau kemana?" tanya vina yang baru meletakan piring kotor.


"Aku diajak pergi sama buk marwah," ucap Nesya sambil terus mencuci piring.


"Emangnya kalian mau pergi kemana?" tanya Vina sambil mencuci tangan.


"Mau menjenguk Mbak risma.kata buk marwah mbak Risma sudah pulih," ujar Nesya tersenyum.


"Syukurlah,aku titip salam untuk nya.bilang padanya untuk rajin minum obat agar cepat sembuh." Vina juga ikut senang mendengar kabar itu.


"Nanti akan ku sampaikan," balas Nesya.


"Nesya,semalam Abang ku datang.aku telah memberikan benda itu padanya dan tadi malam dia bilang,bahwa benda itu sudah sampai ke penerima." Bisik Vina.


"Terimakasih banyak,kak.kakak sangat baik," puji Nesya.


"Iya sama-sama.selamat sebentar lagi kamu akan keluar dari sini,jangan lupakan kami." Vina memeluk Nesya mungkin itu adalah pelukan perpisahan.


"Mana bisa aku melupakan kalian," balas Nesya.


"Pergilah,biar aku saja melanjutkan mencuci piring nya." Vina mengeset tubuh Nesya agar ia dapat menggantikan mencuci piring.


"Emang gak apa-apa,kak.aku takut merepotkan kakak," ucap Nesya segan.


"Jangan pikirkan pekerjaan ini,pergilah segera.aku takut si gendut itu berubah menjadi Mak lampir dan tidak jadi membawa mu pergi tapi malah menyiksamu," jelasnya membuat Nesya membuka celemek.


"Hehe,kakak bisa aja.aku pergi dulu kak, terimakasih karena membantu ku lagi." Nesya Segera pergi setelah mendapat anggukan dari Vina.


"Ya Allah ... terimakasih kamu telah mempermudah rencana hamba.mbak Risma sudah mulai pulih,sedangkan flashdisk itu telah ada ditangan pengacara.aku yakin sebentar lagi mbak Risma bebas dan tidak disakiti lagi oleh buk marwah."


"Kenapa lama sekali?hampir saja aku berjamur karena lama menunggumu!" ucapnya ketus.


"Tadi banyak cucian piring,buk.makanya lama,maaf membuat buk marwah menunggu." Marwah hanya diam.


"Ayo masuk,Risma telah menunggu kedatangan mu." Ajak nya masuk kedalam mobil dan disusul oleh Nesya.

__ADS_1


"Dia menunggu kedatangan mu di alam baka,siapa suruh mencampuri urusan ku?jangan salahkan aku jika membunuhmu."


"Bukannya Mbak Risma itu di beri racun,tapi kenapa bisa pulih secepat ini?apa buk marwah telah memberikan penawarnya,semoga saja tebakan ku benar."


__ADS_2