
Berita Austin yang membayar hutang kini menjadi topik pembicaraan warga kampung.semua warga menduga bahwa Austin itu orang berada,sehingga merasa iri dengan babe Roma yang akan memiliki menantu kaya.
"Wah,kebetulan ada babe Roma," celetuk Madun.
"Sini pak Roma kita ngobrol dulu," ajak Jamal.
Roma segera mendekati mereka dan duduk di pos kamling itu.
"Pak Roma sebentar lagi kaya,nih." Roma terbengong sesaat karena tak mengerti ucapan mereka.
"Kaya dari mana,sawah ku saja belum bisa Penen karena ke banjiran akibat sering hujan," sanggah Roma membuka pancinya lalu mengibaskan di wajahnya mungkin ia kepanasan.
"Soal sawah pak Roma gak usah pikirin lagi,kan sebentar lagi pak Roma gak perlu kerja.bener,gak," sahut Jamal.
"Ia bener tu pak.udah punya menantu kaya buat apa Masi kerja,lebih baik duduk di rumah makan enak," timpal Madun.
"Menantu kaya darimana.anak ku belum setuju menikah dengan juragan,bagaimana bisa kalian mengatakan aku punya menantu kaya,ck."
"Bukan juragan tapi menantu pak Roma yang dari kota itu," ralat Madun.
"Dia mah gak kaya,cuman tampang nya aja yang sok kaya!" kesal Roma.
"Emang pak Roma belum dengar berita?" tanya Jamal.
"Berita apa?" tanya Roma.
"Calon menantu pak Roma membayar hutang si fajar.warga kampung langsung salut dengan calon mantu pak Roma.kalau pak Roma gak mau punya menantu seperti dia kasih saja ke saya,Jamila pasti mau punya suami seperti dia," jelas Jamal.
"Dia orang kaya,wah gak bisa ku biarkan dia lepas dari tangan ku."
"Enak aja,dia itu sudah mencalonkan diri sebagai menantu saya.siapapun tidak boleh mengambilnya.walaupun nanti saya tidak mau, akan saya pulangkan ke kota dan tidak saya berikan pada siapa pun!" sanggah Roma cepat.
Roma langsung meninggalkan pos itu,dia berjalan sangat cepat.dua teman nya hanya mampu menatap kepergian nya.
"Dasar orang tua aneh.tadi dia bilang pria kota itu sok kaya,sekarang setelah mengetahui kebenaran nya langsung berubah pikiran," sungut Madun.
"Maklumi aja dia kan mata duitan.dia itu beruntung punya anak gadis secantik Nesya,jika dia tidak punya.pasti orang kaya tidak mau mendekati nya," ujar Jamal.
"Bener tu.jika sampai Nesya berhasil menikah dengan pria kota itu,pasti dia akan pamer harta ke kita," tebak Madun.
"Ia.dia itu sangat sombong."
Merasa lambat sampai di rumah.roma memutuskan untuk berlari,agar cepat tiba di kediamannya dan lalu menemui Nesya.
Tok tok tok.
"Nduk,buka pintu nya!" pinta Roma sambil mengetuk pintu kamar Nesya.
"Ada apa,be?" tanya Nesya setelah membuka pintu.
"Panggil mantu babe,suruh dia kemari." Nesya menatap bingung ke arah babe nya.
__ADS_1
"Aku belum menikah,mungkin Babe sedang mengigau.lebih baik babe tidur lagi,karena saat ini babe belum punya menantu," ujar Nesya.
"Ck,anak ini tidak mengerti," decak Roma.
"Sudahlah,be.ini sudah malam aku ingin beristirahat," usir Nesya menjauhkan babe nya agar ia dapat menutup pintu.
"Nesya maksud babe itu si pria kota itu.suruh dia kemari babe ingin bicara padanya," Nesya mengorek telinganya berulangkali untuk memastikan ucapan babe.
"Babe menyuruh Austin kemari.emangnya babe mau ngomong apa?jangan bilang babe ingin mengancamnya!" tuding Nesya dengan tatapan tajam.
"Kenapa kamu berpikir buruk kepada babe?niat Babe itu baik.babe ingin membicarakan soal pernikahan kalian," ujar Roma membuat mata Nesya berbinar.
"Beneran,be.babe merestui hubungan kami."
"Ia Babe merestui pernikahan kalian." Nesya langsung memeluk Roma.
"Terimakasih,be."
Nesya segera menghubungi Austin dengan ponsel roma.untung Nesya hafal nomor ponsel Austin,sehingga ia dapat menghubungi nya.
"Enak nih,ngerjain austin.buat dia panik,ah."
"Assalamualaikum," sapa Nesya dengan suara sedih.
"Waalaikum salam,apa ini Nesya?"
"Ia ini aku," ujar Nesya dengan suara tak bersemangat.
"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,ini untuk terkahir kalinya," Nesya sengaja bersuara seperti orang menahan tangis.
" Maksud mu apa?" Terdengar suara Austin sedang panik.
"Aku ingin bunuh diri austin.babe mau menikahkan aku dengan juragan dan ia menolak lamaran mu,huhuhu."
"Jangan bercanda Nesya,jangan melakukan hal bodoh!" pekik Austin marah.
"Aku tidak mau menjadi istri juragan,lebih baik aku mati,hiks ... hiks" Austin semakin panik sedangkan Nesya menahan tawa.
"Nesya kamu diam di situ,aku akan segera kesana." Memutuskan panggilan.
"Hahaha berhasil ngerjain dia," tawa Nesya.
Nesya ke dapur untuk membuatkan teh untuk Babe nya,setelah jadi dia langsung pergi keruang tamu untuk duduk menunggu kedatangan Austin.
"Sudah kamu telpon,si Austin?" tanya babe sambil meminum teh yang di berikan oleh Nesya.
"Sudah,be.mung-"
Brak.
Ucapan Nesya terpotong dengan suara pintu yang terbuka kencang karena di dobrak seseorang.roma hanya terbengong ketika melihat Austin yang berkeringat dan membawa koper di tangan nya.
__ADS_1
"Babe jangan biarkan Nesya meminum teh itu,teh itu ada racun nya." Babe langsung melempar teh itu ke lantai.
"Darimana kamu tahu teh itu ada racun?" tanya Roma.
"Nesya sendiri yang memasukan racun,be.dia tadi bilang dia ingin bunuh diri!" Nesya menepuk jidatnya melihat tindakan Austin.
"Bener,nduk.kamu ingin bunuh diri."
"Tidak,be.tadi aku hanya bercanda dengan nya,hehe." Austin langsung menatap tajam Nesya.
"Beraninya kamu menipu ku Nesya!" sungut Austin yang mendaratkan bokong di samping Nesya.
"Hahahah," tawa Nesya menatap Austin.
"Bisanya kamu bilang ingin bunuh diri dan akan menikah dengan juragan.lihat karena lelocon mu aku langsung panik,hingga mengunakan sandal lain sebelah karena buru-buru kemari," omel Austin.
"Hahaha,kasihan panik ya," ledek Nesya karena gemas dengan Austin.
"Paniklah.babe ini hadiah untuk babe." Austin menyodorkan koper yang sejak tadi dia pegang.
"Apa,ini?" tanya babe.
"Buka saja,nanti babe akan tahu sendiri."
Roma membuka koper itu secara perlahan,Roma melotot karena tidak menyangka isi koper itu adalah uang merah yang dapat memanjakan matanya.
"Ini baru hadiah sesungguhnya," ujarnya mencium uang itu.
"Apakah itu uang asli?" tanya Nesya menelan ludah dengan susah payah.
"Asli lah,gak mungkin mental ku kuat memberikan babe uang palsu."
"Babe kembalikan uang itu!" tegas Nesya mencoba mengambil koper itu.namun Roma segera menghindar.
"Enak aja,dia sudah ngasi gak mungkin di kebalikan lagi!" sungutnya kesal lalu menutup koper itu dan menaruhnya jauh dari jangkauan Nesya.
"Babe itu gak sopan,cepat kembalikan!" jerit Nesya kali ini dengan melotot.
"Biar aja Nesya,aku sengaja membawa uang itu kemari untuk hadiah babe."
"Tuh denger.oh ya lusa kalian akan menikah," ujarnya membuat Nesya dan Austin terkejut.
"Secepat itu," balas Nesya.
"Lebih cepat lebih bagus.sebelum emak-emak membujuk rayu Austin agar mau menikah dengan anak mereka,lebih baik kita bergerak cepat untuk mendapatkan pria mapan ini," jelas Roma.
"Astaghfirullah babe.malu atuh orang nya Masi ada di sini," sahut Nesya.
"Udah gak apa apa," balas austin tersenyum hangat.
"Dengan uang semua akan berjalan sesuai rencana.untuk kedepannya aku harus banyak uang agar babe terus mendukungku."
__ADS_1