Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 70


__ADS_3

"Astaghfirullah,apa yang kamu bawa?" tanya Nesya kaget,melihat Austin menenteng banyak belanjaan di tambah karung yang dia pikul.


"Ah,akhirnya sampai.berat juga,sampai tangan ku pegal membawanya," imbuh Austin meregangkan tangan setelah menaruh barang yang ia beli di atas meja.


"Aku hanya meminta mu membeli beberapa barang,lalu kenapa kamu malah memborong? wes angel Iki urusan ne," imbuh Nesya menggeleng kepala dan berdecak pinggang.


"Malu beli sedikit."


"Ha?" kaget Nesya dengan alasan austin.


"Ia,aku malu.masa kamu suruh aku pergi ke warung hanya membeli sesuatu yang tidak mencapai seratus ribu.malulah aku,jauh-jauh belanja hanya untuk barang sepirit," jelasnya membuat Nesya ingin menjitak kepala Austin.


"Bisa-bisa nya kamu berpikir seperti itu.sekarang mana roti tawar ku?" tanya Nesya membuat Austin segera mencari barang itu di dalam plastik.


"Nih," ujarnya menyodorkan roti tawar.


"Kenapa yang ini,Bambang?ya tuhan suamiku Masi polos," keluh Nesya yang tidak sanggup menjelaskan pada Austin.


"Terus yang mana?memangnya di dunia ini ada berapa jenis roti tawar.ah,aku tahu,apa kamu mau roti tawar yang di panggang?itu gampang sini biar aku yang panggang,kan," ujar Austin merebut roti tawar di tangan Nesya dan lalu mendekati kompor.


"Bukan itu,Austin.aku meminta roti tawar yang satu nya," jelas Nesya mencegah austin yang mau memasak.


"Terus yang mana?apa kamu ngidam?kenapa permintaan mu aneh sekali?"


"Ini bukan ngidam Austin,ini kebutuhan bulanan ku.aku sedang menstruasi dan aku meminta mu membeli roti tawar.roti tawar yang aku maksud itu adalah pembalut," jelas Nesya panjang kali lebar.


"Kalau menstruasi aku paham,tapi pembalut itu apa?"


Emosi mengalir cepat hingga naik ke atas kepala Nesya,untuk kedamaian sejuta umat dia ingin mengusir Austin saat itu juga.


"Pergi saja kamu!" ketusnya membuat Austin bingung.


"Apa salah ku?bukan kah aku sudah belanja ke warung."


"Kamu itu benar-benar membuat aku kesal,pergi dari sini!jika urusan bercinta kamu no satu.giliran beli penangkal sarang kamu gak bisa,sana pergi!aku geram melihatmu!"


Austin segera berlari menjauh karena Nesya sudah memegang panci.karena takut terkena pukulan panci hitam,Austin memilih melarikan diri.


"Be,babe!" panggil Austin mencari di setiap sudut rumah.

__ADS_1


"Ada apa?" sahut Roma yang memotong rumput di halaman.


"Itu ... Nesya kesurupan,be.cepat rukyah,be," panik Austin membuat Roma segera berlari ke dalam.


Roma dan austin berlari ke arah dapur,setelah melihat Nesya yang sedang duduk.roma segera memanfaatkan momen itu memegang kepala Nesya dan langsung membacakan ayat kursi.


"Pergi kamu dari tubuh anak ku,atau aku akan membuat mu menjadi kolak."


"Apa yang babe lakukan?aku tidak kerasukan.lepaskan tangan babe,kepala ku sakit!" kesal Nesya lalu menatap tajam Austin.


"Dia bohong,be.lihat matanya menatap ku seperti itu,kita benar-benar harus membawa nya ke orang pintar," usul Austin.


"Kamu benar.pasti dia di ganggu dengan penghuni danau kemarin,lihat wajahnya lain.sepertinya yang masuk ke dalam tubuhnya adalah nenek peyot."


"Kalian ... pergi dari sini!" pekik Nesya yang sudah emosi.


"Astaghfirullah,dia mengamuk,be." Austin telah bersembunyi di balik tiang.


"Sudah ku katakan aku tidak kerasukan,kenapa kalian sangat susah di beri tahu?" geram Nesya pada dua pria itu.


"Lalu Kenapa kamu marah-marah?" tanya Roma.


"Aku marah karena ke bod*Ohan nya.aku sangat geram padanya,rasanya aku ingin membanting dan mencekik lehernya agar pita suaranya tergeser dan tidak mengoceh sembarangan lagi!" geram Nesya.


"Sudah ayo kita pergi,jangan membuat drama lagi." Roma menyeret austin dari sana.


"Hampir saja jantung babe copot,mendengar Nesya kesurupan," ujarnya setelah berada di ruang tamu.


"Aku memang mengira dia kesurupan,be.jarang Nesya marah-marah begini,ini semua karna roti tawar itu," kesal Austin.


"Kenapa pula kamu menyalahkan roti tawar?"


"Tadi dia meminta ku membeli roti tawar,setelah aku beli dia bilang bukan roti tawar yang ini,lalu aku bingung roti tawar yang mana yang ia maksud?"


"Apa dia sedang menstruasi?"


"Ah,ia.pantas saja dia emosi begini," ujar Austin.


"Berarti kamu memang bod*oh.dia minta pembalut tapi kamu membelikan roti tawar yang bisa di makan,siapa coba yang tidak jengkel?" Roma tertawa ringan setelah memahami semuanya.

__ADS_1


"Ih,kok babe ikut ngomel-ngomel,sih.mana ketawa lagi,bukan nya bantu cari solusi," sungut austin kesal.


"Haha ... habis nya kamu lucu.sana pergi beli pembalut,ingat merek daun sirih yang ada sayapnya,terus ukuran nya besar.jangan salah beli lagi atau anak ku akan menelan mu hidup-hidup," ucap babe panjang lebar.


"Apa beli nya di warung?" tanya Austin,entah sadar atau tidak hari ini dia banyak melakukan hal bodoh.


"Tidak.belinya di planet mars," celetuk roma sangat kesal dengan austin.


"Ye ... gitu aja marah," gerutu Austin lalu pergi lagi ke warung.


Dengan kesal Austin memborong benda yang membuat dia kena omel oleh Nesya itu,tidak tanggung-tanggung dia memborong nya hingga kresek besar itu terisi penuh oleh pembalut.


"Nih,pembalutnya," ujar Austin yang baru tiba dengan keringat di pelipis nya.


Babe dan Nesya yang baru ingin memakan cengkodok ternganga lebar,melihat kresek besar itu penuh dengan pembalut.


"Kenapa kamu membeli sebanyak ini?ini bisa aku pakai hingga beberapa bulan." Mata Nesya terbelalak melihat isi di dalamnya benar-benar pembalut semua.


"Biar saja.aku sengaja membelinya banyak,agar kamu tidak menyuruh ku membeli itu lagi.dan yang terpenting aku tidak di marahi lagi oleh mu," ujarnya langsung mencomot gelas Nesya dan meminumnya hingga tandas.


"Pasti suami mu kena tertawai orang yang melihatnya.mental nya kuat membeli pembalut dan memikul nya sepanjang jalan,mana kresek nya transparan lagi," sahut Roma.


"Dia seperti orang jajah kerupuk,berkeliling memikul kerupuk,kalau dia berkeliling memikul pembalut.untung tidak ada orang iseng yang sengaja memanggilnya untuk membeli pembalut itu."


"Ada tadi,ibu Aini yang memanggil ku.dia bilang 'kamu jual itu sekarang,ibu mau satu,deh' terus aku bilang ini tidak di jual tapi untuk istriku tercinta,nah,terus malah dia yang salting hingga kelabakan sendiri," celoteh austin membuat dua orang itu tertawa.


"Aduh,suami ku so sweet banget.jadi malu aku dengan buk Aini," ujar Ani mendekati suaminya.


"Nah,gitu dong.jangan marah-marah terus,muah.kan,jadi khilaf," ujar nya sengaja mencium kening Ani dan melirik sekilas pada Roma.


"Ah,kalian sengaja pamer kemesraan.babe,pergi saja.ingin mencari janda bohay," ujarnya membuat Nesya dan austin tertawa bersama.


"Nanti sore kita jalan-jalan,kita makan bakso beranak," ajak Austin pada Nesya yang masi asik memeluknya.


"Ayo,aku udah lama gak makan bakso," balas Nesya dengan antusias.


"Bohong,perasaan kamu sering makan bakso."


"Kapan aku makan bakso?"

__ADS_1


"Ada,bakso yang lezat yang ukuran nya kecil terus nempel lagi.mana ada tanduk nya," ujar austin tertawa renyah.


"Ah,itu bukan bakso tapi telur pusaka mu.dasar mesum!" Nesya mencubit pelan pinggang Austin.


__ADS_2