Bujang Tenar

Bujang Tenar
Part 62


__ADS_3

Bukan buk Salmah namanya jika tidak bergosip di pagi hari,setelah kepergian buk RT dan juga Nesya.dia bergegas pergi ke warung untuk memberi tahu gosip terbaru mengenai penampakan sosok nyai Blorong itu.


"Beneran ada nyai Blorong di kampung kita," tanya penjual warung yang kurang percaya.


"Bener,buk.itu buk RT dan Nesya yang melihat nya sendiri,semalam rumah buk RT mati lampu.anehnya warga sini tidak ada mati lampu,itu jelas sosok itu yang sengaja mematikan lampu.ih,serem banget semoga aku tidak bertemu dengan nya," cerocos buk salmah membuat yang mendengar nya ikut ketakutan.


"Makin hari kampung ini makin serem,kemaren Wewe gombel sekarang malah nyai Blorong, besok-besok entah apa lagi?" celetuk wanita tua itu.


"Aku curiga yang menculik Imah itu bukan Wewe gombel melain kan nyai Blorong itu,pasti dia mengincar anak-anak.secara kan,anak- anak Masi suci sangat cocok untuk di jadikan tumbal," imbuh salmah semakin menghebohkan berita itu.


"Jangan-jangan di desa kita ada yang menganut pesugihan,makanya dia muncul untuk meminta tumbal," timpal buk Rini.


"Bener juga kata si Rini." ujar para ibu-ibu yang ada di situ.


"Yang punya anak di jaga baik-baik takutnya jadi korban," tutur salmah.


"Jangan ngomong gitu dong salmah, mentang-mentang kamu gak punya anak sehingga bikin resah dengan kami yang punya anak," sahut ibu aini.


"Aku ngomong gini karena peduli pada kalian,aku gak mau anak-anak di sini di tumbal kan untuk pesugihan.aku juga kalau punya anak pasti akan menjaganya baik-baik agar tidak berurusan dengan nyai Blorong itu," jelas salmah sedikit kesal.


"Udah jangan ngomong hal itu terus,ada nanti kalian di datanginya," sahut wanita yang punya warung.


"Bener juga kata bude.lebih baik aku belanja sayur dari pada membahas sesuatu yang bikin takut diri sendiri," sindir Aini agar para ibu-ibu menghentikan gosip itu.


Setelah selesai belanja Aini memilih pergi, meninggalkan ibu-ibu yang masi setia berkumpul dan bergosip itu.


***


"Nih,minum dulu." Austin menyodorkan air putih untuk Nesya.


Dengan tangan bergetar Nesya mengambil minuman itu dan meminumnya hingga tandas.


"Jangan di pikirkan,itu hanya ulah orang iseng saja." Bukannya semakin tenang,pikiran Nesya malah makin kacau.

__ADS_1


"Orang iseng,itu gak mungkin austin.siapa orang itu?kenapa aku merasa aku di teror?apa salah ku?" Nesya mengusap kasar wajahnya.


Pagi tadi sepulang dari rumah buk salmah Nesya masuk kedalam rumahnya,jika di lihat dari luar memang tidak ada sesuatu yang salah dengan rumahnya.


Namun saat Nesya masuk kedalam,rumahnya semula rapi telah berantakan,ada jejak kaki di lantai.jika jejak kaki itu biasa saja itu tidak masalah,namun jejak kaki itu berwarna merah seperti darah.


"Siapa yang masuk rumah ku?" gumam Nesya pelan sambil memperhatikan keadaan sekeliling rumahnya.


"Apa aku ikutin saja jejak kaki ini?atau aku tunggu kedatangan babe dan Austin saja," gumam Nesya bingung.dia sendiri sangat ketakutan,sehingga tiba-tiba berlari keluar dan memilih duduk di kursi depan menanti kedatangan dua orang itu.


"Loh,kenapa duduk di luar?" tegur Austin mengagetkan Nesya yang tengah menutup mata.


"Hiks ... hiks ... " Nesya segera memeluk Austin dan menangis.membuat mereka bingung sendiri dengan tingkah Nesya.


"Ada apa?" tanya babe khawatir.


"Ada ... yang meneror kita." Nesya melepas pelukan Austin dan menunjuk kedalam rumahnya.


"Maksudmu apa?mungkin kamu hanya bermimpi buruk," ujar austin.


Mereka mulai masuk kedalam rumah,babe dan Austin yang melihat keadaan rumah yang berantakan merasa terkejut.


"Coba kita ikutin jejak darah ini," ujar Nesya yang menunjuk bekas telapak kaki di lantai.


"Kamu di belakang ku saja,biar aku yang paling depan," pinta Austin menggenggam erat tangan Nesya.


Mereka mengikuti jejak itu,ternyata jejak itu mengarah kearah kamar mandi.dengan sangat hati-hati Austin membuka pintu kamar mandi. sebenarnya dia berpikir jika orang iseng itu ada di dalam,sehingga megambil aba-aba untuk menghajarnya.


"Arghhh .... " pekik Nesya.bagaimana dia tidak terkejut jika di kaca kamar mandi tengah tertempel foto dirinya yang sengaja di tusuk paku,belum lagi tulisan yang mengatakan akan membunuhnya.


"Austin ... hiks ... hiks ... " tangis Nesya pilu dia Masi tidak percaya bahwa dia akan di bunuh oleh seseorang.


"Ayo kita pergi dari sini," ajak Austin memeluk Nesya sedangkan babe Masi mengelus dadanya.

__ADS_1


"Kalian beristirahat saja,biar babe yang membereskan ini semua."


Bayangan yang terjadi tadi pagi sangat jelas terekam di memori ingatan Nesya,dia merasa Boneka menyeramkan itu juga sengaja di lakukan oleh orang yang sama.


"Apa menurutmu penampakan nyai Blorong itu juga ulah mereka?" tanya Nesya membuat Austin bungkam.


"Bisa kita tidak membahas ini dulu," pinta Austin menghapus air mata istrinya.


"Tidak ada gunanya membahas itu,semakin di bahas semakin kamu kepikiran dan ketakutan," lanjutnya membawa Nesya ke pelukan nya.


"Apa salahku,Austin?aku merasa tidak punya musuh."


"Shut .. sudah jangan di bicarakan lagi,lebih baik kita bobok." Austin merebahkan Nesya dan menarik selimut,dengan perlahan dia mengelus lembut rambut Nesya,agar istrinya segera tertidur.


Setelah nafas Nesya teratur dan Austin mencoba melambaikan tangan di depan wajah istrinya setelah di rasa Nesya tertidur pulas, Austin dengan perlahan bangkit untuk pergi keluar.


"Mau kemana kamu,Austin?" tanya babe mengagetkan Austin yang baru menutup pintu.


"Tidak ada kemana-mana,aku ingin berbicara pada babe." Austin menarik babe untuk pergi keruang tamu.


"Ada apa?" tanya Roma setelah duduk di kursi.


"Apa babe ada mencurigai seseorang?maksud ku orang yang melakukan hal tadi pagi," tanya Austin.


"Babe tidak tahu siapa orang itu.tadi babe juga sudah merenungkan diri untuk mengingat-ingat siapa yang memusuhi Nesya,tapi babe yakin tidak ada yang menjadi musuh bebuyutan Nesya."


"Benar-benar orang yang sangat misterius," balas austin.


"Jika Nesya tidak memiliki musuh,mungkin kamu yang punya salah dengan orang lain.mungkin masalah pekerjaan kah atau masalah mantanmu yang begitu menyukaimu sehingga berniat menyingkirkan Nesya." Austin termenung sesaat mendengar penuturan Roma.


"Bisa jadi ini di lakukan dari pihak ku,secara orang desa tidak bisa meneror secara mulus seperti ini."


"Babe tidak habis pikir semua ini bisa terjadi,padahal babe sudah mengunci semua pintu dan jendela," ujar Roma.

__ADS_1


"Aneh nya saat babe membersihkan bekas teror itu,semua pintu dan jendela yang babe kunci itu Masi keadaan sama tidak ada perubahan sedikit pun.babe sebenarnya sempat berpikir bahwa yang melakukan ini mahluk halus,yang bisa tembus ke dinding tanpa harus membuka kunci rumah ini" sambung Roma lagi.


"Tidak salah lagi,pasti ini dilakukan oleh seseorang yang telah berpengalaman.aku harap bukan mama dan papa yang melakukan hal ini."


__ADS_2